Pil
memang pil seperti pil macam pil walau pil
hanya pil hampir pil sekedar pil ya toh pil
meski pil tapi tak pil apalah pil
pil pil pil mengapa gigil?
aku demam pil bilang
obat jadi barah
apakah pasien?
tempeleng!
1976
Sumber: Horison (Februari, 1977)
Analisis Puisi:
Puisi "Pil" karya Sutardji Calzoum Bachri adalah karya yang singkat namun penuh dengan refleksi dan sindiran terhadap konsumsi obat-obatan pil dan efeknya terhadap individu dan masyarakat. Dengan penggunaan bahasa yang sederhana namun puitis, Sutardji menggambarkan kompleksitas dalam konsep pil dan ketergantungan manusia padanya.
Penggunaan Bahasa yang Sederhana: Sutardji menggunakan bahasa yang sederhana dan lugas dalam puisi ini. Meskipun demikian, penggunaan repetisi kata "pil" dalam berbagai konteks memberikan kedalaman makna dan membuat pembaca terdorong untuk merenungkan pesan yang tersirat di balik kata-kata tersebut.
Refleksi tentang Konsumsi Pil: Puisi ini menggambarkan refleksi terhadap konsumsi pil dalam masyarakat modern. Penggunaan kata-kata seperti "pil macam pil" dan "pil pil pil" menyoroti beragam jenis pil yang ada dan bagaimana pil telah menjadi bagian tak terhindarkan dari kehidupan sehari-hari.
Sindiran terhadap Ketergantungan: Di baris "meski pil tapi tak pil apalah pil", Sutardji mungkin mengisyaratkan bahwa meskipun pil adalah obat, namun dalam beberapa kasus pil bisa menjadi sumber masalah baru atau bahkan tidak efektif. Ini juga bisa menjadi sindiran terhadap ketergantungan manusia terhadap obat-obatan.
Pertanyaan Filosofis: Puisi ini juga memunculkan pertanyaan filosofis melalui baris "pil pil pil mengapa gigil?". Pertanyaan ini bisa ditafsirkan sebagai pertanyaan reflektif tentang kebutuhan manusia akan obat-obatan dan ketergantungan mereka padanya, serta konsekuensi yang mungkin timbul akibatnya.
Akhir yang Menyentak: Puisi ini berakhir dengan kata "tempeleng!", yang bisa diartikan sebagai seruan atau bentuk interupsi yang menyentak. Mungkin Sutardji ingin menegaskan bahwa kebergantungan pada pil atau konsumsi obat-obatan harus dihadapi secara kritis dan mungkin kadang-kadang memerlukan intervensi yang keras.
Dengan demikian, puisi "Pil" adalah sebuah puisi yang sederhana namun sarat dengan refleksi tentang konsumsi obat-obatan dalam masyarakat modern. Sutardji berhasil menyampaikan pesan yang dalam tentang ketergantungan manusia pada obat-obatan dan kompleksitas yang terkait dengannya melalui penggunaan bahasa yang puitis dan pertanyaan filosofis yang diselipkan dalam karya ini.
Karya: Sutardji Calzoum Bachri
Biodata Sutardji Calzoum Bachri:
- Sutardji Calzoum Bachri lahir di Rengat, Indragiri Hulu, Riau, pada tanggal 24 Juni 1941.
- Sutardji Calzoum Bachri merupakan salah satu pelopor penyair angkatan 1970-an.