Puisi: Hijrah (Karya Aspar Paturusi)

Puisi "Hijrah" karya Aspar Paturusi bercerita tentang perasaan gundah dan resah seorang individu saat menyambut tahun baru. Alih-alih merayakan ...
Hijrah

galau di luar
galau di hati

gundah wajahmu
gundah hatiku

sepi tahun baru
menikam malamku

di rumah
kukaji tahun-tahun

banyak berlalu
banyak tak berubah

bisakah hijrah kemalangan
di sepanjang gelanggang

bisakah hijrah nafsu jahat
saat mata menatap rupiah

tahun baru di negeri ini
hijrahlah duka di hati

Jakarta, Malam 1 Muharam 1433

Analisis Puisi:

Tema utama dalam puisi “Hijrah” adalah renungan tentang waktu dan makna hijrah secara batiniah. Puisi ini mencerminkan kegelisahan diri menghadapi pergantian tahun dan keinginan untuk memperbaiki diri dari segala keburukan di masa lalu.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa hijrah bukan sekadar berpindah tahun atau merayakan tahun baru secara lahiriah, tetapi hijrah yang sesungguhnya adalah perubahan hati dan perilaku menuju kebaikan. Penyair mengajak pembaca merenungkan kembali apakah perubahan waktu sudah selaras dengan perubahan perilaku kita.

Puisi ini bercerita tentang perasaan gundah dan resah seorang individu saat menyambut tahun baru. Alih-alih merayakan dengan suka cita, penyair justru merenungkan berbagai kesalahan yang telah terjadi dan mempertanyakan apakah tahun baru benar-benar membawa perubahan berarti. Ada kegelisahan mendalam tentang kemalangan yang terus berulang dan keserakahan yang terus mengintai.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini adalah muram, penuh kegelisahan, dan reflektif. Nuansa sepi di malam tahun baru menciptakan kesan bahwa penyair lebih memilih merenung ketimbang merayakan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Beberapa pesan yang dapat ditarik dari puisi ini:
  • Tahun baru seharusnya menjadi momen introspeksi dan hijrah ke arah yang lebih baik, bukan sekadar selebrasi.
  • Perubahan waktu tidak otomatis membawa perubahan sikap, kecuali jika ada kesadaran dan niat sungguh-sungguh untuk memperbaiki diri.
  • Hijrah sejati adalah hijrah batin, meninggalkan keburukan dan keserakahan yang melekat dalam kehidupan.

Imaji

Puisi ini menyajikan imaji-imaji yang menguatkan kesan renungan dan kegelisahan, di antaranya:
  • Imaji visual: wajah gundah, malam sepi, rupiah yang menggoda.
  • Imaji rasa: galau di luar dan di hati, menusuk hingga menciptakan perasaan pilu.
  • Imaji waktu: tahun-tahun yang berlalu tanpa perubahan berarti.

Majas

Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini:
  • Repetisi: pengulangan kata galau, gundah, hijrah, yang mempertegas suasana hati penyair.
  • Metafora: tahun baru diibaratkan sebagai momen hijrah, bukan hanya berpindah waktu, tetapi juga hijrah dari duka dan dosa.
  • Personifikasi: tahun-tahun yang seolah diam tanpa perubahan, serta rupiah yang seakan menatap dengan godaan.

Aspar Paturusi
Puisi: Hijrah
Karya: Aspar Paturusi

Biodata Aspar Paturusi:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
© Sepenuhnya. All rights reserved.