Puisi: Sejak Jodoh (Karya Abdul Wachid B. S.)

Puisi "Sejak Jodoh" Karya Abdul Wachid B. S. bercerita tentang kesucian pernikahan yang telah ditakdirkan sejak awal oleh Tuhan. Penyair menekankan ..
Sejak Jodoh
(- Shofi Assri - Gunawan)

serahkanlah hati kepada cinta
helaan nafas kau aku yang
oleh perjodohan sedari hari alastu ini menghidupkan
fitrah, kebaikan dan doa
inilah alasan sejak awal dan akhirnya kau aku nikah 

gerimis selalu menurunkan berkah
untuk keyakinan, dan cinta senantiasa memberi bumi
nilai benih hingga tumbuh berbunga dan berbuah
anak-anak kau aku insya Allah akan shaleh shalehah
waktu yang akan mengamini setiap doa kau aku
apapun yang duniawi bukanlah pertanda dari cinta
namun pernikahan kau aku adalah jodoh yang surga.

Yogyakarta, 19 Maret 2016

Catatan:
Shofi Assri dan Gunawan akan akad nikah di Kalimanah Purbalingga 5 Mei 2016.

Analisis Puisi:

Puisi "Sejak Jodoh" Karya Abdul Wachid B. S. mengangkat tema cinta dan pernikahan dalam perspektif spiritual. Puisi ini menggambarkan pernikahan sebagai bagian dari takdir dan anugerah Tuhan yang membawa berkah serta kebaikan.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah kesucian pernikahan sebagai bagian dari ketetapan ilahi. Pernikahan bukan sekadar ikatan duniawi, tetapi juga bentuk ibadah yang memiliki makna lebih dalam. Penyair ingin menyampaikan bahwa cinta sejati tidak hanya berdasarkan perasaan, tetapi juga atas dasar keyakinan dan doa.

Puisi ini bercerita tentang kesucian pernikahan yang telah ditakdirkan sejak awal oleh Tuhan. Penyair menekankan bahwa pernikahan bukan hanya sekadar hubungan antara dua insan, tetapi juga bagian dari perjalanan spiritual yang membawa berkah dan keberkahan bagi kehidupan. Anak-anak yang lahir dari pernikahan ini diharapkan menjadi generasi yang saleh dan salehah.

Suasana dalam Puisi

Puisi ini menghadirkan suasana tenang, penuh syukur, dan religius. Ada rasa ketenangan dalam menerima jodoh sebagai bagian dari rencana Tuhan yang membawa kebaikan dalam hidup.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Pesan yang disampaikan dalam puisi ini adalah pentingnya memahami bahwa pernikahan bukan hanya sekadar hubungan duniawi, tetapi juga perjalanan menuju surga. Pernikahan yang didasarkan pada cinta sejati dan keyakinan akan membawa berkah dan kebahagiaan sejati.

Imaji

  • Imaji Visual: "gerimis selalu menurunkan berkah" → menciptakan gambaran hujan gerimis yang melambangkan berkah dan ketenangan dalam rumah tangga.
  • Imaji Auditori: "helaan nafas kau aku" → menggambarkan kedekatan emosional antara pasangan yang telah dipersatukan dalam pernikahan.
  • Imaji Kinestetik: "nilai benih hingga tumbuh berbunga dan berbuah" → memberikan gambaran bagaimana cinta dan pernikahan berkembang seiring waktu, layaknya tanaman yang tumbuh dan berbuah.

Majas

  • Majas Metafora: "gerimis selalu menurunkan berkah" → gerimis diibaratkan sebagai berkah dalam kehidupan pernikahan.
  • Majas Personifikasi: "waktu yang akan mengamini setiap doa kau aku" → waktu digambarkan seperti makhluk hidup yang bisa mengamini doa, menekankan pentingnya kesabaran dan harapan dalam pernikahan.
  • Majas Alegori: "nilai benih hingga tumbuh berbunga dan berbuah" → pernikahan diibaratkan seperti menanam benih yang pada akhirnya akan berbuah manis dalam kehidupan.
Puisi "Sejak Jodoh" adalah sebuah refleksi tentang makna pernikahan yang suci dan penuh berkah. Penyair menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan duniawi, tetapi juga merupakan bagian dari rencana Tuhan yang harus dijalani dengan kesabaran, cinta, dan doa. Dengan bahasa yang indah dan religius, puisi ini mengajak pembaca untuk melihat pernikahan sebagai jalan menuju kebaikan dan surga.

Abdul Wachid B. S.
Puisi: Sejak Jodoh
Karya: Abdul Wachid B. S.
© Sepenuhnya. All rights reserved.