Analisis Puisi:
Puisi "Pesan Dewi Kunthi" karya Lasinta Ari Nendra Wibawa merupakan sebuah karya yang mengangkat kisah epik dari Mahabharata, khususnya tentang tokoh Dewi Kunthi dan dua putranya, Karna dan Arjuna. Dengan gaya singkat namun penuh makna, puisi ini menghidupkan kembali konflik batin seorang ibu yang harus berhadapan dengan kenyataan pahit: cinta yang sama kepada anak-anaknya, tetapi mereka terjebak pada takdir sebagai musuh di medan perang.
Tema
Tema puisi ini adalah konflik batin seorang ibu di tengah pertentangan keluarga dan peperangan. Puisi menyoroti cinta keibuan, pengkhianatan takdir, dan pergulatan moral yang muncul dari ikatan darah yang dipisahkan oleh perbedaan jalan hidup.
Puisi ini bercerita tentang pesan Dewi Kunthi kepada Karna dan Arjuna. Pada Karna, ia menyampaikan bahwa kasih sayangnya tetap sama meski Karna dibuang sejak bayi ke Sungai Gangga. Sementara pada Arjuna, ia menyatakan kebanggaan dan dorongan agar tetap teguh, meski kemenangan yang akan diraih harus melalui pertempuran dengan kakaknya sendiri, Karna.
Makna Tersirat
Makna tersirat dari puisi ini adalah ironi kehidupan dan kerasnya takdir. Dewi Kunthi terjebak pada dilema: cinta yang tak berubah untuk Karna, anak yang ditinggalkannya, dan kebanggaan pada Arjuna, anak yang dibesarkannya. Namun, garis nasib menempatkan kedua anak ini sebagai lawan. Puisi ini menyiratkan bahwa kasih ibu tidak pernah hilang, meski kenyataan memaksa ia menyaksikan anak-anaknya saling menghancurkan.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini adalah tragis, getir, dan penuh ironi. Ada kesedihan mendalam yang disamarkan dalam kata-kata lembut, tetapi sekaligus juga ada nuansa heroik yang mengiringi pesan untuk Arjuna agar tetap teguh menghadapi perang.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Amanat dari puisi ini adalah bahwa hidup sering kali menghadapkan manusia pada pilihan yang pahit, di mana cinta dan tanggung jawab tidak selalu berjalan seiring. Puisi ini juga mengingatkan bahwa ikatan darah dan kasih sayang tidak bisa sepenuhnya melawan arus takdir.
Imaji
Puisi ini menghadirkan imaji mitologis yang kuat, antara lain:
- “putra surya yang lahir lewat telinga” menggambarkan kelahiran ajaib Karna.
- “bayi yang berumah di sungai gangga” memberi visual tentang masa awal kehidupan Karna yang dibuang.
- “kejayaanmu adalah mengusir ragu / kemenangan membunuh kakakmu” menciptakan gambaran tragis tentang perang saudara.
Majas
Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
- Metafora: “lahir lewat telinga” dan “berumah di sungai gangga” sebagai ungkapan simbolis kelahiran Karna.
- Paradoks: kasih sayang ibu kepada Karna yang tetap ada meski ia pernah ditelantarkan.
- Ironi: kemenangan Arjuna justru harus diraih dengan mengalahkan kakaknya sendiri.
Puisi "Pesan Dewi Kunthi" karya Lasinta Ari Nendra Wibawa adalah refleksi puitis atas kisah tragis Mahabharata. Dengan tema konflik batin seorang ibu, cerita tentang kasih yang terbagi, makna tersirat mengenai ironi hidup, suasana getir dan heroik, serta kekuatan imaji dan majas, puisi ini berhasil menghidupkan kembali tragedi klasik yang sarat pesan moral. Amanat yang dapat dipetik ialah bahwa takdir sering kali menghadapkan manusia pada dilema pahit, namun kasih seorang ibu tetap abadi, tak lekang oleh perang dan perbedaan jalan hidup.
Karya: Lasinta Ari Nendra Wibawa
