Puisi: Hidup (Karya Ajip Rosidi)

Puisi "Hidup" karya Ajip Rosidi mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan mereka dengan alam, orang-orang di sekitar mereka, dan makna dari ...
Hidup

Demi langit yang kujunjung
Demi laut yang kulayari
Demi kau yang selalu membisu
Hidup hari ini ladang hari nanti

Sumber: Sajak-Sajak Anak Matahari (1979)

Analisis Puisi:

Puisi "Hidup" karya Ajip Rosidi menyajikan sebuah meditasi tentang eksistensi dan kesetiaan melalui penggunaan simbol-simbol alam dan perasaan yang mendalam. Dalam puisi singkat ini, Rosidi mengungkapkan hubungan antara manusia, alam, dan pengalaman hidup sehari-hari dengan cara yang sederhana namun penuh makna.

Struktur dan Tema

Puisi ini terdiri dari empat baris yang padat dan langsung pada intinya. Struktur yang ringkas memungkinkan pesan-pesan yang disampaikan menjadi jelas dan mendalam.

Kesetiaan terhadap Alam dan Cinta

"Demi langit yang kujunjung / Demi laut yang kulayari / Demi kau yang selalu membisu"

Baris-baris ini mengungkapkan kesetiaan terhadap berbagai elemen dalam kehidupan: langit, laut, dan seseorang yang penting. "Langit yang kujunjung" dan "laut yang kulayari" menggambarkan hubungan yang mendalam dengan alam, sementara "kau yang selalu membisu" menunjukkan cinta atau hubungan yang mungkin terasa tidak terbalas atau sulit dipahami. Kesetiaan ini menunjukkan dedikasi dan komitmen terhadap sesuatu yang penting, baik itu alam maupun hubungan pribadi.

Makna dan Tujuan Hidup

"Hidup hari ini ladang hari nanti"

Baris terakhir memberikan makna dan tujuan pada pengalaman hidup saat ini. "Ladang hari nanti" melambangkan bahwa apa yang kita lakukan hari ini akan mempengaruhi masa depan kita. Ini mencerminkan pandangan bahwa tindakan dan keputusan kita saat ini memiliki dampak yang jauh di masa depan, dan kehidupan kita adalah sebuah proses yang berkelanjutan dan berkembang.

Interpretasi

Puisi "Hidup" mengeksplorasi tema tentang kesetiaan, hubungan dengan alam, dan makna kehidupan. Dengan menggunakan simbol langit, laut, dan seseorang yang membisu, Ajip Rosidi menciptakan gambaran tentang bagaimana berbagai aspek kehidupan mempengaruhi pengalaman kita.

Kesetiaan terhadap alam, yang digambarkan dengan "langit" dan "laut," menunjukkan rasa keterhubungan dan penghormatan terhadap lingkungan sekitar kita. Sementara itu, hubungan dengan seseorang yang "selalu membisu" mungkin mencerminkan tantangan dalam komunikasi atau cinta yang tidak sepenuhnya terbalas, tetapi tetap menjadi bagian penting dari kehidupan.

Baris terakhir, "Hidup hari ini ladang hari nanti," menyiratkan bahwa kehidupan kita saat ini adalah fondasi bagi masa depan kita. Ini mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana tindakan dan pilihan kita saat ini membentuk dan mempengaruhi kehidupan kita di masa depan.

Dengan bahasa yang sederhana namun kuat, puisi "Hidup" mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan mereka dengan alam, orang-orang di sekitar mereka, dan makna dari tindakan sehari-hari. Ini adalah meditasi tentang bagaimana kita dapat memahami dan menghargai kehidupan kita melalui kesetiaan, hubungan, dan kesadaran akan dampak tindakan kita.

Puisi Ajip Rosidi
Puisi: Hidup
Karya: Ajip Rosidi

Biodata Ajip Rosidi:
  • Ajip Rosidi lahir pada tanggal 31 Januari 1938 di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat.
  • Ajip Rosidi meninggal dunia pada tanggal 29 Juli 2020 (pada usia 82 tahun) di Magelang, Jawa Tengah.
  • Ajip Rosidi adalah salah satu Sastrawan Angkatan 66.
© Sepenuhnya. All rights reserved.