1994

Puisi: Kutawarkan Padamu (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Kutawarkan Padamu kutawarkan padamu: sebutir aspirin, botol-botol kosong, dan sepetak kebun, yang lama ditinggalkan hama. apakah aku merin…

Puisi: Misalkan Kita di Sarajevo (Karya Goenawan Mohamad)

Misalkan kita di Sarajevo Buat B.B dan kawan-kawan Misalkan kita di Sarajevo; mereka akan mengetuk dengan kanon sepucuk dan berta…

Puisi: Fantasi Hujan (Karya Toto ST Radik)

Fantasi Hujan Memandangi kaki-kaki hujan bulan oktober yang liar menerbangkan debu-debu dan menyerbu ke kamark…

Puisi: Untuk Frida Kahlo (Karya Goenawan Mohamad)

Untuk Frida Kahlo Frida Kahlo menulis dalam catatan hariannya: "Hidup yang diam, pemberi dunia, apa yang paling penting ialah tiada har…

Puisi: Hati Semesta (Karya Emha Ainun Nadjib)

Hati Semesta Betapa dahsyat penciptaan hati Bagai Tuhan itu sendiri Oleh apa pun tak terwakili: Ia adalah Ia sendiri Semalam batok kepalaku pecah Dip…

Puisi: Upacara Musim (Karya Oka Rusmini)

Upacara Musim kulihat daun-daun mati keletihan membungkus tangkainya angin mendongengkan duka ombak dan pasir mari bermain anak-anak laut seperti kan…

Puisi: Dongeng Firdaus (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Dongeng Firdaus Bayangan ular menyala dari pandangmu. kauhembuskan gairah dendam: keindahan kelopak bunga y…

Puisi: Menanti Kelahiran (Karya Acep Zamzam Noor)

Menanti Kelahiran Hari demi hari Adalah huruf-huruf yang kembali Ke haribaan bumi. Jalan panjang yang kutempuh Bumilah ujung dari semua kata…

Puisi: Pejalan Padang Pasir (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Pejalan Padang Pasir andaikan tepi jarak itu kau, ingin aku memikul kaki-kaki onta, agar tak terkekeh para pejalan renta. dan kita ulur detik dan aba…

Puisi: Nikah Bebatuan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Nikah Bebatuan bukit itu menyimpan cintaku. ketika terbelah, darah akan meleleh, melumeri gumpalan waktu--saat menunggu. sekarang kutagih ranjang bun…

Puisi: Sajak Bercinta (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Sajak Bercinta sekarang waktunya buat bercinta, musim dan matahari tak bersengketa. bunga, kupu-kupu, dan hamparan rumput-rumput meninggi. kita telah…

Puisi: Ekstase Sangkar yang Terbuka (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Ekstase Sangkar yang Terbuka perkutut di ranting mimpimu tengah mencari pintu sangkarnya yang hilang, alam terbuka tidak ada dalam peta yang bertahun…
© Sepenuhnya. All rights reserved.