Puisi: Wish Upon a Star (Karya Sam Haidy)

Puisi "Wish Upon a Star" karya Sam Haidy bercerita tentang seseorang yang memiliki cita-cita besar, setinggi bintang di langit, tetapi merasa ...
Wish Upon a Star

Kugantungkan cita-citaku setinggi langit
Tapi aku tak mampu menggapainya sendiri.

Anganku panjang, tapi tanganku pendek
Mimpiku jauh, tapi langkahku dekat
Rencanaku besar, tapi ruang gerakku sempit.

Ah...

Akankah bintang di atas sana
Menyambut uluran tanganku
Dan berbagi cahaya abadi?

Ataukah ia biarkan asaku
Meredup seumur hidup
Lalu mati tanpa arti?

Analisis Puisi:

Tema utama puisi "Wish Upon a Star" adalah harapan dan keterbatasan manusia dalam menggapai cita-cita. Penyair menggambarkan betapa tinggi impian yang digantungkan, namun ada batasan yang membuatnya sulit digapai.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang memiliki cita-cita besar, setinggi bintang di langit, tetapi merasa terbatas dalam kemampuan dan kesempatan. Ia meragukan apakah mimpinya bisa terwujud atau justru akan padam seiring waktu.

Makna Tersirat

Makna tersirat dari puisi ini adalah refleksi tentang kesenjangan antara harapan dan realitas. Manusia sering memiliki mimpi besar, namun terbentur oleh keterbatasan tenaga, kesempatan, dan keadaan. Selain itu, ada pesan tentang pentingnya usaha, doa, dan keyakinan, meskipun terkadang ada rasa putus asa yang menyelimuti.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa melankolis, penuh renungan, dan sedikit getir. Ada nada harapan yang tulus, namun juga terselip kegelisahan akan kemungkinan kegagalan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Pesan yang dapat dipetik dari puisi ini adalah:
  • Jangan takut bermimpi setinggi langit meski ada keterbatasan.
  • Hidup akan selalu menghadirkan tantangan, tetapi harapan adalah cahaya yang membuat manusia tetap berjalan.
  • Jika usaha dilakukan dengan tulus, maka bintang—sebagai simbol harapan—bisa saja membagi cahayanya.

Imaji

Beberapa imaji kuat dalam puisi ini adalah:
  • Visual: “Kugantungkan cita-citaku setinggi langit” yang menghadirkan gambaran mimpi yang sangat tinggi.
  • Visual-Astral: “bintang di atas sana” yang melambangkan harapan jauh dan cahaya kehidupan.
  • Perasaan: “asaku meredup seumur hidup” memberi bayangan perasaan putus asa yang mendalam.

Majas

Beberapa majas yang muncul dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora: “Kugantungkan cita-citaku setinggi langit” menggambarkan impian besar.
  • Hiperbola: “Mimpiku jauh, tapi langkahku dekat” yang menekankan jarak antara cita-cita dan kenyataan.
  • Personifikasi: “bintang di atas sana menyambut uluran tanganku” seakan bintang memiliki kemampuan untuk berinteraksi.
  • Simbolisme: bintang sebagai simbol harapan, cahaya abadi, dan makna hidup.
Puisi "Wish Upon a Star" karya Sam Haidy adalah perenungan tentang cita-cita dan keterbatasan manusia. Tema yang diusung adalah harapan setinggi langit, namun dihadang oleh kenyataan yang membatasi. Dengan suasana melankolis, puisi ini menyampaikan pesan bahwa meskipun manusia sering merasa kecil di hadapan impian besar, harapan tetap harus dijaga agar tidak redup. Imaji bintang dan cahaya menjadikan puisi ini penuh nuansa simbolis, sementara majas yang digunakan memperkuat daya ungkapnya.

"Puisi Sam Haidy"
Puisi: Wish Upon a Star
Karya: Sam Haidy
© Sepenuhnya. All rights reserved.