Puisi: Akan Aku (Karya Arih Numboro)

Puisi "Akan Aku" karya Arih Numboro mengajak anak-anak memahami pentingnya menghargai, menjaga, dan melindungi kekayaan Nusantara.

Akan Aku


Aku kibarkan merah putih di dadaku
Penuh gelora dan bahana
Penuh cinta dan pesona membara

Aku kabarkan kepada dunia
Nusantara indah yang kaya
Hutan raya lebat memikat
Tambang hasil bumi melimpah ruah
Cukup sandang cukup pangan
Rakyat sehat kuat bersemangat

Aku kibarkan bendera di dadaku
Penuh gelora dan bahana
Penuh cinta dan pesona membara

Aku kabarkan kepada dunia
Sebuah tempat kaya pulau dan lautan
Bagaikan untaian permata
Zamrud khatulistiwa yang jelita
Serpihan surga yang diturunkan ke dunia

Aku kepakkan sayap garuda
Agar terbang tinggi di angkasa
Akan aku jaga dan lindungi
Kekayaan ibu pertiwi
Agar bisa dinikmati
Anak cucu nanti

Aku kibarkan bendera
Aku kepakkan sayap garuda
Di seluruh nusantara

Sumber: Surat dari Samudra (Balai Bahasa Jawa Tengah, 2018)

Analisis Puisi:

Puisi anak "Akan Aku" karya Arih Numboro menampilkan semangat patriotik dan kecintaan terhadap tanah air. Melalui bahasa yang sederhana namun penuh emosi, puisi ini mengajak anak-anak memahami pentingnya menghargai, menjaga, dan melindungi kekayaan Nusantara.

Tema

Tema utama puisi ini adalah cinta tanah air dan semangat kebangsaan. Anak-anak diajak menyadari keindahan dan kekayaan alam Indonesia serta tanggung jawab generasi muda untuk menjaganya. Tema lain yang muncul adalah kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan, menekankan perlunya pelestarian alam dan kesejahteraan rakyat.

Makna Tersirat

Di balik kata-kata yang lugas, tersirat makna tentang tanggung jawab dan kepedulian generasi muda terhadap negeri. Mengibarkan bendera di dada dan mengepakkan sayap garuda menjadi simbol komitmen menjaga dan melindungi kekayaan alam, budaya, dan kesejahteraan masyarakat. Makna tersirat lain adalah pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini sebagai fondasi karakter bangsa.

Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang mengekspresikan cintanya pada Indonesia melalui simbol-simbol kebangsaan: bendera merah putih dan burung garuda. Anak itu membayangkan kekayaan alam Nusantara, mulai dari hutan lebat, tambang, hingga pulau-pulau indah. Ia menegaskan tekad untuk menjaga dan melindungi negeri agar bisa dinikmati anak cucu di masa depan. Puisi ini menyampaikan pengalaman emosional tentang rasa bangga dan tanggung jawab terhadap tanah air.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan utama puisi ini adalah menanamkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab terhadap pelestarian alam serta kesejahteraan masyarakat. Anak-anak diajak menyadari bahwa menjaga kekayaan Nusantara adalah kewajiban yang harus dilakukan dengan semangat dan ketulusan, agar generasi mendatang dapat menikmati warisan bangsa.

Imaji dan Majas

Puisi ini kaya imaji visual dan simbolik, seperti “Aku kibarkan merah putih di dadaku” dan “Aku kepakkan sayap garuda,” yang membantu anak-anak membayangkan simbol kebangsaan dan semangat patriotik. Majas repetisi digunakan pada pengulangan kata “Aku kibarkan” dan “Aku kepakkan,” menekankan tekad dan semangat yang membara, serta memberi ritme yang kuat pada puisi. Majas metafora muncul pada “Serpihan surga yang diturunkan ke dunia” untuk menggambarkan keindahan alam Indonesia.

Puisi "Akan Aku" adalah puisi anak yang sederhana namun sarat makna, mengajarkan cinta tanah air, kepedulian, dan tanggung jawab generasi muda. Arih Numboro berhasil menyampaikan semangat kebangsaan dan keindahan Nusantara melalui bahasa yang kuat, simbolik, dan inspiratif, sehingga puisi ini menjadi media edukatif yang mendorong anak-anak untuk menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap Indonesia sejak dini.

Arih Numboro
Puisi: Akan Aku
Karya: Arih Numboro

Biodata Arih Numboro:
  • Arih Numboro lahir di sebuah dusun kecil bernama Taman Kulon, Desa Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri.
© Sepenuhnya. All rights reserved.