Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Kupanggil Namamu Madonna (Karya John Dami Mukese)

Puisi “Kupanggil Namamu Madonna” karya John Dami Mukese bercerita tentang seorang yang berdoa dan memanggil nama Madonna (Bunda Maria) dengan ...

Kupanggil Namamu Madonna

Salam Maria penuh Rahmat
Kupanggil namamu Madonna
Terdorong hasrat didekap
pada dadamu tak bernoda

Rinduku batang gelagah muda
terkulai di padang gembala
Tiada lagi pipil bersiul di sana
Tiada pula unggas berkidung jenaka

Salam Maria penuh rahmat
Kupanggil namamu Madonna
Terdampar rinduku kandas
pada harapanku kian goyah

Lantaran imanku pucuk labuh di ladang
terkulai dilayu wabah kekeringan
Tidak bunga-bunga berkembang segar
Kumbang pun tiada bersenda di sana

Cucurkan air matamu Madonna
membasahi pucuk-pucuk imanku
Hujankan doa-doamu nan sakti
tegakkan kembali rinduku kulai

Salam Maria penuh rahmat
Kupanggil namamu Madonna
Terpujilah engkau di antara wanita
Ulurkan tanganmu pengantara rahmat

Ende, Mei 1982

Sumber: Doa-Doa Semesta (Nusa Indah, 1983)

Analisis Puisi:

Puisi “Kupanggil Namamu Madonna” karya John Dami Mukese merupakan karya yang sarat nuansa religius dan spiritual. Melalui simbol Madonna—yang merujuk pada sosok Maria, Bunda Yesus—penyair menyampaikan pergulatan batin seorang manusia yang merindukan kedamaian dan peneguhan iman di tengah kekeringan spiritual.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kerinduan spiritual dan permohonan pengampunan kepada Bunda Maria. Penyair menggambarkan rasa haus rohani dan kebutuhan akan sentuhan kasih ilahi ketika iman mulai goyah.

Puisi ini bercerita tentang seorang yang berdoa dan memanggil nama Madonna (Bunda Maria) dengan penuh kerinduan. Ia merasa imannya mulai layu, harapannya kandas, dan batinnya kekeringan. Dalam kondisi itu, ia memohon agar Madonna mencucurkan air matanya dan menurunkan doa untuk menghidupkan kembali semangat imannya yang hampir padam.

Makna Tersirat

Makna tersirat dari puisi ini adalah pencarian makna keteguhan iman di tengah krisis spiritual. Batang gelagah yang terkulai, ladang kering, dan bunga yang tidak berkembang adalah simbol dari jiwa yang kehilangan arah. Penyair mengakui bahwa manusia sering mengalami masa-masa kering dalam iman, dan hanya melalui belas kasih ilahi—yang diwakili oleh sosok Madonna—iman itu dapat ditegakkan kembali.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini melankolis dan penuh penyerahan diri. Ada nuansa sedih dan lembut dalam tiap baitnya, namun juga terselip harapan akan pemulihan. Kesedihan spiritual berpadu dengan permohonan yang khusyuk, menciptakan suasana doa yang intim dan penuh kerendahan hati.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Amanat puisi ini adalah pentingnya ketulusan dalam berdoa dan keikhlasan mencari kembali sumber kekuatan iman ketika batin terasa kering. Penyair mengingatkan bahwa setiap manusia bisa mengalami masa-masa goyah, namun Tuhan selalu membuka jalan melalui perantaraan kasih ilahi. Dalam konteks Katolik, Madonna menjadi simbol pengantara rahmat dan penghiburan bagi yang kehilangan harapan.

Imaji

Puisi ini kaya dengan imaji alam yang melambangkan kondisi batin, seperti:
  • “Rinduku batang gelagah muda terkulai di padang gembala” — menggambarkan jiwa yang rapuh dan kehilangan daya hidup.
  • “Pucuk labuh di ladang terkulai dilayu wabah kekeringan” — melukiskan iman yang merosot dan hati yang kering.
  • “Cucurkan air matamu Madonna membasahi pucuk-pucuk imanku” — menghadirkan gambaran visual dan emosional tentang rahmat yang menghidupkan kembali jiwa.

Majas

Beberapa majas yang menonjol antara lain:
  • Metafora, seperti “imanku pucuk labuh di ladang” untuk menggambarkan iman yang layu.
  • Personifikasi, ketika bunga, ladang, dan air mata digambarkan memiliki kekuatan hidup dan penyembuh.
  • Repetisi, melalui pengulangan larik “Salam Maria penuh rahmat / Kupanggil namamu Madonna” yang memperkuat nuansa doa dan penyerahan diri.
  • Simbolisme, karena sosok Madonna melambangkan rahmat dan kasih ilahi yang menjadi sumber harapan.
Puisi “Kupanggil Namamu Madonna” adalah puisi doa yang indah dan sarat makna religius. John Dami Mukese dengan lembut menulis pergulatan antara iman dan keputusasaan, lalu menutupnya dengan penyerahan penuh harap kepada sosok Madonna sebagai simbol cinta dan pengharapan abadi.

Puisi Sepenuhnya
Puisi: Kupanggil Namamu Madonna
Karya: John Dami Mukese

Biodata John Dami Mukese:
  • John Dami Mukese lahir pada tanggal 24 Maret 1950 di Menggol, Benteng Jawa, Manggarai Timur, Flores, NTT.
  • John Dami Mukese meninggal dunia pada pukul 02.15 WITA tanggal 26 Oktober 2017 di RSUD Ende.
© Sepenuhnya. All rights reserved.