1994

Puisi: Laut Jiwamu (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Laut Jiwamu laut dalam jiwamu menyanyikan resah bagi musim dan malam kekosonganku kau bangkitkan kenanganku mendaki perbukitan hijau y…

Puisi: Antara Kau dan Aku (Karya Akhmad Taufiq)

Antara Kau dan Aku (: Kepadamu yang selalu kepadaku) Antara kau dan aku adalah seribu malam perjalanan ket…

Puisi: Takdir Sunyi (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Takdir Sunyi mesti berapa musim lagi kujelmakan takdir ini takdirku senantiasa bernama adam yang kesepian sejauh perih waktu burung bu…

Puisi: Angin Utara (Karya Diah Hadaning)

Angin Utara Di jalan lurus pohon-pohon tumbuh berjajar seperti lukisan di buku masa kanak-kanakku yang tela…

Puisi: Cintaku (Karya Emha Ainun Nadjib)

Cintaku Katakan kepadanya bahwa cintaku tak diikat dunia Katakan bahwa dunia pecah, ambruk dan terbakar jika menanggungnya Dunia sibuk merajut jerata…

Puisi: Terbangnya Burung (Karya Sapardi Djoko Damono)

Terbangnya Burung Terbangnya burung hanya bisa dijelaskan dengan bahasa batu bahkan cericitnya yang ra…

Puisi: Nyanyian Musim (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Nyanyian Musim kaulukis matahari: tanah dan pohon hangus. sebuah padang yang terpangggang. kaulukis gubuk dan rumbai-rumbai mengabu. kita lewati musi…

Puisi: Pada Sebuah Pulau (Karya Goenawan Mohamad)

Pada Sebuah Pulau Badai hanya pulang gema, di sini, seperti ratap pulau dari karang-karang kambria yang gelap. Pantai mengangaka…

Puisi: Orasi Kekosongan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Orasi Kekosongan kutanam bunga dalam lidahmu. setiap pagi liur dan nafas yang busuk itu menyuburkan taman. bangkai-bangkai dan limbah mengucapkan or…

Puisi: Ke Langit Tak Berbatas (Karya Fikar W. Eda)

Ke Langit Tak Berbatas Ke langit tak berbatas ke bumi tak berpentas seperti burung lepas aku terbang sendirian Terhempas di arus deras…

Puisi: Usai Peringati Proklamasi Kemerdekaan (Karya Diah Hadaning)

Usai Peringati Proklamasi Kemerdekaan (1) Senja bendera diturunkan dengan upacara langit temaram lelampu berpendaran Jakarta terus berderam l…

Puisi: Tiba-Tiba Malam (Karya Ariffin Noor Hasby)

Tiba-Tiba Malam Tiba-tiba malam membuka halaman-halaman hati: ada sederet rumah dan lampu-lampu menyalakan sejarah. Ada bulan paling purnama menganta…

Puisi: Ada yang Tertembak di Halaman Kita (Karya Aslan Abidin)

Ada yang Tertembak di Halaman Kita suara tembakan di televisi mengguntur hingga ke jendela. tetapi terlambat, selalu saja kita terlambat menutupnya. …
© Sepenuhnya. All rights reserved.