Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Mimpiku Menembus Awan (Karya Handrawan Nadesul)

Puisi "Mimpiku Menembus Awan" karya Handrawan Nadesul menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus harapan yang terus tumbuh.

Mimpiku Menembus Awan

Mimpiku menembus awan
Mencari yang dulu pernah kutanam
Tunas di tiap rantingku
Seperti ketika melamun di waktu kecil
Ingat roti teman sebangku bertabur cokelat
Yang kukunyah selapis gula merah
Nasi gorengku bawang dan rawit
Harum telur dadar kotak nasi sahabatku
Menghidupkan impian kecilku
Kubayangkan kalau nanti berbuah-buah
Bertumbuh pohonku setinggi awan
Berharap kelak menjadi roti cokelat
Sepiring nasi goreng yang lengkap
Telur dadar tersaji kapan kumau

Mimpiku menembus awan
Menemukan letak angan-anganku
Tentang rumah kecil ribuan jendela
Supaya pernah kumemandang benua
Merasakan setiap keping nurani
Melupakan terkoyak kelopak daunku
Bersama angin sekarang aku duduk
Menaruh hormatku pada setiap bintang
Sekian lama ia merawat umurku
Sekarang waktunya kukenang ibu
Menjahit kain sprei jadi seragam sekolahku
Menyiapkan pindang kecap sarapanku
Hanya satu doa kalau besar aku nanti
Buah kebun ziarahku ranum semua

Mimpiku menembus awan
Kini aku duta di langit semesta
Di tanganku rembulan
Andai dulu tak pernah kabut menghadang
Jika bukan karena belukar
Tak mungkin sekarang kupegang bintang
Matahari yang hanya kugapai dulu
Kini menjadi samuderaku
Tempat kularung perahu tuaku
Merengkuh seluruh teluk
Singgah di setiap silamku
Sambil menanti kosong cangkirku
Mengeringkan cedera kalbuku
Meringankan keranjang hidupku.

2016

Sumber: Untukmu Aku Bernyanyi (2018)

Analisis Puisi:

Puisi "Mimpiku Menembus Awan" karya Handrawan Nadesul adalah sebuah karya yang menggambarkan perjalanan impian, refleksi masa kecil, dan pencapaian dalam hidup. Melalui diksi yang penuh kelembutan dan imajinasi yang kaya, puisi ini menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus harapan yang terus tumbuh.

Struktur dan Gaya Bahasa

Puisi ini menggunakan bentuk naratif yang mengalir dengan alur waktu yang jelas, dimulai dari masa kecil hingga pencapaian besar di masa depan. Dengan pengulangan frasa “Mimpiku menembus awan,” penyair menekankan dorongan kuat untuk meraih cita-cita, melewati batasan, dan menembus hambatan kehidupan.

Diksi yang digunakan sederhana namun sarat makna. Elemen-elemen keseharian seperti roti cokelat, nasi goreng, telur dadar, dan pindang kecap memberikan kesan kedekatan dengan pengalaman hidup yang nyata. Imaji yang diciptakan mampu membangkitkan rasa nostalgia dan keterikatan emosional dengan pembaca.

Makna Simbolik

Beberapa simbol utama dalam puisi ini antara lain:
  • Awan: Melambangkan impian yang tinggi dan cita-cita yang ingin dicapai.
  • Tunas dan ranting: Simbol dari awal perjalanan hidup yang penuh harapan dan pertumbuhan.
  • Makanan (roti cokelat, nasi goreng, telur dadar): Menandakan kenangan masa kecil yang sederhana namun penuh makna.
  • Rumah kecil dengan ribuan jendela: Sebuah metafora dari wawasan luas, keinginan untuk melihat dunia, dan memahami berbagai pengalaman hidup.
  • Bintang dan matahari: Melambangkan pencapaian tertinggi yang dulunya hanya menjadi impian, namun kini telah berhasil diraih.

Tema dan Pesan dalam Puisi

Puisi ini membawa beberapa tema utama, antara lain:
  • Perjalanan hidup dan impian: Puisi ini menggambarkan bagaimana impian yang ditanam sejak kecil dapat berkembang dan menjadi kenyataan jika diperjuangkan dengan tekad yang kuat.
  • Kenangan dan rasa syukur: Ada refleksi mendalam terhadap masa lalu, termasuk jasa seorang ibu yang telah berkorban untuk anaknya.
  • Keteguhan menghadapi rintangan: Penyair menyadari bahwa dalam perjalanan mencapai impian, ada kabut dan belukar yang menghadang, tetapi dengan kegigihan, segalanya bisa dicapai.
Puisi "Mimpiku Menembus Awan" adalah sebuah puisi yang menginspirasi, menyentuh, dan penuh refleksi kehidupan. Handrawan Nadesul menghadirkan perjalanan panjang dari harapan kecil hingga pencapaian besar dengan diksi yang sederhana namun bermakna dalam. Puisi ini mengajak pembaca untuk tetap berjuang, menghargai masa lalu, dan terus mengejar impian hingga setinggi awan.

Handrawan Nadesul
Puisi: Mimpiku Menembus Awan
Karya: Handrawan Nadesul

Biodata Handrawan Nadesul:
  • Dr. Handrawan Nadesul (Gouw Han Goan) lahir pada tanggal 31 Desember 1948 di Karawang, Jawa Barat.
© Sepenuhnya. All rights reserved.