1963

Puisi: Alamat Tak Dikenal (Karya Taufiq Ismail)

Alamat Tak Dikenal Setiap kami tuliskan pesan untukmu Kami selalu bertanya-tanya Adakah ia pernah kauterima…

Puisi: Menyesal (Karya Ali Hasjmy)

Menyesal Pagiku hilang sudah melayang, Hari mudaku sudah pergi Kini petang datang membayang Batang usiaku sudah tinggi Aku la…

Puisi: Das kalte Herz (Karya Ayatrohaedi)

Das kalte Herz Kabut pegunungan menutup lembah suram cahya matari di danau bawah Kabut pegunungan menutup lembah dingin ha…

Puisi: Kesadaran (Karya Rusli Marzuki Saria)

Kesadaran Mencucuk kesadaran ini kepada yang akan datang Kenyataan bicara kepadamu kepada kita Lewat jari-jari putus asa telah jadi darah dagingnya M…

Puisi: Pariksit (Karya Goenawan Mohamad)

Pariksit Pariksit menunggu hari segera lewat. Orang-orang pun menunggu batas waktu kutukan Crengi kepadanya berakhir, hingga baginda bebas dar…

Puisi: Berjaga Padamukah Lampu-Lampu Ini, Cintaku (Karya Goenawan Mohamad)

Berjaga Padamukah Lampu-Lampu Ini, Cintaku Berjaga padamukah lampu-lampu ini, cintaku yang memandang tak teduh lagi padamu. Gedun…

Puisi: Doa Sekelompok Orang yang Bingung (Karya Sapardi Djoko Damono)

Doa Sekelompok Orang yang Bingung (sebuah fragmen) kalau kami memandang lewat jendela terbuka kami tahu apa yang tengah terjadi luar sana tahu apakah…

Puisi: Di Kuburan Ayah (Karya Slamet Sukirnanto)

Di Kuburan Ayah Berteduh pohon kamboja berkembang Tinggalmu yang kekal Tak kenal lagi senyummu Memikat hatiku Ketika masih ka…

Puisi: Hujan (Karya Mochtar Lubis)

Hujan daun kering deras lari dilomba air aiih, apes, rungut bang beca Penjara Madiun, 2 Februari 1963 Sumber:  Catatan Subversif (1980) Analisis Puis…

Puisi: Gerbong-Gerbong Senja (Karya Goenawan Mohamad)

Gerbong-Gerbong Senja Rimba yang menghilang dalam hembus senja yang panjang dan kilometer-kilometer yang lenyap (landasan perjalanan tak k…

Puisi: Tangis (Karya Mochtar Lubis)

Tangis anak burung jatuh diterkam kucing di basah embun Penjara Madiun, 2 Februari 1963 Sumber:  Catatan Subversif (1980) Analisis Puisi : Puisi &quo…

Puisi: Rindu (Karya Mochtar Lubis)

Rindu api bakar nyala ditiup angin cakrawala Penjara Madiun, 2 Februari 1963 Sumber:  Catatan Subversif (1980) Analisis Puisi : Puisi "Rindu&quo…

Puisi: Tembak Mati (Karya Mochtar Lubis)

Tembak Mati gemuruh tembakan merah darah berdetik jam tangan hidup hanyut Penjara Madiun, 2 Februari 1963 Sumber:  Catatan Subversif (1980) Analisis …

Puisi: Di Kuburan (Karya Mochtar Lubis)

Di Kuburan tanah merah lembab melati putih sedu tangis istri seru si kecil mana bapa? Penjara Madiun, 2 Februari 1963 Sumber:  Catatan Subversif (198…
© Sepenuhnya. All rights reserved.