Puisi: Politikus (Karya Irawan Sandhya Wiraatmaja)

Puisi "Politikus" karya Irawan Sandhya Wiraatmaja mengajak pembaca untuk merenung tentang sifat dan tanggung jawab dari para pemimpin politik dalam ..
Politikus

ia mengasah pisau itu sendiri, di sebuah dapur
sebuah ruang yang menyala api
untuk urat leher, saraf-saraf dan darah dagingnya
sebelum orasi, di tengah yang terhormat majelis
burung-burung lepas dari lidahnya menjadi serangga
yang berdengung di dinding kaca. Berpantulan ke dalam tubuh
menusuk sunyi. Lirih

2017

Sumber: Air Mata Topeng (2017)

Analisis Puisi:

Puisi "Politikus" karya Irawan Sandhya Wiraatmaja adalah sebuah gambaran yang kuat tentang politikus modern yang terlibat dalam aktivitas politik yang keras dan tak kenal ampun.

Metafora Pisau sebagai Simbol Kekuasaan dan Ketajaman: Penyair menggunakan metafora pisau untuk menggambarkan politikus yang tajam dan berkuasa. Pisau merupakan simbol kekuatan dan potensi untuk melukai atau menghancurkan lawan politiknya.

Proses Persiapan sebelum Orasi: Puisi ini menggambarkan politikus yang sedang mempersiapkan diri sebelum memberikan orasi. Persiapan ini tidak hanya fisik, tetapi juga mental dan emosional, dengan mengasah pisau sebagai simbol kesiapan untuk mempertahankan posisi politiknya.

Metafora Burung-burung dan Serangga: Metafora burung-burung yang lepas dari lidah politikus dan berubah menjadi serangga yang berdengung menciptakan gambaran yang kuat tentang bagaimana retorika politik dapat mempengaruhi persepsi dan tindakan masyarakat. Serangga yang berdengung menggambarkan suara-suara yang tidak berarti dan mengganggu yang seringkali muncul dalam dunia politik.

Refleksi tentang Kesunyian: Puisi ini menyentuh pada tema kesunyian yang kontras dengan kegaduhan politik. Politikus yang tajam dan berkuasa dalam orasinya juga mengalami sunyi yang menusuk, mungkin merujuk pada kesendirian atau ketidakpuasan yang tersembunyi di balik citra publiknya.

Kritik terhadap Politikus Modern: Secara keseluruhan, puisi ini dapat dianggap sebagai kritik terhadap politikus modern yang seringkali terlibat dalam praktik politik yang keras dan manipulatif. Penyair menyoroti bahaya dari kekuasaan yang tidak terkendali dan dampaknya pada masyarakat.

Gaya dan Teknik Penulisan: Penyair menggunakan gaya yang kaya akan imaji dan metafora untuk menyampaikan pesan yang dalam dan menggugah pikiran. Pilihan kata-kata yang kuat dan penggunaan simbolisme yang kaya membuat puisi ini menjadi sebuah karya seni yang memikat.

Melalui penggunaan imaji yang kuat dan bahasa yang padat, Irawan Sandhya Wiraatmaja berhasil menciptakan gambaran yang kuat tentang politikus modern dan dunia politik yang kompleks dan kadang-kadang gelap. Puisi ini mengajak pembaca untuk merenung tentang sifat dan tanggung jawab dari para pemimpin politik dalam masyarakat.

Irawan Sandhya Wiraatmaja
Puisi: Politikus
Karya: Irawan Sandhya Wiraatmaja

Biodata Irawan Sandhya Wiraatmaja:
  • Irawan Sandhya Wiraatmaja adalah nama pena dari Dr. Mustari Irawan, M.P.A.
  • Mustari Irawan lahir pada tanggal 21 Juni 1959 di Jakarta.
© Sepenuhnya. All rights reserved.