Puisi Ayah

Puisi: Akhir Februari (Karya Alex R. Nainggolan)

Akhir Februari ; torang nainggolan di pangkal tangismu yang bayi, sudah terlewat. remah yang membuatku tercekat, empat tahun yang memberat di …

Puisi: Ibu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Ibu Ibu masih tinggal di kampung itu, ia sudah tua. Ia adalah perempuan yang menjadi korban mimpi-mimpi ayahku.…

Puisi: Mengenang Ayahanda (Karya Sutan Iwan Soekri Munaf)

Mengenang Ayahanda Terpisah Kembali jarak memadu resah Sementara rindu berpacu Aku pun ragu Setelah waktu berjalan sudah Aku lelah mencari kata tanpa…

Puisi: Kangen (Karya Ook Nugroho)

Kangen Sore ini saya mengantar ayah ke dokter. Sebetulnya ayah sudah meninggal lebih tiga puluh tahun yang lalu, pada suatu Ahad pagi yang sedikit be…

Puisi: Bapa (Karya Ai Lundeng)

Bapa Rindu ini sangat menyakitkan Rindu ini tak terbalaskan Rindu ini hanya bertepuk sebelah tangan Rindu padamu bapa terpisah alam Sosokmu yang begi…

Puisi: Pelukan Ayah (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki)

Pelukan Ayah Dalam diammu, Ayah, aku belajar arti keteguhan. Engkau tak banyak bicara, namun langkahmu adalah pesan yang tak pernah pudar. Setiap tet…

Puisi: Langkah Ayah (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki)

Langkah Ayah Suatu hari, aku mengikuti langkah Ayah dan kusadari bahwa bumi adalah saksi perjuangannya. Tak ada keluhan, hanya semangat yang menyala …

Puisi: Untukmu (Karya Ita Fatia)

Untukmu Pada tangis buncahmu, kasih ibu memelukmu Pada kisah manjamu, halus tangan ibu mengusapmu Pada semua pintamu, jerih payah ayah mendampingimu …

Puisi: Dengan Kata Lain (Karya Joko Pinurbo)

Dengan Kata Lain Tiba di stasiun kereta, aku langsung cari ojek. Entah nasib baik, entah nasib buruk, aku men…

Puisi: Di Kuburan Ayah (Karya Slamet Sukirnanto)

Di Kuburan Ayah Berteduh pohon kamboja berkembang Tinggalmu yang kekal Tak kenal lagi senyummu Memikat hatiku Ketika masih ka…

Puisi: Buat H.J. dan P.G. (Karya Goenawan Mohamad)

Buat H.J. dan P.G. Seperti sebuah makam yang tenang: dua leli paskah disematkan pada mawar hitam. Seperti kelebat jam yang datang: kup…

Puisi: Mengenang Bapa (Karya Diah Hadaning)

Mengenang Bapa Tak harus menangisinya jika bapa pergi ke lembah abadi jika tak tahu di mana pusara kirim saja bunga di bubungan atap tab…

Puisi: Seorang Ayah yang Bijak (Karya Edijushanan)

Seorang Ayah yang Bijak Seorang ayah yang bijak mendongeng untuk anak-anaknya mengantar tidur malam: Adalah suami-istri yang miskin, hidup dengan kem…

Puisi: Kematian (Karya Ajip Rosidi)

Kematian (1) Lelaki bernyanyi sepenuh hati didorongnya beton ke puncak tinggi di hari sebelum lebaran di rumah anak menunggu baju baru ta…
© Sepenuhnya. All rights reserved.