Sang Kala
Batu-batu kecil
pasir
kedua kakimu kukuh
menjauh
mencari
Matahari di ketinggian
menyinari lengan-lenganmu basah
yang seakan busur terentang
kuat, lentur, gelisah
Sejauh-jauh kembara angin
segundah-gundah hatimu ingin
pilihan jatuh pada topan tak kelihatan
sukma terpaut pada karang paling menantang
Hai siang, hai malam, hai detik-detik pendakian
limpahkan padanya degup derap semangat
salurkan amarah dan cita-cita
titiskan yang terbaik dari pria
termulia dari wanita
titiskan
Di sini dan nanti
lengan-lenganmu mengukir mimpi
di sini dan nanti
tanpa billboard dan rasa iri
Sumber: Horison (September, 1988)
Analisis Puisi:
Puisi "Sang Kala" karya Isma Sawitri adalah karya yang sarat akan gambaran alam dan perjalanan, mengajak pembaca untuk merenungkan perjalanan hidup yang penuh dengan pencarian dan pengharapan.
Pencarian dan Perjalanan Hidup: Puisi dimulai dengan gambaran sederhana namun kuat tentang keberangkatan, di mana penyair menjelajahi kehidupan melalui "batu-batu kecil" dan "pasir." Ini dapat diartikan sebagai metafora perjalanan hidup yang penuh dengan tantangan dan pencarian. Kakinya yang kukuh menandakan tekad dan kekuatan dalam melangkah.
Elemen Alam sebagai Metafora Emosi: Matahari yang menyinari "lengan-lenganmu basah" menciptakan gambaran visual yang kuat tentang perjuangan dan ketahanan di tengah perjalanan. Lengan yang seperti busur terentang menggambarkan kekuatan dan elastisitas, sementara gelisah menciptakan nuansa emosional yang menyertai setiap langkah perjalanan.
Pilihan Hidup yang Menantang: Penyair membangun gambaran tentang pemilihan hidup yang tidak selalu terlihat seperti "topan tak kelihatan." Ini menciptakan makna tentang keberanian dalam menghadapi ketidakpastian dan tantangan, serta kesiapan untuk menjelajahi karang yang paling menantang di kehidupan.
Panggilan untuk Berjuang dan Bermimpi: Panggilan kepada "siang, malam, detik-detik pendakian" adalah suara yang mengajak untuk terus berjuang dan bermimpi. Puisi mengilustrasikan semangat dan keinginan untuk memberikan yang terbaik, baik dari seorang pria maupun wanita. Ada kekuatan dalam meluapkan emosi, marah, dan cita-cita dalam perjalanan hidup.
Mengukir Masa Depan dengan Penuh Harapan: Dengan menyatakan bahwa "lengan-lenganmu mengukir mimpi," puisi menekankan pada peran aktif individu dalam membentuk dan meraih impian mereka. Tanpa dipengaruhi oleh billboard atau rasa iri, penyair menggambarkan kesucian dan ketulusan dalam mencapai puncak tanpa terganggu oleh pencitraan dan permusuhan.
Puisi "Sang Kala" karya Isma Sawitri adalah sebuah puisi yang memancarkan semangat perjalanan hidup yang penuh dengan kekuatan, tekad, dan harapan. Dengan menggunakan gambaran alam dan elemen-elemen metaforis, penyair berhasil menggambarkan kompleksitas dan keindahan setiap langkah dalam perjalanan hidup. Puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan arti perjalanan pribadi dan menyadari kekuatan yang melekat dalam menjalani hidup dengan penuh semangat dan harapan.
Karya: Isma Sawitri
Biodata Isma Sawitri:
- Isma Sawitri lahir pada tanggal 21 November 1940 di Langsa, Aceh.
