Analisis Puisi:
Puisi “Kangen” karya Ook Nugroho menghadirkan pengalaman rindu yang tidak lazim: kerinduan kepada ayah yang telah wafat puluhan tahun lalu. Dengan gaya naratif, absurd, sekaligus lirih, puisi ini mengaburkan batas antara dunia nyata dan dunia arwah, menghadirkan rindu sebagai kekuatan yang mampu memanggil kembali yang telah tiada—bukan secara fisik, melainkan melalui ingatan dan batin.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kerinduan terhadap orang tua yang telah meninggal, ingatan, dan hubungan emosional yang melampaui kematian. Selain itu, puisi ini juga menyentuh tema kefanaan hidup dan keabadian rasa kasih dalam ingatan manusia.
Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang “mengantar ayahnya ke dokter”, meskipun sang ayah telah meninggal lebih dari tiga puluh tahun lalu. Dalam perjalanan tersebut, pembaca diajak masuk ke ruang yang aneh dan sureal: ruang tunggu dokter yang dipenuhi “orang-orang mati” yang justru tampak cerah dan gembira.
Percakapan dengan ayah, dokter, dan para arwah lain berlangsung ringan, bahkan humoris, namun sarat makna. Semua itu berujung pada satu kesadaran: bahwa di “sorga”, mereka baik-baik saja, hanya kadang merasa kangen pada dunia.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini dapat ditafsirkan dalam beberapa lapisan:
- Rindu tidak mengenal kematian – ikatan batin antara anak dan ayah tetap hidup meski tubuh telah tiada.
- Ingatan sebagai ruang pertemuan – kenangan menjadi tempat di mana yang hidup dan yang mati masih bisa “berjumpa”.
- Sindiran halus tentang dunia – ungkapan bahwa dunia “bertambah busuk” menunjukkan kritik terhadap realitas kehidupan manusia.
- Penerimaan atas kematian – kematian digambarkan bukan sebagai tragedi, melainkan sebagai kelanjutan hidup yang lebih damai.
Suasana dalam Puisi
Suasana puisi ini melankolis, absurd, tenang, dan ironis. Ada kesedihan yang halus, tetapi tidak meledak-ledak. Humor tipis justru memperkuat rasa kehilangan, membuat pembaca tersenyum sambil merasakan perih yang samar.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Puisi ini menyampaikan amanat / pesan bahwa:
- Rasa rindu adalah bukti cinta yang tidak pernah benar-benar selesai.
- Kematian bukan akhir dari hubungan emosional manusia.
- Hidup perlu dijalani dengan kesadaran bahwa semua pada akhirnya akan kembali.
- Mengingat orang yang telah tiada adalah bagian dari proses berdamai dengan hidup.
Puisi “Kangen” karya Ook Nugroho adalah perenungan lembut tentang rindu yang tak selesai oleh waktu maupun kematian. Dengan bahasa naratif yang tenang dan imaji yang absurd namun menyentuh, puisi ini mengajak pembaca menyadari bahwa orang-orang yang kita cintai tidak benar-benar pergi. Mereka tinggal di ingatan, dan di sanalah kerinduan terus hidup—diam-diam, setia, dan abadi.
Karya: Ook Nugroho
Biodata Ook Nugroho:
- Ook Nugroho lahir pada tanggal 7 April 1960 di Jakarta, Indonesia.
