Puisi: Sajak Pertama (Karya Leon Agusta)

Puisi "Sajak Pertama" karya Leon Agusta bercerita tentang bagaimana segala elemen alam—air, tanah, tanaman, hewan, bintang, matahari, bulan, dan ...
Sajak Pertama
(sebuah paduan suara)

dalam gelap kau ciptakan air                    maka     air pun ada
dalam gelap kau ciptakan tanah               maka     tanah pun ada
dalam gelap kau ciptakan tanaman           maka     tanaman pun ada
dalam gelap kau ciptakan hewan              maka     hewan pun ada
dalam gelap kau ciptakan bintang            maka     bintang pun ada
dalam gelap kau ciptakan matahari          maka     matahari pun ada
dalam gelap kau ciptakan bulan               maka     bulan pun ada
dalam gelap kau ciptakan batu                 maka     batu pun ada
dalam gelap kau ciptakan waktu              maka     waktu pun ada
dalam gelap kau ciptakan angin               maka     angin pun ada
dalam gelap kau ciptakan sunyi               maka     sunyi pun ada
dalam gelap kau ciptakan malaikat          maka     malaikat pun ada
dalam gelap kau ciptakan setan                maka     setan pun ada
dalam gelap kau ciptakan Adam              maka     Adam pun ada

dari kelam kau lemparkan aku
ke dalam kelam kau lemparkan aku

dalam kelam kulihat kau
dalam sunyi kudengar kau

dalam aku di mana aku kau?
dalam aku kau              ada
dalam aku air                ada
dalam aku batu             ada
dalam aku kelam          ada
dalam aku terang          ada
dalam aku tanah           ada
dalam aku sunyi           ada
dalam aku bunyi           ada
dalam aku bisu             ada
dalam aku diam            ada
dalam aku gerak           ada
dalam aku kita              ada

dalam ada di mana aku?
dalam kau di mana aku?
dalam kau siapa aku?

di luar waktu?

sebelum waktu
di dalam waktu
sesudah waktu, hanya kau, hanya kau, hanya kau, dalam
    gelap
        dalam rahasia
            Cipta                ?

1986

Sumber: Gendang Pengembara (2012)
Catatan:
Sajak Pertama dipergelarkan oleh satu grup tadarus bersama sajak-sajak penyair lain dalam “Tadarus Puisi Bulan Suci” 23-24 Mei 1986 (14-15 Ramadhan 1406-H).

Analisis Puisi:

Puisi "Sajak Pertama" karya Leon Agusta adalah sebuah karya yang kaya akan filosofi penciptaan dan keberadaan. Puisi ini pernah dipergelarkan dalam sebuah acara tadarus puisi pada bulan suci Ramadhan tahun 1986, yang memperkuat nuansa spiritual dan reflektif dari karya ini.

Tema

Tema utama puisi ini adalah penciptaan dan eksistensi, dengan sentuhan mistis dan spiritual yang mendalam. Puisi menggambarkan proses penciptaan segala sesuatu yang ada di alam semesta dari dalam kegelapan atau ketiadaan.

Puisi ini bercerita tentang bagaimana segala elemen alam—air, tanah, tanaman, hewan, bintang, matahari, bulan, dan bahkan makhluk seperti malaikat, setan, dan Adam—diciptakan dari kegelapan. Kegelapan itu sendiri menjadi ruang misterius dan rahasia di mana segala sesuatu bermula. Puisi juga menggambarkan keberadaan aku (persona) yang dilemparkan ke dalam kelam dan mencari jati diri serta keterkaitan dengan pencipta dan ciptaan.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah tentang proses lahirnya kehidupan dan kesadaran dari kegelapan dan ketidakpastian, serta pencarian makna eksistensi dalam dimensi waktu dan ruang. Puisi mengajak pembaca untuk merenungkan asal-usul dan hubungan manusia dengan alam semesta dan Yang Maha Pencipta.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini terasa misterius, khusyuk, dan meditatif, mengajak pembaca untuk memasuki ruang hening dan penuh rahasia penciptaan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Pesan puisi ini menekankan pada kesadaran akan asal-usul segala sesuatu dan mengajak untuk merenungkan posisi manusia di antara ciptaan lain serta dalam hubungan dengan kekuatan pencipta yang misterius.

Imaji

Puisi ini dipenuhi imaji-imaji kosmik dan alam seperti:
  • Air, tanah, tanaman, hewan yang menggambarkan unsur dasar alam.
  • Bintang, matahari, bulan yang membawa makna alam semesta dan waktu.
  • Malaikat dan setan yang menggambarkan dimensi spiritual.
  • Kegelapan (gelap, kelam, sunyi) sebagai tempat penciptaan dan rahasia.

Majas

Majas yang digunakan dalam puisi ini meliputi:
  • Repetisi: Pengulangan frasa "dalam gelap kau ciptakan" dan "dalam aku ... ada" memperkuat ritme dan kesan mistis.
  • Paradoks: Eksistensi tercipta dari kegelapan dan sunyi yang secara umum diasosiasikan dengan ketiadaan.
  • Personifikasi: Kegelapan dan sunyi dihadirkan seolah menjadi entitas yang aktif dalam penciptaan.
Puisi "Sajak Pertama" karya Leon Agusta adalah puisi yang mengajak pembaca untuk merenungkan asal-usul dan eksistensi segala sesuatu yang ada di dunia, mulai dari unsur alam hingga makhluk spiritual. Melalui penggunaan bahasa yang sederhana namun filosofis, puisi ini membawa pembaca pada pengalaman meditasi spiritual tentang penciptaan dan keberadaan. Karya ini juga mengandung keindahan ritme dan struktur yang membangun suasana hening dan penuh misteri, sangat sesuai dengan konteks tadarus puisi di bulan suci Ramadhan.

Leon Agusta
Puisi: Sajak Pertama
Karya: Leon Agusta

Biodata Leon Agusta:
  • Leon Agusta (Ridwan Ilyas Sutan Badaro) lahir pada tanggal 5 Agustus 1938 di Sigiran, Maninjau, Sumatra Barat.
  • Leon Agusta meninggal dunia pada tanggal 10 Desember 2015 (pada umur 77) di Padang, Sumatra Barat.
  • Leon Agusta adalah salah satu Sastrawan Angkatan 70-an.
© Sepenuhnya. All rights reserved.