Puisi 1 Bait

Puisi: Sepatu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sepatu Kau tak merasa sepatumu telah menginjak kerikil dan daun tua di jalan kecil itu; kau tak mendengar pe…

Puisi: Pencarian (Karya Siti Nuraini)

Pencarian Untuk R.N Karena Godot tak datang sungkan berpesan alamat tiada kemungkinan seribu satu: bagai pengembara Jahudi kuri…

Puisi: Berita Pertama (Karya Abdul Hadi WM)

Berita Pertama Berita pertama yang sampai Adalah Adam. Dengan kecewa menyusuri pantai Menyongsong katamu. Mengembara terus orang asing! Adam bertanya…

Puisi: Dingin Pelabuhan (Karya Abdul Hadi WM)

Dingin Pelabuhan Dingin di pelabuhan kinipun letih Di atas geladak. Hanya ada suara ombak, sedikit meraih Kelasi tahu, kemana dingin akan bertolak Ta…

Puisi: Mata (Karya Korrie Layun Rampan)

Mata isyarat yang menikam jantung hari pisau, panah, pedang api firdausi laut: kolam yang dasar tiada cahaya yang diam-diam mengintip kita Sumber:  M…

Puisi: Asik Sendiri (Karya Hani Prasetianingtiyas)

Asik Sendiri Kita merayakan tanya Sedang Tuhan asik sendiri Tuhan merayakan mati  Sedang kita asik sendiri Purwokerto, 20 November 2022 Analisis Puis…

Puisi: Kwatrin Cengkrik (Karya Gunoto Saparie)

Kwatrin Cengkrik suara cengkrik di persawahan bersahutan ketika malam pun bertambah larut lalu sunyi memperdalam kesepian ada ricik air kali mengalir…

Puisi: Kuberi Engkau Sayap (Karya Aldian Aripin)

Kuberi Engkau Sayap Kuberi engkau sayap Terbanglah. Menjauh atau mendekat Terserah. Pekanbaru, 1977 Sumber: Nyanyian Malam…

Puisi: Ingatan (Karya Acep Zamzam Noor)

Ingatan Sudah lama aku menyukai sebutir batu Yang kebeningan warnanya selalu mengingatkanku Pada kedalaman rindu. Aku menyimpan dan merawatnya Sepert…

Puisi: Pencerahan (Karya Djoko Saryono)

Pencerahan mandi rindu di bawah hujan cahayamu sabda-sabda mengaliri jejaring nadiku: tiba-tiba terangkat kedua tangan membangun masjid di dada p…

Puisi: Lelaki kepada Kekasihnya (Karya Fitri Yani)

Lelaki kepada Kekasihnya cintaku padamu: rumah perak di tengah belantara tamannya adalah kata-kata yang kutanam di hatimu. 2010 S…

Puisi: Sukabumi (Karya Rahman Arge)

Sukabumi Jika anda digoda mati Karena tak suka pada bumi Datanglah ke Sukabumi Konon untuk menimbun sunyi 1972 Sumber: Horison  (Mei, 1974) Analisis …

Puisi: Kemarau (Karya Slamet Sukirnanto)

Kemarau Bukit kehilangan rimbun Cakap kehilangan santun Bumi keras; hatimu padas Bersama mengaum: lepas ... 1975 Sumber: Luka Bung…

Puisi: Cerita di Kebun Kopi (Karya Eka Budianta)

Cerita di Kebun Kopi Bunga-bunga putih yang bisa dipetik sewaktu-waktu telah membuat burung kecil itu termangu. 1978 Sumber: Cerita di Kebu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.