Puisi: Matraman Raya (Karya Motinggo Boesje) Matraman Raya Kiranya membenih jua segala apa yang kau tanam Aku mulai benci padamu dan kisahmu yang mendustaiku Aku ingat lagi bagaimana hati dan di…
Puisi: Kota Kami Dahulu (Karya Motinggo Boesje) Kota Kami Dahulu tak kukira, kukira kaliku sudah tak di situ lagi kita lama saling terendam sampai lumpurnya jika kau belum lupa pada anakmu sebesar …
Puisi: Anak Hilang (Karya Djamil Suherman) Anak Hilang Sudah begitu lama tak dikenalnya lagi kasih manusia sudah begitu lama bayi bayi tengkurap tak mengerti muka muka tua berpalingan sebuah r…
Puisi: Pulang (Karya Hijaz Yamani) Pulang datangnya di malam yang berkaca pada bulan hatinya lama merindukan cita di daratan jauh sewaktu tidak bisa pulang dan merajai hati larutlah di…
Puisi: Buat Ibu (Karya Hartojo Andangdjaja) Buat Ibu Getih kasihmu putih dan tanganmu kembang meraih hati pencari yang letih telah pulang dia dari seberang: betapa jauh perginya — telah pulang …
Puisi: Gerimis Putih (Karya Taufiq Ismail) Gerimis Putih Malam Oktober yang panjang, dan turun perlahan Merisik dedahanan telanjang serta deru tertahan Dada bumilah yang putih dan terle…
Puisi: Di Luar Jamah Kesetiaan (Karya Ajip Rosidi) Di Luar Jamah Kesetiaan Ada di luar jamah kesetiaan Kami kini terbaring di sini Ada di luar hikmah bercumbu karena tangan yang kami gapaikan bertemu …
Puisi: Yuliaku (Karya Djamil Suherman) Yuliaku Tiap petang tiap malam padamulah selalu Yulia, keras hati ingin sampaikan salam dan lagu Bila mendung datang kelam sunyi berkabut Mengenang h…
Puisi: Prisma (Karya Surachman R.M.) Prisma jika pertama bersama dari satu sumber mengalir diirisnya kini alur-alur terpencar dan kesatuan warna yang putih di lensa lahir sua…
Puisi: Demokrasi (Karya Agam Wispi) Demokrasi jenderal, telah kami pasang bintang-bintang di dada kalian dari rejam tuan tanah dan lintah kutuntut bintangmu: mana tanah?! …
Puisi: Tahanan (Karya W.S. Rendra) Tahanan Atas ranjang batu tubuhnya panjang bukit barisan tanpa bulan kabur dan liat dengan mata sepikan terali. Di lorong-lorong ja…
Puisi: Piknik (Karya Ajip Rosidi) Piknik Perawan putih berperahu ke pulau bersamaku bertanyakan siapa ibu dari ufuk mana abang datang? Sehari cuma kami bercinta — pelabuha…
Puisi: Januari, 1949 (Karya Taufiq Ismail) Januari, 1949 Butiran logam membunuh saudaraku Dirabanya pinggangnya Ketika dia rubuh Sejemput dendam me…
Puisi: Ode (Karya Toto Sudarto Bachtiar) Ode (1) katanya, kalau sekarang aku harus berangkat kuberi pacarku peluk penghabisan yang berat aku besok …