Puisi: Elegi Suatu Senja (Karya Sam Haidy) Elegi Suatu Senja Seekor burung terbang tergesa Dikepung mendung Ia mempercepat kepaknya Menangkis gerimis. Ia sepertinya ingin lekas tib…
Puisi: Taman Maya (Karya Sam Haidy) Taman Maya Antara kita hanya terjalin kata Sedangkan raga tak juga merapat Namun jarak tak menyekat keint…
Puisi: Bukan Sajak Biru (Karya Sam Haidy) Bukan Sajak Biru (: tribute to AADC 2) Aku memang pergi Tetapi bukan meninggalkanmu Aku harus melangkah T…
Puisi: Alun-Alun Asal Kelakon (Karya Sam Haidy) Alun-Alun (Asal Kelakon) Dua pergumulan singkat Dan aku pun terjerat! Di batik kepalamu aku tersungkur Di pelik pesonamu aku terbujur. …
Puisi: Betapa Lucunya Negeri Ini (Karya Sam Haidy) Betapa Lucunya Negeri Ini Teroris menghilang Tabung gas menerjang Harga miras naik Oplosan mencekik Kasu…
Puisi: Rindu (Karya Sam Haidy) Rindu Rindu adalah bola salju Menggelinding dari puncak waktu Semakin lama berputar Semakin membesar . Analisis Puisi : Puisi "Rindu&q…
Puisi: Wajah Hukum di Negeri Ini (Karya Sam Haidy) Wajah Hukum di Negeri Ini Korban dikeroyok Pelaku dilindungi tembok Keadilan terkapar Diinjak-injak kumpul…
Puisi: Mengheningkan Cipta (Karya Sam Haidy) Mengheningkan Cipta Terlepas dari apa yang tak mampu kutulis Selalu ada puisi untukmu di hatiku, manis Terlepas dari apa yang tak kuasa kuung…
Puisi: Liburan (Karya Sam Haidy) Liburan Aku ingin pergi ke luar kota Menyewa sebuah kamar murah Untuk tidur delapan belas jam per hari Dan terjaga tengah malam sampai enam…
Puisi: Kembali (Karya Sam Haidy) Kembali Terlalu lama aku tercerabut Dari di mana aku semestinya Nyaris habis waktuku mematut Diri di hadapan mata semesta. Terlalu lama…
Puisi: Offline (Karya Sam Haidy) Offline Terkadang kita perlu beristirahat Dari riuhnya dunia tanpa sekat Mengasingkan diri dari orang-orang asing Dan kembali pada kehidupa…
Puisi: Aku (Karya Sam Haidy) Aku Aku adalah dongeng sebelum tidur yang setia mendaur diri meski selalu terpenggal oleh gilotin matamu. Aku adalah kisah tak tuntas …
Puisi: Tumbal (Karya Sam Haidy) Tumbal Ada yang perlahan binasa setiap kali puisi tercipta. Ia selalu meminta nyawa dari kenangan atau impianmu. Ia tak segan merampas tidurm…
Puisi: Ratu Malamku (Karya Sam Haidy) Ratu Malamku Layaknya Dayang Sumbi Sesekali kau merajuk: Aku ingin terbangun esok pagi Menemukan puisi di kotak masuk Ah..!! Baiklah...…
Puisi: Takluk (Karya Sam Haidy) Takluk Aku mencintaimu dengan segenap ketidakberdayaanku: Kegagapan mataku saat tertangkap tatap matamu Kekeluan lidahku saat teringkus …
Puisi: Tak Sepadan (Karya Sam Haidy) Tak Sepadan Kau mungkin bisa menemukan berjuta sepertiku. Tapi aku bahkan tak pernah berpikir akan menemukan separuh sepertimu. Sumber:…
Puisi: Terang Itu Masih Ada (Karya Sam Haidy) Terang Itu Masih Ada Ia ditelanjangi Lalu dihakimi beramai-ramai Namun tak ia gunakan tangannya Untuk memukul balik Melainkan menutupi ke…
Puisi: (A)po(KA)li(P)tik (Karya Sam Haidy) (A)po(KA)li(P)tik N(e)geri ini (t)a(k)kan Bera(nja)k kemana-mana Selama rakyat masih ter(p)ikat Para pengobral (m)oral. Mereka seolah t…
Puisi: Haiku Haimu (Karya Sam Haidy) Haiku Haimu (1) Mendung bergulung Bubarkan perjamuan Di langit kayas. (2) Kiamat kecil Letupan bulan hujan Kaleidoskop. (3) Abu …