Upacara Musim
Analisis Puisi:
Puisi “Upacara Musim” karya Oka Rusmini merupakan salah satu karya yang sarat dengan simbol alam, kehidupan, dan perenungan batin. Melalui gambaran laut, daun, angin, dan ombak, penyair menghadirkan pengalaman batin yang penuh dengan kesadaran tentang kefanaan hidup serta kerinduan akan akar keberadaan manusia.
Tema
Tema utama puisi ini adalah renungan tentang kehidupan, kefanaan, dan perjalanan manusia di tengah waktu dan alam. Oka Rusmini menggunakan lanskap laut dan musim untuk menggambarkan siklus hidup yang penuh duka, keletihan, sekaligus pengharapan.
Puisi ini bercerita tentang perjalanan batin penyair yang menyaksikan perubahan alam—daun yang mati, angin yang mendongengkan duka, hingga perahu kayu yang disembunyikan di pasir. Dari simbol-simbol itu, muncul kesadaran bahwa manusia, sama seperti alam, akan menua, lelah, dan kembali pada asalnya. Namun, di balik itu ada kerinduan untuk belajar kembali pada laut, pada “anak sampan” yang sederhana, agar mampu memahami makna kehidupan.
Makna tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah kesadaran akan kefanaan dan pentingnya kembali pada akar kehidupan yang sederhana. Ombak, laut, dan sampan menjadi lambang perjalanan manusia yang rapuh, sementara lupa pada “asal mula arus” adalah simbol keterputusan manusia dengan jati dirinya. Dengan demikian, puisi ini menyiratkan pesan agar manusia tidak melupakan asal-usul dan senantiasa belajar dari alam.
Suasana dalam puisi
Suasana yang tercipta dalam puisi ini adalah melankolis, reflektif, sekaligus penuh kerinduan. Ada kesedihan dalam gambaran daun mati dan bunga yang lupa pada kelopaknya, tetapi juga ada keindahan kontemplatif ketika penyair memanggil “anak sampan” untuk mengajarinya memahat ombak.
Amanat / pesan yang disampaikan
Pesan yang bisa diambil dari puisi ini adalah hidup harus dijalani dengan kesadaran akan kefanaan, kerendahan hati, dan keterhubungan dengan alam. Kehidupan yang sederhana seringkali lebih bermakna dibanding mengejar hal-hal yang membuat manusia melupakan akar dan jati dirinya.
Imaji
Puisi ini kaya dengan imaji yang konkret dan puitis, antara lain:
- “kulihat daun-daun mati / keletihan membungkus tangkainya” → imaji visual yang kuat tentang kerontokan dan kefanaan.
- “angin mendongengkan duka ombak dan pasir” → imaji auditif sekaligus metaforis, menghadirkan suara duka yang dibawa alam.
- “ketika perahu kayu itu kusembunyikan di pasir” → imaji visual yang sarat simbol tentang perjalanan hidup yang terhenti.
- “ajari aku memahat ombak” → imaji kreatif yang indah, menyiratkan keinginan belajar dari kehidupan yang terus bergerak.
Majas
Beberapa majas yang tampak dalam puisi ini antara lain:
- Personifikasi: daun digambarkan keletihan, angin mendongengkan duka, bunga lupa pada kelopaknya.
- Metafora: ombak, sampan, dan arus dijadikan simbol perjalanan hidup manusia.
- Simbolisme: laut menjadi representasi kehidupan, perahu kayu melambangkan perjalanan, dan “anak sampan” melambangkan kesederhanaan dan kebijaksanaan alami.
Puisi “Upacara Musim” karya Oka Rusmini menghadirkan renungan filosofis melalui simbol-simbol alam. Dengan tema kefanaan dan perjalanan hidup, puisi ini mengajak pembaca untuk kembali menyadari betapa sederhana sekaligus dalamnya makna kehidupan. Imaji yang kuat, suasana melankolis, serta majas yang kaya membuat puisi ini tidak hanya indah secara estetik, tetapi juga sarat pesan.
Biodata Oka Rusmini:
- Oka Rusmini lahir di Jakarta pada tanggal 11 Juli 1967.
