Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Membayangkan Omong Kosong (Karya Agus Dermawan T.)

Puisi "Membayangkan Omong Kosong" karya Agus Dermawan T. bercerita tentang tokoh aku yang membayangkan situasi ekstrem: sebuah kota bergolak karena ..

Membayangkan Omong Kosong


Selalu aku bayangkan tiba-tiba kota bergolak ketika didengar peristiwa penculikan hatimu. Satu batalyon dikerahkan dan seorang laki-laki siap menghadapiku dengan senapan di tangan. Aku ditembak. Tetapi dengan tenang aku berdiri tegak melapangkan dada menerima segala resiko. Sebab aku tahu hatimu pun tersenyum melihat ini. Memang cinta kita harus ditebus dengan keriuhan udara. Peluru yang menembus jantungku adalah pelukanmu paling hangar di ranjang pengantin.

Yogyakarta, 1976

Sumber: Pantang Kabur (2022)

Analisis Puisi:

Puisi "Membayangkan Omong Kosong" karya Agus Dermawan T. merupakan karya pendek yang padat makna, memadukan metafora militer dan percintaan secara unik. Melalui narasi yang menggabungkan imaji peperangan dan romantisme, puisi ini menghadirkan gambaran cinta yang dramatis, intens, dan penuh pengorbanan.

Tema

Tema utama puisi ini adalah cinta yang dibalut pengorbanan dan keberanian. Penyair membangun suasana seolah-olah cinta adalah medan pertempuran yang harus dihadapi dengan keberanian penuh, bahkan ketika resikonya adalah kematian. Tema tambahan yang tersirat adalah absurditas atau hiperbola dalam mengungkapkan perasaan cinta, yang bisa saja menjadi bentuk sindiran halus terhadap kecenderungan manusia melebih-lebihkan emosi.

Puisi ini bercerita tentang tokoh aku yang membayangkan situasi ekstrem: sebuah kota bergolak karena “penculikan hati” orang yang dicintainya. Gambaran ini memunculkan reaksi besar, hingga satu batalyon dikerahkan dan seorang laki-laki bersenjata siap menembaknya. Namun tokoh aku berdiri tegak, siap menerima peluru dengan dada lapang, karena ia yakin kekasihnya akan tersenyum melihat keberanian itu. Dalam imajinasinya, peluru yang menembus jantung bukan lagi simbol kematian, melainkan pelukan hangat di ranjang pengantin.

Makna tersirat

Makna tersirat dari puisi ini adalah bahwa cinta sering kali melibatkan risiko besar, baik dalam bentuk pengorbanan nyata maupun emosional. Penyair juga seolah menunjukkan bahwa dalam cinta, rasa sakit bisa berubah menjadi kenikmatan emosional jika itu demi kebahagiaan bersama. Selain itu, penggunaan situasi militer untuk menggambarkan hubungan asmara menyiratkan bahwa cinta dapat menjadi arena pertempuran yang sengit, namun juga penuh kehangatan dan kedekatan.

Suasana dalam puisi

Suasana puisi ini terasa tegang sekaligus romantis. Tegang karena adanya gambaran pasukan, senapan, dan tembakan; romantis karena semua risiko itu dihubungkan dengan cinta yang hangat dan penuh gairah.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat yang dapat diambil adalah bahwa cinta sejati menuntut keberanian untuk mengambil risiko, bahkan jika itu berarti menghadapi bahaya atau kehilangan. Puisi ini juga mengajak pembaca untuk melihat bahwa pengorbanan dalam cinta bisa menjadi hal yang indah, asalkan dilandasi ketulusan.

Imaji

Puisi ini memunculkan imaji yang kuat, antara lain:
  • Visual: “satu batalyon dikerahkan”, “seorang laki-laki siap menghadapiku dengan senapan di tangan”.
  • Auditif: “keriuhan udara” yang membayangkan suasana perang.
  • Imaji perasaan: peluru yang menembus jantung diubah maknanya menjadi pelukan hangat di ranjang pengantin, menghadirkan sensasi kontras antara kekerasan dan kelembutan.

Majas

Beberapa majas yang digunakan antara lain:
  • Metafora: “penculikan hatimu” menggambarkan perebutan cinta, bukan penculikan secara fisik.
  • Hiperbola: gambaran satu batalyon dikerahkan hanya karena urusan cinta, sebagai bentuk pernyataan berlebihan untuk menegaskan intensitas perasaan.
  • Paradoks: peluru yang biasanya membawa kematian justru digambarkan sebagai pelukan hangat.
  • Personifikasi: hati kekasih yang “tersenyum” melihat keberanian sang tokoh aku.
Puisi "Membayangkan Omong Kosong" menggabungkan ketegangan militer dengan romansa intim, menciptakan perpaduan yang unik dan dramatis. Agus Dermawan T. seolah ingin menunjukkan bahwa meski cinta kadang terasa seperti perang, pada akhirnya yang tersisa adalah kehangatan yang menenangkan.

Agus Dermawan T.
Puisi: Membayangkan Omong Kosong
Karya: Agus Dermawan T.

Biodata Agus Dermawan T.:
  • Agus Dermawan T. lahir pada tanggal 29 April 1952 di Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur.
© Sepenuhnya. All rights reserved.