Puisi: Hhaattssyyii!! (Karya Darmanto Jatman) Hhaattssyyii!! ah kau, waktu, proses, musim puisi perkara menjadi tua – kita tak bisa apa-apa kecuali diam tunggu dan saksikan …
Puisi: Percintaan Pawang (Karya Oka Rusmini) Percintaan Pawang percintaan kecil ini memerlukan silsilah peradaban setiap kata yang kaupinang memiliki rahasia kebesaran bumi mungkin menambah awak…
Puisi: Merakit Angin (Karya Maskirbi) Merakit Angin Kurakit angin jadikan perahu membawa aku harungi samudra Aku tak takut lagi pada badai karen…
Puisi: Euthanasia (Karya Arif Bagus Prasetyo) Euthanasia bagai detak jarum jam tua yang menjerit pada dinding kamar gas Seperti ini: sejarah selalu lahir di atas altar di sebuah …
Puisi: Piaraan Pupuk (Karya Pudwianto Arisanto) Piaraan Pupuk aku bangkai di dalam molekul-molekul pabrik piaraan pupuk kuli pasar Klewer, jerit-jerit ramah dekat kuburan, bisa jadi begawan gejolak…
Puisi: Bermain Pasir di Kuta, Mengeja Riwayat Coca Cola (Karya Juniarso Ridwan) Bermain Pasir di Kuta, Mengeja Riwayat Coca Cola begitu asyik bermain pasir saat senja, sambil mengintip tubuh-tubuh telanjang membuat peta dunia, da…
Puisi: Dengan Apa Kutebus Anakku (Karya Wiji Thukul) Dengan Apa Kutebus Anakku Anak kami lahir kemarin malam di rumah sakit di bangsal murah ya di bangsal murah berjubel bersama bayi…
Puisi: Makan Malam Bersama Ama dan Ami (Karya Afrizal Malna) Makan Malam Bersama Ama dan Ami Ama dan Ami memesan rendang. Saya memesan gulai tunjang, satu gelas teh manis. D…
Puisi: Sembilan Bait Nyanyian untuk Cheng Ho (Karya Taufiq Ismail) Sembilan Bait Nyanyian untuk Cheng Ho Di tepi jalan raya Dongfeng Dongfu, aku bertanya pada sejuta sepeda yan…
Puisi: Ketika Perkawinan Harus Dimulai (Karya Oka Rusmini) Ketika Perkawinan Harus Dimulai ketika perkawinan harus dimulai kata milikku kehilangan buminya tak ingin kuceritakan padamu juga bagi calon anak-ana…
Puisi: Panorama Kolam (Karya Arif Bagus Prasetyo) Panorama Kolam (1) "Dan kecemasanku mencemari seluruh kolam, Tuhan!" Bangkai kapal, serpih darah dan air mata Hitam. Kefanaan me…
Puisi: Talk Show (Karya Arif Bagus Prasetyo) Talk Show O, Lord, bury me here! Pada darah, dilukiskannya semacam lanskap: Spot-spot elektris, kebun yang terbakar, suasana orgi; jalur…