Puisi Isma Sawitri

Puisi: Terima Kasih (Karya Isma Sawitri)

Terima Kasih berlalulah matahari berlalulah bulan terima kasih bagi setiap kehadiran kehadiran murni karena udara belum terken…

Puisi: Pantai Utara (Karya Isma Sawitri)

Pantai Utara Luruskan pandang ke daratan tandus, ke petak-petak garam ke laut lepas, layar putih-putih, perahu-perahu bebas O laut…

Puisi: Tiga Serangkai (Karya Isma Sawitri)

Tiga Serangkai Tiga serangkai lampu beca ya mustapa ya mustapa tiga serangkai lampu beca di sisi kiri di sisi kanan yang satu …

Puisi: Ubud (Karya Isma Sawitri)

Ubud yang emas adalah padi yang hijau adalah padi yang bernas sesungguhnya padi yang bergurau kiranya padi inilah kebenaran pe…

Puisi: Langit Cerah (Karya Isma Sawitri)

Langit Cerah karena diri lelah terlalu lelah terdiamlah hati oleh kelaparan mimpi manusia kelaparan yang tiada ujungnya sehabi…

Puisi: Lapangan Bola (Karya Isma Sawitri)

Lapangan Bola Sepenggal sisa usiaku terbawa larut ke abad duapuluhsatu Bersalut rasa gundah, bertato kinerja bangsa yang tampaknya enggan berub…

Puisi: Kalau Saja (Karya Isma Sawitri)

Kalau Saja + Kalau saja manusia boleh memilih cara yang terbaik untuk mati, aku ingin mati seperti ayam sabungan, cepat dan tidak di atas ran…

Puisi: Sang Kala (Karya Isma Sawitri)

Sang Kala Batu-batu kecil pasir kedua kakimu kukuh menjauh mencari Matahari di ketinggian menyinari lengan-lenganmu basah yang seakan busur terentang…

Puisi: Sipongang (Karya Isma Sawitri)

Sipongang Tercenung renung memandang persada Tengadah ke awan-awan yang menabiri matahari Aku di sini, o, negeri yang murung tak terperi …

Puisi: Mimpi (Karya Isma Sawitri)

Mimpi Hidup adalah bagian terbaik dari mati Dan kau adalah bagian terbaik dari mimpi. Sumber: Horison (September, 1988) Catatan: Bait puis…

Puisi: Sayap-Sayap (Karya Isma Sawitri)

Sayap-Sayap Menjelajah siklus purba sayap-sayap melintang putih hitam di atas Chao Phraya sekejab mendadak berputar kompak serempak melingkar menjela…

Puisi: Pantomime (Karya Isma Sawitri)

Pantomime Aku kamu tak henti henti membisu tak putus putus menyeru ke dalam kalbu diriku dirimu tak henti benti memasang saraf baja mengamalkan kiat …

Puisi: Edan (Karya Isma Sawitri)

Edan Hari hari debu cerlang matahari menerpa-nerpa tubuhku matahariku bola merah yang terlena di atas genangan ungu dan hidupku senyap mengendap dala…

Puisi: Memo Seorang Partisan (Karya Isma Sawitri)

Memo Seorang Partisan Sudah digelar strategi telah dipajang kalkulasi dan segebung tekad cermat bulat tanpa seorang Caesar tanpa mimpi mimpi besar di…

Puisi: Sajak Segobang (Karya Isma Sawitri)

Sajak Segobang Lewat tengah malam Jakarta dibasuh hujan puncak Monas berkilauan penuh kharisma lewat rel kereta ke selatan ke utara kubah Istiqlal pu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.