Puisi: Semua Tergantung Kita (Karya Arih Numboro)

Puisi “Semua Tergantung Kita” karya Arih Numboro mengajarkan bahwa setiap perbuatan membawa konsekuensi, dan anak-anak diajak untuk memilih ...

Semua Tergantung Kita


Kita tanam padi
Akan tumbuh padi
Kita pasti tuai padi
Meskipun rerumputan
Akan kita tuai pula
Itulah seuntai tamsil bijaksana

Semua tergantung kita
Kita berbuat kebaikan
Pastilah kita mendapatkan pula kebaikan
Walau tidak jarang nyinyir dan caci kita terima pula

Kita tanam gulma
Kita tuai gulma
Tidak akan tuai padi

Kita berbuat iri dan dengki
Kita akan mendapat balasan benci
Tidak akan dapat simpati

Semua tergantung kita
Semua akan kembali kepada kita
Kita pilih mana

Sumber: Surat dari Samudra (Balai Bahasa Jawa Tengah, 2018)

Analisis Puisi:

Puisi “Semua Tergantung Kita” karya Arih Numboro menekankan nilai moral dan tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Dalam buku Surat dari Samudra, puisi ini menonjol karena menyampaikan pesan etika dan kesadaran diri kepada anak-anak dengan bahasa sederhana namun jelas, menggunakan tamsil atau perumpamaan pertanian untuk menjelaskan konsep sebab-akibat dalam kehidupan sehari-hari.

Tema

Tema puisi ini adalah tanggung jawab, kebaikan, dan akibat dari tindakan kita. Puisi ini menekankan bahwa setiap perbuatan, baik atau buruk, akan kembali kepada pelakunya, dan anak-anak diajak untuk memilih tindakan yang baik dan bijaksana sejak dini.

Puisi ini bercerita tentang analogi menanam dan memanen untuk menggambarkan sebab-akibat dari perbuatan manusia.
  • Bait awal menekankan prinsip sederhana: “Kita tanam padi, kita tuai padi” sebagai simbol kebaikan, sementara menanam gulma atau melakukan iri dan dengki akan menghasilkan akibat buruk.
  • Bait selanjutnya menekankan bahwa semua tindakan kembali kepada kita, entah itu kebaikan atau keburukan.
Dengan cara ini, anak-anak diajarkan konsep moral dan tanggung jawab dengan analogi yang mudah dipahami, yaitu melalui pengalaman pertanian yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah bahwa kita memiliki kontrol atas perilaku dan tindakan kita, dan akibat dari tindakan itu adalah tanggung jawab kita sendiri. Puisi ini menanamkan kesadaran moral sejak dini, bahwa kebaikan akan membawa kebaikan, sedangkan keburukan akan berbalik pada pelaku.

Selain itu, puisi ini menyiratkan nilai kejujuran, kerja keras, dan kebijaksanaan dalam memilih tindakan sehari-hari, sehingga anak-anak belajar untuk menilai konsekuensi dari perbuatan mereka.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi terasa reflektif, bijaksana, dan penuh pengajaran. Analogi pertanian yang sederhana membuat suasana pembelajaran moral menjadi alami dan dekat dengan pengalaman anak-anak. Nada puisi bersifat menasihati dengan cara yang lembut namun tegas, mendorong pembaca muda untuk memahami hubungan antara tindakan dan akibatnya.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat puisi ini adalah bahwa setiap tindakan yang kita pilih akan menentukan hasil yang kita terima. Pesan moral ini mengajarkan anak-anak untuk:
  • Berbuat baik agar mendapatkan kebaikan.
  • Menahan iri, dengki, dan perilaku buruk yang dapat menimbulkan akibat negatif.
  • Menyadari bahwa tanggung jawab atas hidup mereka berada di tangan mereka sendiri.
Puisi ini menekankan konsep pilihan dan konsekuensi, sehingga anak-anak didorong untuk menjadi individu yang bijaksana dan bertanggung jawab.

Imaji

Puisi ini menghadirkan imaji visual dan analogi kehidupan sehari-hari:
  • “Kita tanam padi / Kita tuai padi” → imaji visual yang sederhana dan nyata, memudahkan anak-anak membayangkan proses menanam dan memanen.
  • “Kita tanam gulma / Kita tuai gulma” → imaji simbolis yang menggambarkan akibat dari tindakan negatif.
Imaji ini membuat pesan moral puisi lebih mudah dipahami oleh anak-anak karena dikaitkan dengan pengalaman yang mereka kenal.

Majas

Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
  • Majas metafora, menanam padi sebagai simbol berbuat baik dan menanam gulma sebagai simbol perilaku buruk.
  • Majas repetisi, pengulangan frasa “Semua tergantung kita” untuk menekankan pentingnya tanggung jawab pribadi.
  • Majas tamsil atau perumpamaan, yang menyederhanakan konsep moral menjadi analogi pertanian yang mudah dipahami anak-anak.
Puisi “Semua Tergantung Kita” karya Arih Numboro adalah puisi anak yang sederhana namun sarat nilai edukatif dan moral. Puisi ini mengajarkan bahwa setiap perbuatan membawa konsekuensi, dan anak-anak diajak untuk memilih kebaikan, menahan keburukan, serta menyadari tanggung jawab atas tindakan mereka.

Dengan bahasa yang mudah dipahami, imaji yang konkret, dan suasana yang bijaksana, puisi ini menjadi sarana pembelajaran moral yang efektif bagi anak-anak, sekaligus mendorong mereka untuk berpikir kritis tentang pilihan dan dampak dari setiap tindakan sehari-hari.

Arih Numboro
Puisi: Semua Tergantung Kita
Karya: Arih Numboro

Biodata Arih Numboro:
  • Arih Numboro lahir di sebuah dusun kecil bernama Taman Kulon, Desa Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri.
© Sepenuhnya. All rights reserved.