Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Dalam (Karya Isma Sawitri)

Puisi "Dalam" karya Isma Sawitri mengajak pembaca untuk merenung tentang berbagai aspek kehidupan dan eksistensi. Melalui simbolisme dan ....
Dalam
S & K, sebuah catatan

Dalam cermin
dalam cermin aku cuma rupa

dalam cita
dalam cita aku tinggal rangka

dalam kata
aku pembangkit 1000 kwh

dalam batin
aku kejang karena ingin

dalam gertak
aku nyaris luluh lantak

dalam negara
alas terbawah piramida

dalam sistim
terkutuk aku domba yang digiring

dalam waktu
tumpas satu sejuta menghantu
(Shih Huang Ti pun tahu)

dalam tatapMu
akukah itu akukah debu

Sumber: Horison (Desember, 1985)

Analisis Puisi:

Puisi "Dalam" karya Isma Sawitri membawa pembaca ke dalam refleksi mendalam mengenai eksistensi dan peran seseorang dalam berbagai konteks kehidupan. Melalui penggunaan kata-kata yang padat, puisi ini mengeksplorasi berbagai dimensi, mulai dari aspek fisik hingga spiritual.

Simbolisme Cermin: Bait pertama, "Dalam cermin / dalam cermin aku cuma rupa," menciptakan gambaran cermin sebagai simbol refleksi fisik. Ini menyoroti keterbatasan dalam melihat diri sendiri hanya dari segi fisik atau penampilan luar.

Cita dan Rangka: "Dalam cita / dalam cita aku tinggal rangka" menggambarkan perbedaan antara aspirasi atau cita-cita dengan kenyataan yang ada. Rangka di sini mungkin merujuk pada inti atau esensi yang tersisa dari harapan dan impian.

Pembangkit Energi dan Keinginan:
"Dalam kata / aku pembangkit 1000 kwh" menyampaikan pemahaman bahwa kata-kata dapat menjadi sumber daya yang kuat, mampu membawa energi dan menginspirasi. Namun, di baris berikutnya, "dalam batin / aku kejang karena ingin," menunjukkan bahwa keinginan bisa menjadi beban atau tekanan.

Gertak, Negara, dan Sistem: "Dalam gertak / aku nyaris luluh lantak" dapat diartikan sebagai reaksi terhadap tekanan atau konflik. "Dalam negara / alas terbawah piramida" mungkin menggambarkan posisi yang terpinggirkan dalam hierarki sosial atau politik.

Waktu dan TatapMu: "Dalam waktu / tumpas satu sejuta menghantu" menyiratkan keberlakuan waktu yang tak terelakkan dan bagaimana setiap detik dapat membawa sejuta kenangan atau pengalaman. "Dalam tatapMu / akukah itu akukah debu" menunjukkan dimensi spiritual dan hubungan dengan Yang Maha Kuasa.

Gaya Bahasa: Puisi ini memanfaatkan gaya bahasa yang konkrit dan simbolis. Penggunaan kata-kata yang sederhana namun kuat memberikan kesan kejelasan dan kejujuran.

Puisi "Dalam" karya Isma Sawitri adalah puisi yang mengajak pembaca untuk merenung tentang berbagai aspek kehidupan dan eksistensi. Melalui simbolisme dan penggunaan kata-kata yang kuat, puisi ini menyampaikan pesan tentang kompleksitas manusia dalam konteks fisik, emosional, sosial, dan spiritual.

Isma Sawitri
Puisi: Dalam
Karya: Isma Sawitri

Biodata Isma Sawitri:
  • Isma Sawitri lahir pada tanggal 21 November 1940 di Langsa, Aceh.
© Sepenuhnya. All rights reserved.