Puisi: Panembrama Forum (Karya Ragil Suwarna Pragolapati)

Puisi "Panembrama Forum" bercerita tentang pengalaman dan perasaan seseorang yang berada dalam sebuah forum yang penuh dengan tantangan dan ...
Panembrama Forum

Alhamdulillah! Akhirnya, kita jumpa juga, di forum
Allah berkenan mengatur. Padahal, kendala berjibun
Kesempitan waktu. Kesibukan mengepung seluruh sudut
Terasa, forum kita ini mahal, langka, sekaligus lux
Maka untukmu selamat datangku adalah segunung syukur

Alhamdulillah! Kita tidak malu, minder atau kasip usia
Buat selalu belajar. Kita emoh macet atau berpuas-puas
Dengan kualitas rendah manusia, minder, ataupun congkak
Forum ini siap mendidik kita, dengan belajar dan kerja
Menyelami manusia. Membaca alam-semesta, kita terbuka

Alhamdulillah! Datang kita membawa ragam niat dan hajat
Atau ilusi dan fantasi. Tetapi forum ini 100% realistik
Ada 1.001 faedah dan hikmah asalkan kita cerdik memetik
Tetapi ada 1.001 kesia-siaan dan kecewa jika manja diri
Letih dan kantuk, lapar dan dahaga, bakal jadi batu-uji

Alhamdulillah! Kita adalah anak-cucu manusia purbakala
Tiap berjumpa tergoda banyak bicara, pamer ego dahsyat
Padahal hikmah-faedah forum ini adalah kerja, perbuatan
Ngomong sebatas perlu, siang-malam menggarap pelajaran
Maksimalkan manfaat waktu, melupa lelah atau kesantaian

Alhamdulillah! Kita tahu, ilmu sejati bukan omong besar
Bukan teori muluk, maqalah ngayawara. Melainkan praktek
Menguji segala kebenaran melalui bukti, kerja, proses
Tuhanlah sang Guru Sejati. Alam-semestalah Kitab-Nya
Manusia lain, guru dan murid, hanya partner belajar

Klaten, 1988 - Perwathin, 1989

Sumber: Salam Penyair (2002)

Analisis Puisi:

Tema puisi "Panembrama Forum" adalah pembelajaran dan kerja keras dalam sebuah forum yang memfasilitasi pertukaran ilmu dan pengalaman. Penyair mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk berkumpul dan belajar bersama, serta pentingnya pemanfaatan waktu dan usaha maksimal dalam mencapai tujuan.

Makna Tersirat

Makna tersirat dari puisi ini adalah bahwa forum atau pertemuan semacam itu bukan hanya sekadar ajang perbincangan atau pencapaian pribadi, tetapi lebih kepada proses pembelajaran yang membutuhkan kesungguhan dan kerja keras. Penyair mengingatkan bahwa dalam forum tersebut, bukanlah bicara atau teori yang penting, melainkan tindakan nyata, pembelajaran berkelanjutan, dan penerapan ilmu yang didapat.

Puisi ini bercerita tentang pengalaman dan perasaan seseorang yang berada dalam sebuah forum yang penuh dengan tantangan dan kesempatan untuk belajar. Meskipun banyak kendala yang menghadang, forum ini dianggap sebagai tempat yang langka dan mahal, di mana setiap individu yang hadir di dalamnya harus siap untuk belajar dan bekerja keras. Puisi ini menggambarkan optimisme dan rasa syukur atas kesempatan berharga untuk berkembang.

Amanat

Amanat yang bisa diambil dari puisi ini adalah pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dengan serius, tidak hanya berbicara atau berdebat, tetapi juga mengaplikasikan ilmu dalam tindakan nyata. Forum sebagai tempat berbagi ilmu seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin dengan penuh komitmen dan ketulusan. Penyair mengingatkan bahwa ilmu yang sejati hanya dapat diperoleh melalui proses yang panjang, kerja keras, dan bukti nyata, bukan hanya melalui teori atau kata-kata.

Suasana dalam Puisi

Suasana yang tercipta dalam puisi ini adalah suasana penuh semangat dan optimisme, di mana forum digambarkan sebagai tempat yang penuh dengan peluang belajar, meskipun tidak terlepas dari tantangan dan kesulitan. Ada juga rasa syukur yang mendalam karena kesempatan untuk berkumpul dan berbagi pengetahuan, serta tekad untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Dengan demikian, puisi "Panembrama Forum" tidak hanya mengajak pembaca untuk menghargai forum sebagai tempat untuk berbagi ilmu, tetapi juga untuk bekerja keras dan terus belajar agar memperoleh manfaat sejati dari setiap kesempatan yang ada.

Ragil Suwarna Pragolapati
Puisi: Panembrama Forum
Karya: Ragil Suwarna Pragolapati

Biodata Ragil Suwarna Pragolapati:
  • Ragil Suwarna Pragolapati lahir di Pati, pada tanggal 22 Januari 1948.
  • Ragil Suwarna Pragolapati dinyatakan menghilang di Parangtritis, Yogyakarta, pada tanggal 15 Oktober 1990.
  • Ragil Suwarna Pragolapati menghilang saat pergi bersemadi ke Gunung Semar. Dalam perjalanan pulang dari kaki Gunung Semar menuju Gua Langse (beliau berjalan di belakang murid-muridnya) tiba-tiba menghilang. Awalnya murid-muridnya menganggap hal tersebut sebagai kejadian biasa karena orang sakti lumrah bisa menghilang. Namun, setelah tiga hari tiga malam tidak kunjung pulang dan dicari ke mana-mana tidak diketemukan. Tidak jelas keberadaannya sampai sekarang, apakah beliau masih hidup atau sudah meninggal.
© Sepenuhnya. All rights reserved.