Analisis Puisi:
Puisi "Lapangan Bola" karya Isma Sawitri adalah sebuah refleksi mendalam tentang kondisi Indonesia dan arah ke depannya. Dalam puisi ini, Isma Sawitri menyampaikan kekhawatiran, keraguan, dan aspirasi tentang masa depan negaranya.
Penyampaian Kekhawatiran Terhadap Nasib Bangsa: Puisi ini dimulai dengan ungkapan kekhawatiran terhadap masa depan Indonesia. Kata-kata yang dipilih, seperti "waswas", "cemas", dan pertanyaan mengenai keberadaan sosok Indonesia di masa mendatang, menggambarkan kegelisahan terhadap masa depan negara.
Perbandingan dengan Masa Lalu: Isma Sawitri menggunakan imaji-imaji yang menggambarkan masa lalu yang lebih tenang dan penuh warna dalam ingatan tentang Indonesia. Dia merindukan suasana yang lebih damai, yang disimbolkan dengan secercah sinar matahari, melodi alam, dan kenangan lagu-lagu tradisional yang menggambarkan keindahan budaya Indonesia.
Kritik Terhadap Kondisi Sekarang: Puisi ini juga mencakup kritik terhadap kondisi saat ini, terutama dalam hal kepemimpinan, keputusan, dan arah negara. Penggunaan kata-kata seperti "sindrom kesia-siaan" dan "tak jelas arah" menunjukkan ketidakpastian dan kebingungan akan masa depan bangsa.
Perumpamaan dengan Lapangan Bola Raksasa: Penyebutan lapangan bola raksasa sebagai metafora untuk Indonesia yang sedang menjadi ajang pertarungan dan pengaruh eksternal menunjukkan perasaan kehilangan jati diri dan kedaulatan. Kehadiran "para mnc" (multinational corporations) dalam pengaturan dan pengaruh menjadi sorotan kritis.
Kesedihan dan Kerinduan Akan Masa Lalu: Isma Sawitri mengungkapkan rasa kesedihan, kekecewaan, dan kerinduannya akan masa lalu yang hilang dan kebingungan mengenai bagaimana melanjutkan ke arah yang lebih baik.
Tantangan untuk Kembali ke Nilai-Nilai Asli: Puisi ini juga mencerminkan rasa harap untuk kembali pada nilai-nilai dan identitas asli Indonesia ("Merahputih") serta mengingatkan tentang pentingnya menjaga budaya, nilai-nilai, dan kedaulatan bangsa.
Kesimpulan dan Harapan untuk Masa Depan: Dengan ungkapan keputusasaan atas keadaan saat ini, puisi ini juga menandakan harapan akan masa depan yang lebih baik dan kembalinya Indonesia kepada jati dirinya yang sejati.
Puisi "Lapangan Bola" karya Isma Sawitri mencerminkan kompleksitas dan perasaan penulis terhadap kondisi Indonesia. Dari ekspresi kekecewaan dan kekhawatiran hingga harapan akan perbaikan, puisi ini menawarkan refleksi yang kuat tentang realitas sosial dan politik negara tersebut.
Karya: Isma Sawitri
Biodata Isma Sawitri:
- Isma Sawitri lahir pada tanggal 21 November 1940 di Langsa, Aceh.
