Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Jalan (Karya Mahdi Idris)

Puisi "Jalan" karya Mahdi Idris bercerita tentang manusia yang tidak bisa melepaskan diri dari perjalanan hidupnya. Setiap orang memiliki jalannya ...
Jalan

Tiap kita punya jalan. Jalan panjang dan berliku. Jalan lurus dan menikung.
Jalan yang akan kita tempuh ke tempat terjauh, dekat, dan tak kasat mata.
Kita tak bisa menghindari perjalanan. Selalu ada jalan bagi diri. Juga
jalan dalam diri. Jalan bagi darah yang mengalir ke jantung.

Dalam jantung, mendekam sebuah jalan yang berliku menuju otak dan nadi,
menuju ke arah liang luka tersayat pisau. Atau jalan darah menuju rongga
yang menghendaki sebuah pencapaian di luar diri.

Aku dan kau, memiliki jalan yang tak harus sama. Sebab kita punya tujuan
yang berbeda. Tujuan yang menampung segala keinginan, cinta, serta
kebencian yang tak dapat ditakar. Seperti ombak yang tak bisa ditebak
ke mana menghempas dan menjelma buih. Bukankah ia juga punya jalan?

Tanah Luas, 2018

Analisis Puisi:

Puisi "Jalan" karya Mahdi Idris menyajikan permenungan filosofis mengenai perjalanan hidup manusia. Dengan bahasa sederhana namun penuh lapisan makna, penyair menggambarkan bagaimana setiap orang memiliki jalan masing-masing yang harus ditempuh, baik yang tampak jelas maupun yang tersembunyi dalam diri.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perjalanan hidup manusia yang unik dan berbeda satu sama lain. Jalan menjadi metafora untuk menggambarkan pilihan, pengalaman, dan tujuan hidup yang tak bisa disamakan antara satu orang dengan lainnya.

Puisi ini bercerita tentang manusia yang tidak bisa melepaskan diri dari perjalanan hidupnya. Setiap orang memiliki jalannya masing-masing: ada yang panjang, berliku, lurus, ataupun penuh tikungan. Bahkan dalam tubuh manusia sendiri ada jalan—seperti jalan darah menuju jantung, otak, dan nadi. Semua jalan itu mengarah pada tujuan tertentu, baik yang berkaitan dengan kehidupan fisik maupun batin.

Makna Tersirat

Makna tersirat dari puisi ini adalah bahwa hidup manusia adalah perjalanan yang penuh kemungkinan, arah, dan misteri. Jalan tidak hanya diartikan secara fisik, tetapi juga sebagai simbol kehidupan, nasib, dan pilihan-pilihan yang diambil manusia. Setiap orang memiliki jalan yang berbeda karena tujuan, keinginan, cinta, dan kebencian mereka pun berbeda. Hal ini menegaskan keragaman hidup dan kompleksitas perjalanan manusia.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa reflektif, filosofis, dan penuh renungan. Pembaca diajak merenungi hakikat perjalanan hidup, bukan hanya sebagai aktivitas jasmani, tetapi juga sebagai perjalanan batin yang tak kasat mata.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Pesan yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah setiap manusia harus menerima dan menjalani jalannya masing-masing dengan kesadaran bahwa hidup adalah perjalanan menuju tujuan tertentu. Jalan yang ditempuh bisa penuh luka, cinta, maupun kebencian, tetapi semua itu adalah bagian dari keberagaman pengalaman hidup yang harus diterima.

Imaji

Puisi ini kaya dengan imaji yang membantu pembaca membayangkan perjalanan hidup:
  • “jalan panjang dan berliku” menciptakan imaji perjalanan yang sulit.
  • “jalan bagi darah yang mengalir ke jantung” menghadirkan imaji biologis tubuh manusia.
  • “menuju ke arah liang luka tersayat pisau” menghadirkan imaji luka yang konkret dan tajam.
  • “ombak yang tak bisa ditebak ke mana menghempas dan menjelma buih” membangkitkan imaji alam yang penuh ketidakpastian.

Majas

Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora: kata jalan dipakai sebagai lambang perjalanan hidup, nasib, dan pengalaman manusia.
  • Personifikasi: ombak digambarkan seolah memiliki jalan dan kehendak sendiri.
  • Repetisi: pengulangan kata "jalan" di berbagai larik menekankan simbol utama dalam puisi.
  • Simile: perbandingan “seperti ombak yang tak bisa ditebak” memperkuat gambaran perjalanan yang penuh misteri.
Puisi "Jalan" karya Mahdi Idris merupakan permenungan tentang kehidupan manusia yang tak terlepas dari perjalanan panjang, baik fisik maupun batin. Dengan tema perjalanan hidup, puisi ini bercerita tentang keberagaman jalan yang ditempuh setiap manusia, menghadirkan makna tersirat tentang penerimaan atas perbedaan tujuan hidup. Imaji yang kuat dan penggunaan majas sederhana namun efektif menjadikan puisi ini kaya akan nuansa reflektif. Amanat yang dapat dipetik adalah kesadaran untuk menghargai perjalanan masing-masing, sebab setiap orang memiliki jalan yang tak harus sama.

Mahdi Idris
Puisi: Jalan
Karya: Mahdi Idris
© Sepenuhnya. All rights reserved.