Puisi: Satu, Dua, Tiga (Karya Emi Fauziati)

Puisi "Satu, Dua, Tiga" karya Emi Fauziati menghadirkan pengalaman anak-anak dalam belajar mengeja dan menghitung, sekaligus menumbuhkan kesadaran ...

Satu, Dua, Tiga


Dengan terbata
Mengeja
Menghitung angka dan aksara
Membuka cakrawala
    Semakin terkuak
    Semakin kecil berasa
Bahwa di luar sana
Menanti titah
Bijak laksana

Sumber: Surat dari Samudra (Balai Bahasa Jawa Tengah, 2018)

Analisis Puisi:

Puisi anak "Satu, Dua, Tiga" karya Emi Fauziati menghadirkan pengalaman anak-anak dalam belajar mengeja dan menghitung, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan dunia yang lebih luas. Dengan bahasa sederhana namun puitis, puisi ini mendorong pembaca anak untuk memahami proses belajar sebagai jalan membuka wawasan.

Tema

Tema utama puisi ini adalah proses belajar dan pengetahuan. Anak-anak digambarkan mulai dari hal-hal sederhana, seperti mengeja dan menghitung, hingga menyadari betapa luas dan kompleksnya dunia. Tema lain yang muncul adalah kesadaran diri dan rasa takjub terhadap dunia di luar pengalaman sehari-hari.

Makna Tersirat

Di balik kata-kata sederhana, tersirat makna tentang keinginan untuk memahami dan menghargai pengetahuan. Anak-anak diajak menyadari bahwa belajar adalah proses membuka cakrawala, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan menyadari bahwa dunia lebih luas daripada yang terlihat. Makna tersirat lain adalah pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam menapaki proses belajar.

Puisi ini bercerita tentang anak-anak yang belajar mengeja dan menghitung angka serta aksara. Proses ini digambarkan sebagai pengalaman membuka cakrawala, di mana anak mulai menyadari betapa kecil dirinya dibandingkan dunia yang menanti. Puisi ini juga menyiratkan interaksi anak dengan pendidikan dan bimbingan bijak yang membimbing mereka mengenal dunia.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan utama puisi ini adalah pentingnya belajar dengan kesungguhan dan rasa ingin tahu. Anak-anak diajak menghargai proses belajar, memahami bahwa pengetahuan membuka cakrawala baru, dan menyadari bahwa di luar sana ada dunia yang menanti untuk dijelajahi dengan bijak.

Imaji

Puisi ini menggunakan imaji visual dan konseptual, seperti “Dengan terbata, mengeja, menghitung angka dan aksara” dan “Semakin terkuak, semakin kecil berasa,” yang membantu anak-anak membayangkan proses belajar dan rasa kagum terhadap dunia.

Puisi "Satu, Dua, Tiga" adalah puisi anak yang sederhana namun sarat makna. Emi Fauziati berhasil menyampaikan pengalaman belajar, rasa ingin tahu, dan kesadaran akan dunia yang lebih luas melalui bahasa yang lembut dan imaji yang jelas. Puisi ini efektif menjadi sarana edukatif dan inspiratif bagi anak-anak untuk menumbuhkan kecintaan pada belajar dan pengetahuan.

Emi Fauziati
Puisi: Satu, Dua, Tiga
Karya: Emi Fauziati

Biodata Emi Fauziati:
  • Dra. Hj. Emi Fauziati, lahir pada tanggal 10 Januari 1968 di Brebes.
  • Emi adalah penerima penghargaan lomba Karya Tulis Peningkatan IMTAQ Siswa tahun 2007 dan pemenang lomba penulis artikel Anti Hoax yang diselenggarakan oleh PGRI Jawa Tengah tahun 2017.
  • Selain itu, ia penulis novel Relung Kehidupan (2018) dan ikut menyumbangkan puisi ke dalam Antologi Puisi Guru (2018).
© Sepenuhnya. All rights reserved.