Puisi: Cerita untuk Marga (Karya Acep Zamzam Noor) Cerita untuk Marga Ke arah senja Ada selingkar jalan Tebing rendah Remang warung dan ruap kopi Di udara Seorang lelaki Berjalan sendiri Lelaki itu Be…
Puisi: Sebuah Kota (Karya Ahda Imran) Sebuah Kota Kota ini berakhir di sebuah bundaran jalan, di sebuah hotel dengan lampu-lampu kamar yang selalu dipecahkan orang Setiap malam suara-suar…
Puisi: Maskumambang (Karya W.S. Rendra) Maskumambang Kabut fajar menyusup dengan perlahan bunga Bintaro berguguran di halaman perpustakaan di tepi kolam, di dekat rumpun…
Puisi: Piknik (Karya Goenawan Mohamad) Piknik Untuk pikniknya yang terakhir Tiar menyiapkan telur dadar dan sejumput merica. Ia bangun pagi sekali. Di tempat mandi dipandang…
Puisi: Beralas Sajadah Kutulis Puisi (Karya Sosiawan Leak) Beralas Sajadah Kutulis Puisi Timpuh di sajadah kutulis sajak tentang pelacuran, pornografi dan kehidupan malam. Tapi tidak ada mesias a…
Puisi: Kepada Cium (Karya Joko Pinurbo) Kepada Cium Seperti anak rusa menemukan sarang air di celah baru karang tersembunyi, seperti gelandangan kecil menenggak sebotol mimpi d…
Puisi: Jogja, Kembali Pulang (Karya Dimas Arika Mihardja) Jogja, Kembali Pulang ( : teringat sosok Si Mbok ) Pulang kampung orang-orang berselimut sarung langit me…
Puisi: Di Pelabuhan Gresik (Karya Raudal Tanjung Banua) Di Pelabuhan Gresik (bagi kawan Mardiluhung) Mampir malamhari, angin keras, sauh berkarat asin laut tercecap …
Puisi: Cinta, Bila Kau Suka (Karya Djoko Saryono) Cinta, Bila Kau Suka cinta, bila kau suka, esok kupetikkan cahaya "untuk apa? pendarnya mengaburkan yang fana dan baka" cinta, bila kau suk…
Puisi: Bintang Pagi (Karya Soni Farid Maulana) Bintang Pagi tiga jam ke arah utara, kota tua, kabut mengendap di bukit dan lembah raja cahaya lembut bintang pagi di atas pucuk cemara. "itu bi…
Puisi: Ziarah Pohon (Karya Raudal Tanjung Banua) Ziarah Pohon Di Wangka, sepanjang Sungai Liat dan Belinyu dari Tanjung Penyusuk ke Tanjung Ru Aku berziarah. …
Puisi: Madah Merah (Karya Nirwan Dewanto) Madah Merah Terlalu dekat kau ke lumbung padi sehingga rambutmu tak kilau lagi. Terlalu pagi mungkin kauminta aku mengunggah sembilu ke te…
Puisi: Tanah Tambak (Karya Raudal Tanjung Banua) Tanah Tambak (untuk sahabat Nurel) Hamparan tanah dan air segala tampak: Gubuk-gubuk ngantuk dengan dermaga k…