Puisi: Sahabat Sejati (Karya Emi Fauziati)

Puisi “Sahabat Sejati” karya Emi Fauziati bercerita tentang seorang anak yang menggambarkan sosok sahabat sejatinya. Sahabat itu digambarkan selalu ..

Sahabat Sejati


Detak jarum jam
Berderak menghujam
Berputar menjelajah mata angin
Seperti dirimu
Sahabat sejatiku

Kauhadir di setiap sukaku
Kauhibur di setiap laraku
Kausejuk di setiap lukaku
Kauada di setiap ruang gerakku

Bagai percik api di gulita malam
Bagai pucuk lontar yang terkunyah
Bagai rona pemancar yang tak pernah
Bosan menerangi jagat

Kau memang sahabat sejatiku
Yang memberi warna di setiap langkahku

Sumber: Surat dari Samudra (Balai Bahasa Jawa Tengah, 2018)

Analisis Puisi:

Puisi anak sering kali menjadi medium yang kuat untuk menyuarakan nilai-nilai kehidupan melalui bahasa yang puitis namun tetap mudah dipahami. Salah satu karya menarik dalam antologi Surat dari Samudra (2018) adalah puisi berjudul “Sahabat Sejati” karya Emi Fauziati, yang dengan indah menyuarakan kedalaman makna persahabatan dari sudut pandang seorang anak.

Tema

Tema utama puisi ini adalah persahabatan sejati. Puisi ini menggambarkan peran penting seorang sahabat dalam kehidupan, yang hadir dalam suka maupun duka. Melalui penggambaran yang puitis, penulis menyampaikan betapa berharganya seorang teman yang setia dan selalu ada di setiap momen hidup.

Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang menggambarkan sosok sahabat sejatinya. Sahabat itu digambarkan selalu hadir di segala suasana—baik dalam kebahagiaan maupun kesedihan. Dalam puisi ini, kehadiran sahabat bahkan digambarkan sebagai bagian penting dari kehidupan, seperti detak jam yang tak pernah berhenti, dan cahaya yang tak pernah bosan menerangi.

Makna Tersirat

Makna tersirat dari puisi ini adalah pentingnya kehadiran seseorang yang setia dan tulus dalam hidup. Sahabat sejati tidak hanya hadir ketika kita senang, tetapi juga menemani saat kita terluka dan terjatuh. Puisi ini mengajarkan bahwa ikatan persahabatan sejati tidak tergantung pada keadaan, melainkan pada keikhlasan dan ketulusan hati.

Selain itu, puisi ini juga mengajarkan bahwa sahabat bisa menjadi sumber kekuatan, penyemangat, bahkan penuntun arah hidup, sebagaimana digambarkan dalam metafora jam dan cahaya.

Imaji

Puisi ini kaya akan imaji visual dan imaji rasa, antara lain:
  • “Detak jarum jam / Berderak menghujam” memberikan imaji bunyi dan tekanan waktu yang terus berjalan, menggambarkan kesetiaan.
  • “Kausejuk di setiap lukaku” menciptakan imaji rasa yang menenangkan.
  • “Bagai percik api di gulita malam” menggambarkan imaji visual yang kuat, bahwa sahabat adalah sumber cahaya di tengah kegelapan.
  • “Bagai rona pemancar yang tak pernah / Bosan menerangi jagat” menghadirkan imaji sinar atau pancaran cahaya yang terus menyala.
Imaji-imaji ini memperkuat gambaran betapa berharganya peran sahabat sejati dalam hidup.

Majas

Beberapa majas (gaya bahasa) yang digunakan dalam puisi ini antara lain:

Personifikasi:
  • “Berderak menghujam” menggambarkan jarum jam seolah bisa menghantam atau menusuk waktu.
Simile (perumpamaan):
  • “Bagai percik api di gulita malam”
  • “Bagai pucuk lontar yang terkunyah”
  • “Bagai rona pemancar…”
Ketiga baris ini menggunakan simile untuk memperkuat gambaran betapa berarti kehadiran sahabat.

Anaphora:
  • Pengulangan awal pada “Kau-” di beberapa baris seperti “Kauhadir…”, “Kauhibur…”, “Kausejuk…”, menekankan peran sahabat secara konsisten dalam berbagai situasi.
Metafora:
  • “Yang memberi warna di setiap langkahku” menjadikan sahabat sebagai “warna” hidup, makna kiasan untuk kebahagiaan dan makna hidup.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi terasa hangat, teduh, dan penuh ketulusan. Puisi ini menciptakan nuansa kasih sayang dan kenyamanan dalam relasi antar manusia, khususnya dalam hubungan persahabatan yang tulus.

Amanat / Pesan

Amanat yang disampaikan puisi ini adalah bahwa sahabat sejati adalah mereka yang selalu hadir dalam segala kondisi, yang mampu menjadi cahaya di tengah kegelapan, dan kekuatan saat kita rapuh. Persahabatan yang seperti ini patut dijaga dan dihargai, karena dalam dunia yang terus berubah, sahabat sejati adalah sesuatu yang langka dan berharga.

Puisi “Sahabat Sejati” karya Emi Fauziati adalah contoh yang sangat baik tentang bagaimana puisi anak dapat menggambarkan nilai-nilai luhur seperti persahabatan dengan bahasa yang puitis namun tetap membumi. Dengan pemanfaatan imaji yang kuat dan majas yang indah, puisi ini menyampaikan pesan bahwa sahabat sejati adalah bagian penting dalam perjalanan hidup seseorang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Karya ini bukan hanya pantas diapresiasi dari sisi sastra, tetapi juga bisa menjadi bahan refleksi dan pembelajaran bagi siapa saja yang membacanya.

Emi Fauziati
Puisi: Sahabat Sejati
Karya: Emi Fauziati

Biodata Emi Fauziati:
  • Dra. Hj. Emi Fauziati, lahir pada tanggal 10 Januari 1968 di Brebes.
  • Emi adalah penerima penghargaan lomba Karya Tulis Peningkatan IMTAQ Siswa tahun 2007 dan pemenang lomba penulis artikel Anti Hoax yang diselenggarakan oleh PGRI Jawa Tengah tahun 2017.
  • Selain itu, ia penulis novel Relung Kehidupan (2018) dan ikut menyumbangkan puisi ke dalam Antologi Puisi Guru (2018).
© Sepenuhnya. All rights reserved.