Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Keranda (Karya Asep Setiawan)

Puisi "Keranda" karya Asep Setiawan bercerita tentang seorang kekasih yang telah meninggal dunia. Sang penyair menggambarkan tidur panjang kekasih ...
Keranda

Kekasih,
Tidurmu pulas menutup
Seluruh abad lalu
Dan bunga yang telah lama kering
Adalah kesetiaanku.

Sumber: Yang Paling Manis Itu Kata (Bukupop, 2005)

Analisis Puisi:

Puisi "Keranda" karya Asep Setiawan merupakan salah satu karya yang singkat namun sarat makna. Dengan hanya beberapa baris, penyair mampu menghadirkan perenungan mendalam mengenai kematian, kehilangan, dan kesetiaan.

Tema

Tema utama dalam puisi Keranda adalah kematian dan kesetiaan cinta. Penyair menggambarkan kepergian seorang kekasih yang sudah tidak lagi berada di dunia, tetapi kenangan dan ikatan batin tetap hidup. Tema ini juga merujuk pada perenungan akan kefanaan manusia.

Puisi ini bercerita tentang seorang kekasih yang telah meninggal dunia. Sang penyair menggambarkan tidur panjang kekasih sebagai penutup “seluruh abad lalu”, seolah-olah kematian menjadi garis akhir perjalanan hidupnya. Meski demikian, si aku liris tetap setia dengan menghadirkan simbol bunga kering sebagai tanda cintanya yang tak pernah pudar.

Makna Tersirat

Makna tersirat dari puisi ini adalah pesan bahwa kematian tidak serta-merta menghapus cinta dan kesetiaan. Bunga yang sudah lama kering melambangkan kenangan dan pengorbanan yang terus dijaga meski waktu telah berlalu. Puisi ini juga menyiratkan kesedihan mendalam yang tenang, bukan ledakan emosi, melainkan penerimaan akan kehilangan dengan penuh kesetiaan.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi Keranda terasa sunyi, muram, dan melankolis. Kata-kata seperti “tidurmu pulas” dan “bunga yang telah lama kering” menciptakan nuansa kesepian sekaligus kesedihan yang mendalam, namun di sisi lain juga menghadirkan keteguhan hati dalam menerima kenyataan.

Amanat

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah bahwa cinta sejati tetap hidup meski terpisahkan oleh kematian. Penyair mengingatkan bahwa kesetiaan adalah bentuk cinta paling dalam yang mampu bertahan melewati waktu, bahkan sampai setelah seseorang tiada.

Imaji

Puisi ini menghadirkan imaji visual dan perasaan. Contohnya:
  • “Tidurmu pulas menutup seluruh abad lalu” → menciptakan gambaran visual seseorang yang terbaring dalam kematian.
  • “Bunga yang telah lama kering” → menghadirkan imaji visual kesetiaan yang telah melewati waktu panjang, namun masih tetap ada meski dalam bentuk yang rapuh.

Majas

Beberapa majas yang muncul dalam puisi ini antara lain:
  • Majas personifikasi: “Tidurmu pulas menutup seluruh abad lalu” menggambarkan kematian sebagai tidur panjang yang menutup waktu.
  • Majas simbolik: “Bunga yang telah lama kering” sebagai simbol cinta dan kesetiaan yang tetap ada meskipun sudah melewati masa-masa panjang.
Puisi "Keranda" karya Asep Setiawan adalah karya pendek namun sarat makna. Melalui diksi sederhana, penyair mampu menyampaikan perasaan kehilangan, kesetiaan, dan makna cinta yang abadi. Tema kematian yang diangkat tidak digambarkan dengan kengerian, melainkan dengan kelembutan dan kesetiaan yang menyentuh hati.

Sepenuhnya Puisi
Puisi: Keranda
Karya: Asep Setiawan
© Sepenuhnya. All rights reserved.