Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi 1 Bait

Puisi: Buron (Karya Gunoto Saparie)

Buron di bawah sinar bulan ia berjalan melewati jalan terjal banyak tikungan melintasi sungai lebar dan hutan lebat bayangan pintu dan terali besi it…

Puisi: Rahasia (Karya Gunoto Saparie)

Rahasia barangkali tak seorang pun tahu  kapankah ia akan menemuimu dengan seringai itu-itu juga barangkali sabtu atau minggu ya 2022 Analisis Puisi …

Puisi: Rindu Dendam (Karya Gunoto Saparie)

Rindu Dendam di padang ilalang sunyi menggenang rindu dendam meradang namun bisu kalbu mengejang Kendal, 2021 Analisis Puisi: Puisi "Rindu Denda…

Puisi: Kota Tua (Karya Gunoto Saparie)

Kota Tua kota tua kota lama kota purba nyaris musna kenangan dan lumut impian sia-sia dipagut proyek pelestarian 2022 Analisis Puisi: Puisi "Kot…

Puisi: Jakarta Itu (Karya Rayani Sriwidodo)

Jakarta Itu labah-labah di dahan         menenun jebakan                 kuluman senyum                         seraya menerkam 1979 Sumber: Selendan…

Puisi: Sebait Pantun Bujang (Karya Agit Yogi Subandi)

Sebait Pantun Bujang akasia hijau tersepuh bunganya cemara kering rapuh mengapa bunga tak kunjung jatuh hingga angan berubah keluh. Band…

Puisi: Gelagat (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Gelagat Lirik lagu boleh islami Tapi bagaimana dengan yang nyanyi? Dan bagaimana dengan penonton yang lagi mabuk di bawah panggung itu? An…

Puisi: Bila Hujan (Karya A. Munandar)

Bila Hujan Bila hujan tak sempat menawar pilu         izinkan aku menitip duka padamu. Bawalah ke ujung timur         sebab rindu bermuara da…

Puisi: Hatiku Selembar Daun (Karya Sapardi Djoko Damono)

Hatiku Selembar Daun hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput; nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini; ada yang masih …

Puisi: Kenangan Hujan (Karya Mustafa Ismail)

Kenangan Hujan Hujan kembali mengucur menari di atas rambutmu mengirim kenangan dari masa lalu, dari kesun…

Puisi: Bunda (Karya Ajip Rosidi)

Bunda Nyanyi menayang mimpi ke pangkuannya damai pun terlena dalam hati mewujudkan kasih dan cinta yang takkan terhalang me…

Puisi: Doa (Karya Ajip Rosidi)

Doa Doa ialah burung-burung cahaya yang kuterbangkan ke hadiratmu. Doa ialah anak-anak panah cinta yang kuarahkan ke dalam kalbumu. Doa ialah …

Puisi: Menunggu (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Menunggu aku akan menunggumu selesai menulis nama, mencatat kelahiran di lontar atau halaman hari-hari ingin kuhirup segala keriangan! …

Puisi: Kidung Putih (Karya Slamet Sukirnanto)

Kidung Putih Bagai semula! Burung kembali kepaknya Dan kini kurentangkan tanganku Menadah kepada-Mu! Kembali kepada-Mu! 1966 Sumbe…

Puisi: Pencerahan (Karya Djoko Saryono)

Pencerahan mandi rindu di bawah hujan cahayamu sabda-sabda mengaliri jejaring nadiku: tiba-tiba terangkat kedua tangan membangun masjid di dada p…
© Sepenuhnya. All rights reserved.