Puisi: Setia (Karya Aspar Paturusi)

Puisi "Setia" karya Aspar Paturusi bercerita tentang seorang tokoh yang sedang mengamati, mengikuti, dan mencoba memahami pasangannya.
Setia

kuikuti setiap langkah kakimu
kucoba dengar hembusan napasmu

kuingin tahu ke arah mana tatapanmu
selembut apa kata dari hatimu

adakah kau setia di sana

Jakarta, 29 September 2010

Analisis Puisi:

Puisi "Setia" karya Aspar Paturusi merupakan salah satu karya yang sederhana namun sarat makna. Melalui bait-bait yang singkat, penyair mencoba menangkap perasaan batin manusia yang penuh dengan harapan, keraguan, dan pencarian akan kesetiaan dalam sebuah hubungan. Puisi ini tidak hanya berbicara tentang cinta, tetapi juga menyentuh persoalan psikologis mengenai keyakinan hati terhadap orang yang dicintai.

Tema

Tema utama dalam puisi ini adalah kesetiaan dalam hubungan. Penyair menyoroti bagaimana seseorang berusaha memahami dan memastikan ketulusan pasangannya. Kesetiaan menjadi nilai yang dijaga dan dipertanyakan sekaligus.

Puisi ini bercerita tentang seorang tokoh yang sedang mengamati, mengikuti, dan mencoba memahami pasangannya. Ia memperhatikan setiap langkah, napas, tatapan, dan kata-kata kekasihnya. Semua itu dilakukan demi mencari jawaban dari satu pertanyaan mendasar: “Adakah kau setia di sana?”.

Dengan demikian, puisi ini menggambarkan dinamika batin seseorang yang rindu akan kepastian cinta, namun sekaligus dibayangi rasa cemas.

Makna tersirat

Makna tersirat dari puisi ini adalah kerinduan manusia terhadap kepastian dalam cinta dan hubungan. Kesetiaan bukan hanya soal hadir secara fisik, melainkan juga soal hati, pikiran, dan perasaan. Pertanyaan pada akhir puisi menunjukkan adanya keraguan yang belum terjawab. Penyair seolah ingin menyampaikan bahwa dalam cinta, kepercayaan menjadi fondasi penting, tetapi rasa curiga kadang tidak bisa dihindarkan.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi ini cenderung melankolis dan penuh keraguan. Ada nuansa pengharapan yang lembut ketika penyair mengikuti langkah, napas, dan tatapan kekasihnya. Namun, suasana itu berubah menjadi gelisah dan penuh tanya ketika muncul pertanyaan tentang kesetiaan.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Pesan yang dapat dipetik dari puisi ini adalah bahwa kesetiaan merupakan hal yang sangat berharga dalam hubungan manusia. Rasa cinta tidak akan pernah utuh tanpa adanya keyakinan akan kesetiaan. Puisi ini juga menyiratkan bahwa cinta sejati bukan hanya perihal kebersamaan, melainkan juga keterikatan hati yang tulus.

Imaji

Imaji yang muncul dalam puisi ini bersifat visual dan perasaan.
  • Imaji visual tampak pada bait “kuikuti setiap langkah kakimu” serta “kuingin tahu ke arah mana tatapanmu”, yang menghadirkan gambaran seseorang yang benar-benar memperhatikan gerak tubuh pasangannya.
  • Imaji perasaan muncul ketika penyair menyinggung hembusan napas dan selembut apa kata dari hatimu, yang menghadirkan nuansa keintiman dan kedekatan emosional.

Majas

Beberapa majas yang muncul dalam puisi ini antara lain:
  • Majas repetisi – pengulangan kata “ku” pada awal baris untuk menegaskan perasaan mendalam penyair.
  • Majas personifikasi – hati digambarkan bisa berkata, sebagaimana pada baris “selembut apa kata dari hatimu”.
  • Majas retoris – pertanyaan “adakah kau setia di sana” yang tidak butuh jawaban langsung, melainkan menggambarkan kegelisahan batin penyair.
Puisi "Setia" karya Aspar Paturusi adalah puisi pendek dengan makna yang kuat. Melalui kata-kata sederhana, penyair mampu mengekspresikan harapan, kerinduan, sekaligus kegelisahan akan kesetiaan dalam cinta. Puisi ini mengajarkan bahwa dalam hubungan, kesetiaan bukan hanya sekadar hadir secara fisik, tetapi juga menyangkut ketulusan hati dan keyakinan batin.

Aspar Paturusi
Puisi: Setia
Karya: Aspar Paturusi

Biodata Aspar Paturusi:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
© Sepenuhnya. All rights reserved.