Analisis Puisi:
Puisi “Di Negeri Kaya Cucu Melangkah Gagah” karya Aspar Paturusi merupakan sebuah karya yang sarat dengan pesan sosial dan refleksi kehidupan. Dalam bentuknya yang sederhana namun penuh makna, penyair menghadirkan suara seorang kakek yang menyambut kelahiran cucunya dengan doa, harapan, sekaligus kegelisahan akan situasi negeri tempat cucunya tumbuh kelak.
Tema
Tema utama puisi ini adalah harapan dan kegelisahan seorang kakek terhadap masa depan cucunya di tengah kondisi bangsa yang kaya namun penuh masalah. Ada perasaan bahagia menyambut kelahiran, tetapi juga terselip kritik sosial terhadap problem korupsi, politik, dan ketidakadilan.
Puisi ini bercerita tentang seorang kakek yang menyambut cucunya yang baru lahir ke dunia, lalu menyampaikan refleksi tentang negeri tempat cucu itu lahir. Ia menyinggung keindahan alam, doa orang tua, hingga kenyataan sosial seperti korupsi, macet, konflik tanah, dan kegaduhan politik. Sang kakek berusaha menguatkan cucunya agar kelak bisa melangkah gagah di tanah air yang penuh paradoks: kaya sumber daya, namun diliputi masalah.
Makna Tersirat
Makna tersirat dari puisi ini adalah kritik terhadap keadaan bangsa Indonesia yang kaya raya namun sering dikelola dengan buruk. Penyair menggambarkan kontras: alam yang indah dan sumber daya melimpah, tetapi korupsi, politik gaduh, serta konflik tanah merusak wajah negeri. Sekaligus, ada harapan bahwa generasi baru—seperti sang cucu—akan lahir membawa semangat baru untuk melangkah lebih gagah dan memperbaiki keadaan.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini campuran antara haru, teduh, sekaligus getir. Haru karena kelahiran cucu selalu menjadi momen penuh syukur, teduh karena digambarkan dengan doa, senyum langit, dan birunya laut, tetapi getir karena di balik itu tersimpan ironi bangsa yang penuh masalah.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Amanat yang disampaikan dalam puisi ini adalah bahwa kelahiran generasi baru membawa harapan bagi masa depan bangsa, meskipun mereka akan menghadapi kenyataan pahit berupa korupsi, politik gaduh, dan ketidakadilan. Penyair ingin menyampaikan bahwa anak cucu harus melangkah dengan gagah, penuh semangat, dan jangan sampai menyerah meski lahir di negeri penuh tantangan.
Imaji
Puisi ini menghadirkan imaji yang kuat, misalnya:
- Imaji visual: “langit cerah, awan bak senyum, laut tetap biru dan buihnya tetap putih jernih” → membangkitkan gambaran indah tentang alam.
- Imaji auditif: “kau sapa dunia dengan tangis pertama”, “meski suara serak, kakek akan bernyanyi” → menghadirkan suasana penuh suara kehidupan.
- Imaji gerak: “kau melangkah gagah” → memberi kesan pergerakan penuh semangat generasi baru.
Majas
Beberapa majas yang tampak dalam puisi ini antara lain:
- Personifikasi – “awan bak senyum”, “laut tetap biru dan buihnya tetap putih jernih” memberi sifat manusiawi pada alam.
- Metafora – “ruhmu pamit dari alam abadi ke alam fana” sebagai kiasan perjalanan kelahiran.
- Hiperbola – “negeri gaduh politisi” dilebih-lebihkan untuk menekankan suasana politik yang ricuh.
- Ironi – negeri disebut kaya, tetapi digambarkan penuh korupsi dan masalah sosial.
Puisi “Di Negeri Kaya Cucu Melangkah Gagah” karya Aspar Paturusi bukan hanya sebuah ungkapan cinta kakek kepada cucunya, tetapi juga refleksi sosial yang tajam tentang negeri ini. Dengan menghadirkan tema harapan dan kritik, puisi ini bercerita tentang realitas pahit yang dibalut dengan imaji indah serta majas yang menyentuh. Pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa generasi baru harus tetap melangkah gagah di negeri kaya yang penuh tantangan.
Karya: Aspar Paturusi
Biodata Aspar Paturusi:
- Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
- Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
