Puisi: Air Mata Ibu (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki)

Puisi “Air Mata Ibu” karya Moh Akbar Dimas Mozaki bercerita tentang seorang anak yang menyadari ketulusan ibunya. Meskipun sang ibu selalu ...

Air Mata Ibu


Ibu selalu tersenyum, meski matanya menyimpan laut yang luas.
Dalam senyummu ada luka yang tak pernah kau tunjukkan, takut membuatku cemas.
Aku ingin menjadi alasan di balik senyummu, bukan air matamu.

1 November 2025

Analisis Puisi:

Puisi ini bertema kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu yang begitu dalam kepada anaknya. Ia menggambarkan cinta tanpa syarat yang disembunyikan di balik senyum dan air mata. Tema ini menyoroti sisi keibuan yang sabar, kuat, dan rela menanggung luka demi kebahagiaan sang anak.

Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang menyadari ketulusan ibunya. Meskipun sang ibu selalu menampilkan senyum di hadapan anaknya, sebenarnya tersimpan kesedihan dan kelelahan yang tidak pernah ia ungkapkan. Anak dalam puisi ini merasa tersentuh dan berharap bisa menjadi penyebab kebahagiaan ibunya, bukan sumber kesedihan.

Makna tersirat

Makna tersirat dari puisi ini adalah pesan cinta dan rasa bersalah seorang anak terhadap ibunya. Banyak anak yang tidak menyadari betapa besar perjuangan dan pengorbanan seorang ibu. Kalimat “matanya menyimpan laut yang luas” melambangkan kesedihan mendalam yang disembunyikan dengan tegar. Puisi ini mengingatkan pembaca agar lebih peka terhadap perasaan ibu dan belajar membalas kasihnya sebelum terlambat.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi ini terasa haru, lembut, dan penuh penyesalan. Pembaca dapat merasakan ketenangan yang terselip duka, seolah setiap baris adalah ungkapan hati seorang anak yang mulai memahami betapa berharganya cinta ibu.

Amanat / Pesan yang disampaikan

Amanat dari puisi ini adalah menghargai dan membahagiakan ibu selagi masih ada waktu. Jangan hanya melihat senyum di wajahnya tanpa memahami kelelahan yang ia sembunyikan. Anak sebaiknya tidak menambah beban sang ibu, melainkan menjadi sumber kebahagiaan bagi hidupnya.

Imaji

Puisi ini memiliki imaji visual dan emosional yang kuat. Misalnya, frasa “matanya menyimpan laut yang luas” menghadirkan gambaran mata ibu yang penuh dengan kedalaman perasaan—campuran antara cinta, duka, dan keteguhan. Imaji ini membuat pembaca seolah melihat langsung air mata yang tak pernah jatuh, karena tertahan oleh kekuatan cinta.

Majas

Beberapa majas yang digunakan antara lain:
  • Majas metafora, pada ungkapan “matanya menyimpan laut yang luas” yang menggambarkan kesedihan mendalam.
  • Majas personifikasi, pada frasa “senyummu ada luka yang tak pernah kau tunjukkan”, seolah senyum bisa menyembunyikan luka.
  • Majas hiperbola, pada keinginan anak “ingin menjadi alasan di balik senyummu” sebagai bentuk ungkapan cinta yang mendalam.
Puisi “Air Mata Ibu” karya Moh Akbar Dimas Mozaki merupakan ungkapan reflektif tentang ketulusan dan keheningan cinta seorang ibu. Dengan gaya sederhana namun sarat makna, penyair berhasil menggambarkan keindahan kasih ibu yang sering kali tak diungkapkan dengan kata, melainkan dengan kesabaran dan senyum yang tak pernah pudar.

Moh Akbar Dimas Mozaki
Puisi: Air Mata Ibu
Karya: Moh Akbar Dimas Mozaki

Biodata Moh Akbar Dimas Mozaki:
  • Moh Akbar Dimas Mozaki, mahasiswa S1 Sastra Indonesia, Universitas Andalas.
© Sepenuhnya. All rights reserved.