Puisi: Potret Itu (Karya Arih Numboro)

Puisi "Potret Itu" karya Arih Numboro bercerita tentang seorang anak yang memperhatikan potret kakeknya yang terpasang di ruang tamu.

Potret Itu


Potret itu masih seperti dulu
Terpasang rapi di ruang tamu
Menyambut semua orang
Yang datang bertandang

Ya, itu kakek
Keriput wajahnya adalah tanda
Kerasnya perjuangan hidupnya
Begitu kata nenek

Ayah pernah bercerita
Para putra-putrinya
Tidak ada yang luput dari marah dan petuahnya
Tidak ada yang dapat menghindar dari rotan mendarat kuat
Di tubuh pedihnya lekat
Bila mereka melakukan salah yang sangat

Potret itu
Senyumnya menunjukkan keramahan
Matanya menyiratkan ketegasan
Gurat dan keriputnya menandakan perjuangan

Potret itu
Bertanya padaku
Wahai cucuku
Apakah kau akan begitu selalu
Bersenang-senang tak peduli waktu
Berfoya-foya hingga masa tuamu

Di depan potret itu
Aku tertunduk malu
Aku berbangga dengan kekayaan ayah
Tanpa aku berpayah-payah

Potret itu masih seperti dulu
Terpasang rapi di ruang tamu
Menyambut semua orang
Yang datang bertandang

Potret itu selalu
Mengajarkan kelembutan
Mengajarkan ketegasan
Mengajarkan perjuangan

Sumber: Surat dari Samudra (Balai Bahasa Jawa Tengah, 2018)

Analisis Puisi:

Puisi anak "Potret Itu" karya Arih Numboro menghadirkan refleksi mendalam tentang keluarga, perjuangan, dan nilai-nilai kehidupan melalui penggambaran potret seorang kakek. Meskipun ditujukan untuk pembaca anak-anak, puisi ini sarat dengan pesan moral yang dapat dimaknai lintas usia.

Tema

Tema utama puisi ini adalah warisan nilai keluarga dan ketegasan dalam mendidik. Anak-anak diajak memahami bagaimana pengalaman hidup dan perjuangan orang tua atau kakek-nenek membentuk karakter keluarga. Tema lain yang muncul adalah perjuangan, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap jasa orang tua, yang menekankan pentingnya menghormati pengalaman dan kebijaksanaan generasi sebelumnya.

Makna Tersirat

Di balik cerita tentang potret kakek, tersirat makna tentang keteladanan dan tanggung jawab. Potret itu bukan sekadar gambar, melainkan simbol perjuangan, ketegasan, dan kasih sayang. Pesan tersirat lain adalah pentingnya introspeksi: anak-anak diajak melihat diri mereka sendiri dalam konteks keluarga dan masa depan, untuk memahami bahwa kebahagiaan dan kekayaan harus diraih melalui usaha, bukan semata-mata diwariskan.

Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang memperhatikan potret kakeknya yang terpasang di ruang tamu. Melalui pengamatan ini, anak mengenal kerasnya perjuangan kakek dalam mendidik anak-anaknya, ketegasan yang disertai kasih sayang, dan nilai-nilai hidup yang diwariskan. Potret itu seolah berbicara kepada cucunya, mengingatkan agar tidak hanya bersenang-senang tanpa memikirkan masa depan. Anak pun merenung, merasa bangga sekaligus malu, menyadari tanggung jawab untuk belajar dan berusaha.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan utama puisi ini adalah menghargai perjuangan keluarga, meneladani ketegasan yang berpadu dengan kelembutan, dan menyadari tanggung jawab pribadi. Anak-anak diajak memahami bahwa setiap keberhasilan membutuhkan usaha dan penghargaan terhadap pengalaman generasi sebelumnya. Puisi ini juga menekankan pentingnya introspeksi diri dan menghormati nilai-nilai keluarga sebagai panduan hidup.

Imaji dan Majas

Puisi ini kaya imaji visual, seperti “Potret itu masih seperti dulu, terpasang rapi di ruang tamu” dan “Keriput wajahnya adalah tanda kerasnya perjuangan hidupnya,” yang memudahkan pembaca membayangkan sosok kakek dan ekspresinya. Majas personifikasi digunakan ketika potret “bertanya padaku” atau “mengajarkan kelembutan,” memberi kesan hidup dan interaktif pada potret, sehingga pesan moral tersampaikan secara emosional dan menyentuh hati.

Puisi "Potret Itu" adalah puisi anak yang sederhana namun sarat makna. Arih Numboro berhasil menyampaikan pelajaran tentang ketegasan, perjuangan, dan tanggung jawab melalui bahasa yang mudah dipahami dan imaji yang kuat. Puisi ini menjadi sarana edukatif yang mendorong anak-anak untuk merenungkan nilai keluarga, menghargai jasa orang tua, dan menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab diri sendiri.

Arih Numboro
Puisi: Potret Itu
Karya: Arih Numboro

Biodata Arih Numboro:
  • Arih Numboro lahir di sebuah dusun kecil bernama Taman Kulon, Desa Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri.
© Sepenuhnya. All rights reserved.