Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Buat Ibu (Karya Hartojo Andangdjaja)

Puisi "Buat Ibu" karya Hartojo Andangdjaja bercerita tentang seorang anak yang kembali pulang setelah lama merantau. Dalam kepulangannya, ia ...

Buat Ibu


Getih kasihmu putih
dan tanganmu kembang meraih
hati pencari yang letih

telah pulang dia dari seberang:
betapa jauh perginya —
telah pulang dia dari rantau orang:
betapa rindu hatinya —

ibu, di sini dia kembali menemu
rumahnya di hatimu

di sini dia setia menunggu
matinya di atas pangkuanmu

1956

Sumber: Kumpulan Puisi (2019)

Analisis Puisi:

Puisi "Buat Ibu" karya Hartojo Andangdjaja adalah salah satu karya yang sederhana secara struktur, namun sarat makna dan menyentuh sisi terdalam emosi pembaca. Lewat kata-kata yang jernih dan penuh perasaan, puisi ini menampilkan sosok ibu sebagai tempat pulang, sebagai pelabuhan terakhir dari setiap perjalanan panjang seorang anak.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kasih sayang ibu dan kerinduan seorang anak akan pelukan ibunya. Kasih ibu digambarkan sebagai sesuatu yang murni, abadi, dan menjadi rumah sejati bagi setiap anak yang telah lelah berkelana dalam hidup.

Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang kembali pulang setelah lama merantau. Dalam kepulangannya, ia menemukan kembali kasih sayang ibu yang tulus, yang selalu menunggu dengan setia. Gambaran “rumah” di sini bukan hanya tempat fisik, melainkan simbol hati ibu yang selalu terbuka bagi anaknya. Pada akhirnya, si anak berikrar untuk tetap setia hingga ajal menjemput di pangkuan sang ibu.

Makna Tersirat

Makna tersirat dari puisi ini adalah bahwa sejauh apa pun seseorang pergi, kasih ibu adalah tempat kembali yang sesungguhnya. Puisi ini juga menunjukkan bahwa cinta seorang ibu tidak pernah berubah, bahkan ketika anak sudah jauh dan lama meninggalkan rumah. Lebih dalam lagi, puisi ini bisa ditafsirkan sebagai kesadaran akan kefanaan hidup, di mana manusia pada akhirnya akan pulang kepada kasih ibu, baik dalam arti harfiah maupun simbolis (ibu sebagai asal kehidupan, bahkan bisa dimaknai sebagai “Ibu Pertiwi” atau tanah air).

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa haru, tenang, dan penuh kerinduan. Ada nuansa damai ketika si anak akhirnya pulang dan menemukan kembali kehangatan kasih ibu. Namun di sisi lain, ada juga bayangan duka karena kepulangan ini diakhiri dengan keinginan “mati di atas pangkuan ibu”, seolah menegaskan pertemuan terakhir yang penuh keikhlasan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan yang dapat diambil dari puisi ini adalah jangan pernah melupakan jasa dan kasih sayang ibu. Sejauh apa pun langkah hidup membawa seseorang, jangan sampai lupa bahwa ibu selalu menjadi tempat pulang. Puisi ini juga menyiratkan pesan bahwa pengabdian seorang anak kepada ibunya tidak boleh putus hingga akhir hayat.

Imaji

Puisi ini menampilkan beberapa imaji yang kuat dan menyentuh:
  • “Getih kasihmu putih”: menghadirkan imaji darah yang putih, simbol kesucian kasih seorang ibu.
  • “Tanganmu kembang meraih”: memberi gambaran lembut tangan ibu yang terbuka dan selalu menyambut anaknya.
  • “Rumahnya di hatimu”: imaji rumah yang tidak berupa bangunan fisik, melainkan tempat batin yang penuh cinta.
  • “Matinya di atas pangkuanmu”: imaji puitis tentang akhir hidup yang damai, dilingkupi kasih ibu.

Majas

Beberapa majas yang menonjol dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora: “Getih kasihmu putih” menggambarkan kemurnian cinta ibu.
  • Personifikasi: “tanganmu kembang meraih” seolah tangan ibu adalah bunga yang selalu mekar dan menyambut.
  • Hiperbola: ungkapan kasih ibu sebagai sesuatu yang begitu suci dan abadi.
  • Simbolik: rumah sebagai lambang hati ibu, tempat kepulangan sejati seorang anak.
Puisi "Buat Ibu" karya Hartojo Andangdjaja adalah karya yang menyentuh perasaan melalui ungkapan sederhana tetapi mendalam. Dengan tema kasih sayang ibu dan kerinduan seorang anak, puisi ini menegaskan bahwa ibu adalah rumah, pelabuhan terakhir, sekaligus sumber cinta paling murni dalam hidup manusia. Imaji dan majas yang digunakan memperkuat kesan puitis sekaligus membuat puisi ini mampu menyapa hati pembaca dari generasi ke generasi.

Hartojo Andangdjaja
Puisi: Buat Ibu
KaryaHartojo Andangdjaja

Biodata Hartojo Andangdjaja:
  • Hartojo Andangdjaja (Ejaan yang Disempurnakan: Hartoyo Andangjaya) lahir pada tanggal 4 Juli 1930 di Solo, Jawa Tengah.
  • Hartojo Andangdjaja meninggal dunia pada tanggal 30 Agustus 1990 (pada umur 60 tahun) di Solo, Jawa Tengah.
  • Hartojo Andangdjaja adalah salah satu Sastrawan Angkatan '66.
© Sepenuhnya. All rights reserved.