Analisis Puisi:
Puisi “Kepada Bouazizi, Pedagang Buah di Tunisia” karya D. Kemalawati menghadirkan narasi yang penuh empati terhadap seorang individu yang menjadi simbol perlawanan dan ketidakadilan. Penyair menyoroti peristiwa nyata yang menggugah kesadaran sosial melalui bahasa puitis yang padat dan imajinatif.
Tema
Tema utama puisi ini adalah ketidakadilan sosial dan keberanian individu dalam menghadapi tekanan. Puisi ini juga menyinggung solidaritas manusia terhadap penderitaan orang lain.
Puisi ini bercerita tentang Mohamed Bouazizi, pedagang buah di Tunisia yang melakukan aksi membakar diri sebagai protes terhadap ketidakadilan dan perlakuan buruk aparat. Penyair menggambarkan Bouazizi sebagai sosok yang tragis namun menjadi simbol keberanian, dan mengaitkannya dengan alam yang seolah merespons tragedi tersebut.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah kecaman terhadap ketidakadilan dan penghormatan terhadap keberanian individu yang menentang penindasan. Bouazizi digambarkan bukan hanya sebagai korban, tetapi juga sebagai figur yang menimbulkan kesadaran bagi masyarakat luas.
Suasana dalam Puisi
Suasana puisi ini muram, getir, namun penuh penghormatan. Ada perasaan pilu yang mendalam ketika menggambarkan tubuh Bouazizi yang terbakar, namun juga muncul kekaguman terhadap tindakannya yang berani.
Imaji
Beberapa imaji penting dalam puisi ini antara lain:
- “kulit lepuh dan parfum hangus” – membangkitkan gambaran fisik penderitaan Bouazizi.
- “pakaian abu di halaman taman negeri” – imaji yang simbolik, menegaskan kesan kehancuran dan pengorbanan.
- “ilalang dan bunga mekar / Sama terbakar” – alam seolah ikut merasakan penderitaan, menciptakan citra dramatis dan melankolis.
Majas
Puisi ini memanfaatkan beberapa majas, di antaranya:
- Metafora, seperti “pakaian abu” dan “parfum hangus” untuk menggambarkan kehancuran dan penderitaan.
- Personifikasi, pada alam yang “Sama terbakar”, seakan ikut merasakan penderitaan manusia.
- Hiperbola, menekankan dampak tragis dan simbolik dari peristiwa yang terjadi.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Pesan yang dapat diambil dari puisi ini adalah pentingnya kesadaran sosial, empati, dan penghormatan terhadap keberanian individu yang menentang ketidakadilan. Puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan kondisi masyarakat dan peran setiap individu dalam menghadapi penindasan.
Puisi “Kepada Bouazizi, Pedagang Buah di Tunisia” adalah puisi yang menggabungkan tragedi pribadi dengan refleksi sosial, menggunakan bahasa puitis yang kuat untuk menimbulkan empati dan kesadaran pembaca.
Karya: D. Kemalawati
Biodata D. Kemalawati:
- Deknong Kemalawati lahir pada tanggal 2 April 1965 di Meulaboh, Aceh.
