Hati Dibakar Cinta
Hati membara dibakar cinta
hangat segar marak bernyala
langkah indah cinta dan cita
bagaikan bunga di karang indah
Biarkan, biarkan ia membara
membakar dan bernyala
menghangatkan semua derita
menghangatkan setia mesra
Adakah hidup lebih bahagia
dari hati dibakar cinta
padamu kasih padamu cita
bagimu kasih cintaku mesra
Adakah hati lebih gembira
dari hangat dibakar cinta
padamu kasih padamu cita
bagimu Partaiku jaya!
Jakarta, 2 Juli 1963
Analisis Puisi:
Puisi "Hati Dibakar Cinta" Karya D.N. Aidit mengangkat tema cinta dan pengabdian. Namun, cinta dalam puisi ini bukan sekadar cinta romantis, melainkan cinta yang lebih luas, yakni cinta terhadap cita-cita perjuangan dan idealisme politik.
Makna Tersirat
Secara tersirat, puisi ini menggambarkan semangat dan dedikasi yang membara terhadap perjuangan. Kata "cinta" dalam puisi ini tidak hanya merujuk pada perasaan kasih terhadap seseorang, tetapi juga terhadap cita-cita besar yang diperjuangkan penyair, yakni perjuangan politik. Hal ini semakin jelas pada bait terakhir, di mana cinta tersebut diarahkan kepada partai, yang dalam konteks penyair merupakan simbol perjuangan ideologis.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang hatinya dipenuhi oleh cinta yang membara. Cinta ini memberikan semangat dan kehangatan yang mampu mengatasi penderitaan serta memperkuat kesetiaan. Pada awalnya, puisi ini terdengar seperti ungkapan cinta pribadi, namun pada akhirnya, cinta tersebut diarahkan kepada perjuangan politik, khususnya partai yang diyakini oleh penyair sebagai wadah untuk mencapai cita-citanya.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini penuh semangat dan gairah. Kata-kata seperti "membara," "bernyala," dan "hangat" menciptakan atmosfer yang penuh energi dan optimisme terhadap perjuangan.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Puisi ini menyampaikan pesan bahwa cinta dan cita-cita adalah kekuatan yang mampu membakar semangat perjuangan. Kesetiaan terhadap cita-cita dan keyakinan politik dapat memberikan kebahagiaan yang mendalam, bahkan lebih besar daripada kebahagiaan cinta pribadi.
Imaji
- Imaji Visual: "bagaikan bunga di karang indah" memberikan gambaran keindahan dan ketahanan cinta di tengah kesulitan.
- Imaji Kinestetik: "hati membara dibakar cinta" menciptakan sensasi panas dan semangat yang kuat dalam diri penyair.
Majas
- Majas Metafora: "hati dibakar cinta" menggambarkan perasaan yang begitu kuat hingga terasa seperti api yang membakar.
- Majas Repetisi: "padamu kasih padamu cita" diulang dalam beberapa bait untuk menegaskan bahwa cinta dan cita-cita adalah pusat dari puisi ini.
- Majas Personifikasi: "menghangatkan semua derita" memberikan sifat manusiawi pada cinta yang seolah mampu menghilangkan penderitaan.
Puisi "Hati Dibakar Cinta" bukan hanya berbicara tentang cinta dalam arti romantis, tetapi juga menggambarkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Dengan penggunaan metafora api dan panas, D.N. Aidit menekankan bahwa cinta sejati adalah cinta terhadap perjuangan dan cita-cita, yang dalam konteks puisinya diarahkan kepada partai sebagai simbol keyakinan ideologisnya.
Karya: D.N. Aidit
Biodata D.N. Aidit / Dipa Nusantara Aidit:
- D.N. Aidit (nama lahir Achmad Aidit) lahir pada tanggal 30 Juli 1923 di Tanjungpandan, Belitung, Hindia Belanda.
- D.N. Aidit meninggal dunia pada tanggal 22 November 1965 di Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia.