Puisi: Sudah Waktu (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Puisi "Sudah Waktu" mengandung pesan filosofis yang mengajak manusia untuk menyadari keterhubungan mereka dengan alam semesta dan untuk kembali ....
Sudah Waktu

sudah waktunya sekarang
kau mengembalikan
                rumput
                    tangkai
                        ranting
                            pepohonan
                                kedalam dirimu

sudah waktunya
        memasukkan kembali
            seluruh langit
                semua langit
                    setiap darat
                            kedalam dirimu

karena asal tanah itu kau
    asal langit itu kau
        asal laut itu kau
            asal jagad itu kau

jadi
    bersiapsiaplah
            kuatkuatkan
                    tahankan
                            dan
                                hormati dirimu:
                                            ludahlah!

1975

Sumber: O Amuk Kapak (1981)

Analisis Puisi:

Puisi "Sudah Waktu" karya Sutardji Calzoum Bachri adalah sebuah karya sastra yang penuh dengan makna dan pesan filosofis. Puisi ini mengeksplorasi tema tentang keterhubungan manusia dengan alam semesta, dan mengajak pembaca untuk merenungkan tentang kembali kepada akar dan hakikat diri.

Keterhubungan Manusia dengan Alam Semesta: Puisi ini menggambarkan keterhubungan manusia dengan alam semesta, diwakili oleh rumput, tangkai, ranting, dan pepohonan (tanah, langit, laut, dan jagad). Penyair mengajak pembaca untuk menyadari bahwa manusia dan alam semesta adalah satu kesatuan yang saling berhubungan dan bergantung satu sama lain.

Pemanggilan untuk Mengembalikan Alam ke Diri: Penyair mengajak pembaca untuk mengembalikan alam semesta ke dalam diri mereka. Dalam konteks ini, "memasukkan kembali seluruh langit dan semua langit" menandakan pentingnya menyadari bahwa alam semesta ada dalam diri manusia, sehingga memperlakukan lingkungan dan alam dengan hormat adalah juga memperlakukan diri sendiri.

Penekanan pada Kebangkitan dan Kesadaran Diri: Puisi ini menekankan pada kebangkitan dan kesadaran diri, yang diilustrasikan dengan kata "bersiapsiaplah, kuatkuatkan, tahankan, dan hormati dirimu: ludahlah!" Penyair mungkin ingin menyampaikan pesan bahwa manusia harus bangkit dan menyadari potensi besar yang ada dalam diri mereka untuk menjadi bagian yang bertanggung jawab dalam menjaga dan menghormati alam semesta.

Pesan Filosofis dan Makna Mendalam: Secara keseluruhan, puisi "Sudah Waktu" mengandung pesan filosofis yang mengajak manusia untuk menyadari keterhubungan mereka dengan alam semesta dan untuk kembali kepada akar dan hakikat diri. Puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan tentang peran mereka sebagai bagian dari alam semesta dan pentingnya menjaga keseimbangan dan harmoni dalam hubungan ini.

Puisi "Sudah Waktu" karya Sutardji Calzoum Bachri adalah sebuah karya sastra yang berisi pesan filosofis tentang keterhubungan manusia dengan alam semesta dan pentingnya kembali kepada akar dan hakikat diri. Puisi ini menekankan pentingnya menyadari bahwa alam semesta ada dalam diri manusia, sehingga memperlakukan lingkungan dan alam dengan hormat juga berarti memperlakukan diri sendiri dengan hormat. Pesan filosofis dalam puisi ini membuat pembaca merenung dan mengajak untuk bertindak sebagai agen perubahan yang bertanggung jawab dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam semesta.

Puisi: Sudah Waktu
Puisi: Sudah Waktu
Karya: Sutardji Calzoum Bachri

Biodata Sutardji Calzoum Bachri:
  1. Sutardji Calzoum Bachri lahir di Rengat, Indragiri Hulu, Riau, pada tanggal 24 Juni 1941.
  2. Sutardji Calzoum Bachri merupakan salah satu pelopor penyair angkatan 1970-an.
© Sepenuhnya. All rights reserved.