Setangkai Bunga
hanya dengan setangkai bunga aku lepaskan engkau
menuju negeri kekalan
meski berat aku melepas
tapi bukanlah semua manusia
akan menemukan akhir perjalanannya?
aku lepas engkau
dengan hati putih dan kepasrahan
terimalah setangkai kembangku
ujud dari persahabatan kita
sahabatku
Sumber: Sinar Harapan (Th. XXI, 28 November 1982)
Analisis Puisi:
Puisi “Setangkai Bunga” karya Retno Susanti mengekspresikan perasaan perpisahan yang lembut dan penuh kepasrahan. Melalui bahasa yang sederhana, penyair menyampaikan rasa kehilangan sekaligus penghormatan terhadap ikatan persahabatan yang tulus.
Tema
Tema utama puisi ini adalah perpisahan dan kepasrahan dalam hubungan persahabatan. Penyair menekankan bagaimana melepas seseorang yang dekat dengan kita dapat dilakukan dengan hati yang tulus, meskipun rasa berat tetap dirasakan.
Puisi ini bercerita tentang proses melepas seorang sahabat yang pergi atau meninggalkan kita, yang digambarkan melalui simbol setangkai bunga sebagai wujud penghormatan dan cinta. Larikan “hanya dengan setangkai bunga aku lepaskan engkau / menuju negeri kekalan” menekankan perpisahan yang abadi dan penuh hormat.
Makna tersirat
Makna tersirat dari puisi ini adalah penerimaan terhadap perpisahan sebagai bagian alami dari kehidupan dan persahabatan. Penyair ingin menunjukkan bahwa meskipun perpisahan terasa berat, menerima kenyataan dengan hati yang bersih dan ikhlas adalah wujud cinta dan penghargaan yang sejati.
Selain itu, “bukanlah semua manusia akan menemukan akhir perjalanannya?” menyiratkan refleksi tentang kefanaan dan ketidakpastian hidup, sehingga perpisahan menjadi bagian dari perjalanan hidup yang harus diterima.
Suasana dalam puisi
Suasana puisi ini tenang, melankolis, dan penuh kepasrahan. Terdapat kesan haru dan lembut, mencerminkan kedalaman emosi penyair saat melepas seseorang yang sangat berarti. Puisi ini membawa pembaca merasakan percampuran antara kesedihan dan penerimaan.
Imaji
Penyair menggunakan imaji simbolik melalui setangkai bunga sebagai lambang penghormatan dan persahabatan. Imaji ini menghadirkan visual sederhana namun kuat, yang mengaitkan tindakan fisik (memberikan bunga) dengan makna emosional yang dalam.
Majas
Beberapa majas yang dapat dikenali dalam puisi ini:
- Metafora: setangkai bunga mewakili persahabatan dan penghormatan dalam perpisahan.
- Personifikasi: perpisahan digambarkan seolah memiliki perjalanan sendiri (menuju negeri kekalan).
- Pertanyaan retoris: “bukanlah semua manusia akan menemukan akhir perjalanannya?” menekankan refleksi eksistensial dan menimbulkan renungan pembaca.
Amanat / Pesan yang disampaikan
Pesan utama puisi ini adalah belajarlah menerima perpisahan dengan hati yang tulus dan penuh penghormatan. Retno Susanti mengajak pembaca untuk memahami bahwa melepas orang yang dicintai atau sahabat bukan berarti kehilangan, tetapi merupakan bentuk cinta dan penghargaan yang sejati.
Puisi “Setangkai Bunga” merupakan karya yang sederhana namun sarat makna, menekankan kepasrahan, penghormatan, dan keikhlasan dalam perpisahan. Melalui simbol setangkai bunga, Retno Susanti berhasil menyampaikan pesan emosional yang mendalam, yaitu bahwa melepaskan seseorang dengan hati yang tulus adalah wujud persahabatan dan cinta yang abadi.
Karya: Retno Susanti