Puisi: Amsal Batu Apung (Karya Wayan Jengki Sunarta) Amsal Batu Apung dari atas bukit terlempar aku ke sungai di muara anak anakmu memunguti diriku mengusungku ke atas bukit itu l…
Puisi: Nyanyian Anak-Anak (Karya Remmy Novaris DM) Nyanyian Anak-Anak anak-anak tumbuh dengan pikiran supermarket menciptakan legenda dari film-film kartun menjadi pesulap bagi dirinya sendiri anak-an…
Puisi: Dari Senin sampai Minggu (Karya Toto ST Radik) Dari Senin sampai Minggu Dari senin sampai minggu koran-koran menuliskan kematian bumi hutan-hutan terbakar …
Puisi: Wis Wayahe Sakiki (Karya Suripan Sadi Hutomo) Wis Wayahe Sakiki wis wayahe sakiki nandur kedhele ing ngisor topi tangan kang dhampyak-dhampyak ngetung driji kabulet krikile kali ana rupa tanpa sw…
Puisi: Laut Jiwamu (Karya Wayan Jengki Sunarta) Laut Jiwamu laut dalam jiwamu menyanyikan resah bagi musim dan malam kekosonganku kau bangkitkan kenanganku mendaki perbukitan hijau y…
Puisi: Antara Kau dan Aku (Karya Akhmad Taufiq) Antara Kau dan Aku (: Kepadamu yang selalu kepadaku) Antara kau dan aku adalah seribu malam perjalanan ket…
Puisi: Takdir Sunyi (Karya Wayan Jengki Sunarta) Takdir Sunyi mesti berapa musim lagi kujelmakan takdir ini takdirku senantiasa bernama adam yang kesepian sejauh perih waktu burung bu…
Puisi: Angin Utara (Karya Diah Hadaning) Angin Utara Di jalan lurus pohon-pohon tumbuh berjajar seperti lukisan di buku masa kanak-kanakku yang tela…
Puisi: Cintaku (Karya Emha Ainun Nadjib) Cintaku Katakan kepadanya bahwa cintaku tak diikat dunia Katakan bahwa dunia pecah, ambruk dan terbakar jika menanggungnya Dunia sibuk merajut jerata…
Puisi: Terbangnya Burung (Karya Sapardi Djoko Damono) Terbangnya Burung Terbangnya burung hanya bisa dijelaskan dengan bahasa batu bahkan cericitnya yang ra…
Puisi: Nyanyian Musim (Karya Dorothea Rosa Herliany) Nyanyian Musim kaulukis matahari: tanah dan pohon hangus. sebuah padang yang terpangggang. kaulukis gubuk dan rumbai-rumbai mengabu. kita lewati musi…
Puisi: Pada Sebuah Pulau (Karya Goenawan Mohamad) Pada Sebuah Pulau Badai hanya pulang gema, di sini, seperti ratap pulau dari karang-karang kambria yang gelap. Pantai mengangaka…
Puisi: Orasi Kekosongan (Karya Dorothea Rosa Herliany) Orasi Kekosongan kutanam bunga dalam lidahmu. setiap pagi liur dan nafas yang busuk itu menyuburkan taman. bangkai-bangkai dan limbah mengucapkan or…