Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Kepada Bouazizi, Pedagang Buah di Tunisia (Karya D. Kemalawati)

Puisi “Kepada Bouazizi, Pedagang Buah di Tunisia” karya D. Kemalawati bercerita tentang Mohamed Bouazizi, pedagang buah di Tunisia yang melakukan ...
Kepada Bouazizi,
Pedagang Buah di Tunisia

Bouazizi, aku tak tahu apa
Dia menyambutmu ke pelukan
atau menjauh memalingkan muka
saat kau datang dengan kulit lepuh
dan parfum hangus

yang kutahu
setelah kau tinggalkan pakaian abu
di halaman taman negeri
ilalang dan bunga mekar
Sama terbakar

mereka mencemburuimu

kuharap kini mereka tak pulang
dengan mulut berbau arang.

Banda Aceh, 12 Februari 2011

Analisis Puisi:

Puisi “Kepada Bouazizi, Pedagang Buah di Tunisia” karya D. Kemalawati menghadirkan narasi yang penuh empati terhadap seorang individu yang menjadi simbol perlawanan dan ketidakadilan. Penyair menyoroti peristiwa nyata yang menggugah kesadaran sosial melalui bahasa puitis yang padat dan imajinatif.

Tema

Tema utama puisi ini adalah ketidakadilan sosial dan keberanian individu dalam menghadapi tekanan. Puisi ini juga menyinggung solidaritas manusia terhadap penderitaan orang lain.

Puisi ini bercerita tentang Mohamed Bouazizi, pedagang buah di Tunisia yang melakukan aksi membakar diri sebagai protes terhadap ketidakadilan dan perlakuan buruk aparat. Penyair menggambarkan Bouazizi sebagai sosok yang tragis namun menjadi simbol keberanian, dan mengaitkannya dengan alam yang seolah merespons tragedi tersebut.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah kecaman terhadap ketidakadilan dan penghormatan terhadap keberanian individu yang menentang penindasan. Bouazizi digambarkan bukan hanya sebagai korban, tetapi juga sebagai figur yang menimbulkan kesadaran bagi masyarakat luas.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini muram, getir, namun penuh penghormatan. Ada perasaan pilu yang mendalam ketika menggambarkan tubuh Bouazizi yang terbakar, namun juga muncul kekaguman terhadap tindakannya yang berani.

Imaji

Beberapa imaji penting dalam puisi ini antara lain:
  • “kulit lepuh dan parfum hangus” – membangkitkan gambaran fisik penderitaan Bouazizi.
  • “pakaian abu di halaman taman negeri” – imaji yang simbolik, menegaskan kesan kehancuran dan pengorbanan.
  • “ilalang dan bunga mekar / Sama terbakar” – alam seolah ikut merasakan penderitaan, menciptakan citra dramatis dan melankolis.

Majas

Puisi ini memanfaatkan beberapa majas, di antaranya:
  • Metafora, seperti “pakaian abu” dan “parfum hangus” untuk menggambarkan kehancuran dan penderitaan.
  • Personifikasi, pada alam yang “Sama terbakar”, seakan ikut merasakan penderitaan manusia.
  • Hiperbola, menekankan dampak tragis dan simbolik dari peristiwa yang terjadi.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Pesan yang dapat diambil dari puisi ini adalah pentingnya kesadaran sosial, empati, dan penghormatan terhadap keberanian individu yang menentang ketidakadilan. Puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan kondisi masyarakat dan peran setiap individu dalam menghadapi penindasan.

Puisi “Kepada Bouazizi, Pedagang Buah di Tunisia” adalah puisi yang menggabungkan tragedi pribadi dengan refleksi sosial, menggunakan bahasa puitis yang kuat untuk menimbulkan empati dan kesadaran pembaca.

D. Kemalawati
Puisi: Kepada Bouazizi, Pedagang Buah di Tunisia
Karya: D. Kemalawati

Biodata D. Kemalawati:
  • Deknong Kemalawati lahir pada tanggal 2 April 1965 di Meulaboh, Aceh.
© Sepenuhnya. All rights reserved.