Puisi Sam Haidy

Puisi: Mengheningkan Cipta (Karya Sam Haidy)

Mengheningkan Cipta Terlepas dari apa yang tak mampu kutulis Selalu ada puisi untukmu di hatiku, manis Terlepas dari apa yang tak kuasa kuung…

Puisi: Liburan (Karya Sam Haidy)

Liburan Aku ingin pergi ke luar kota Menyewa sebuah kamar murah Untuk tidur delapan belas jam per hari Dan terjaga tengah malam sampai enam…

Puisi: Kembali (Karya Sam Haidy)

Kembali Terlalu lama aku tercerabut Dari di mana aku semestinya Nyaris habis waktuku mematut Diri di hadapan mata semesta. Terlalu lama…

Puisi: Offline (Karya Sam Haidy)

Offline Terkadang kita perlu beristirahat Dari riuhnya dunia tanpa sekat Mengasingkan diri dari orang-orang asing Dan kembali pada kehidupa…

Puisi: Aku (Karya Sam Haidy)

Aku Aku adalah dongeng sebelum tidur yang setia mendaur diri meski selalu terpenggal oleh gilotin matamu. Aku adalah kisah tak tuntas …

Puisi: Tumbal (Karya Sam Haidy)

Tumbal Ada yang perlahan binasa setiap kali puisi tercipta. Ia selalu meminta nyawa dari kenangan atau impianmu. Ia tak segan merampas tidurm…

Puisi: Ratu Malamku (Karya Sam Haidy)

Ratu Malamku Layaknya Dayang Sumbi Sesekali kau merajuk: Aku ingin terbangun esok pagi Menemukan puisi di kotak masuk Ah..!! Baiklah...…

Puisi: Takluk (Karya Sam Haidy)

Takluk Aku mencintaimu dengan segenap ketidakberdayaanku: Kegagapan mataku saat tertangkap tatap matamu Kekeluan lidahku saat teringkus …

Puisi: Tak Sepadan (Karya Sam Haidy)

Tak Sepadan Kau mungkin bisa menemukan berjuta sepertiku. Tapi aku bahkan tak pernah berpikir akan menemukan separuh sepertimu. Analisi…

Puisi: Terang Itu Masih Ada (Karya Sam Haidy)

Terang Itu Masih Ada Ia ditelanjangi Lalu dihakimi beramai-ramai Namun tak ia gunakan tangannya Untuk memukul balik Melainkan menutupi ke…

Puisi: (A)po(KA)li(P)tik (Karya Sam Haidy)

(A)po(KA)li(P)tik N(e)geri ini (t)a(k)kan Bera(nja)k kemana-mana Selama rakyat masih ter(p)ikat Para pengobral (m)oral. Mereka seolah t…

Puisi: Doa Seribu Bahasa (Karya Sam Haidy)

Doa Seribu Bahasa Tak lagi kusapa Tuhan. Bukannya aku sombong, tapi aku segan. Kurasa Dia bosan dengan basa-basiku, doa-doa latah yang terh…

Puisi: Tersalib Sepi (Karya Sam Haidy)

Tersalib Sepi Sepi adalah salib gaib Tertancap di luar ruang Tak lapuk oleh waktu Di situ aku terpaku. …

Puisi: Haiku Haimu (Karya Sam Haidy)

Haiku Haimu (1) Mendung bergulung Bubarkan perjamuan Di langit kayas. (2) Kiamat kecil Letupan bulan hujan Kaleidoskop. (3) Abu …

Puisi: Pagi (Karya Sam Haidy)

Pagi Tak ada yang lebih merugi Dari mereka yang kehilangan pagi Satu-satunya kesempatan menikmati Sajian T…

Puisi Terakhir untuk D.P.S (Karya Sam Haidy)

Puisi Terakhir untuk D.P.S Sekarang aku baru percaya Cinta tak harus memiliki itu benar adanya Dan ternyata tak sepahit yang kukira... Ka…

Puisi: Dilumpuhkan Sepi (Karya Sam Haidy)

Dilumpuhkan Sepi Aku kewalahan menghadapi sepi Bertubi-tubi dibabi-buta rasa hampa Tak seorang pun datang melerai Hingga asaku terkulai tak…

Puisi: Sepi (Karya Sam Haidy)

Sepi (I) Sepi adalah salib gaib Kayu yang tertancap di luar ruang Tak lapuk oleh waktu Di situ aku terp…

Puisi: Malam (Karya Sam Haidy)

Malam Malam adalah ladang pembantaian abadi Jiwa-jiwa tandus yang digerus sepi Yang tak menyisakan apa-apa selain puisi. 2016 Analisis Puis…
© Sepenuhnya. All rights reserved.