Puisi Ayah

Puisi: Takdir Ayah (Karya Umi Hanin)

Takdir Ayah Di pagi yang masih perawan Gagah langkahnya berlomba bersama fajar Menembus pekat Memburu embun pada dedaunan masih basah Seorang ayah be…

Puisi: Bapakku telah Pergi (Karya Mardi Luhung)

Bapakku telah Pergi Bapakku telah pergi menemui pembakaran ruang suci tempat selesaian tapi ekor-ekor yang ditinggalnya membelit tu…

Puisi: Ayah (Karya Syamsu Indra Usman)

Ayah Ayah berilah aku sekendi air dingin bila datang kemarau panjang dalam aku menggapai cita-cita yang kau ikat pada tonggak k…

Puisi: Tuhan dan Ayahku (Karya Nersalya Renata)

Tuhan dan Ayahku satu tuhan tak pernah cukup bagi ayahku. ia selalu mencari tuhan-tuhan lain. tuhan yang bisa mengabulkan permohona…

Puisi: Pesan dari Ayah (Karya Joko Pinurbo)

Pesan dari Ayah Datang menjelang petang, aku tercengang melihat Ayah sedang berduaan dengan telepon genggam …

Puisi: Bertamu ke Kuburan Ayah (Karya Beni Satryo)

Bertamu ke Kuburan Ayah Aku bertamu ke kuburan ayah. Memohon doa restu. "Kemarin kemiskinan datang ke rumah," kataku. "Ia melamar ibu.…

Puisi: Rumah (Karya Nersalya Renata)

Rumah ibu selalu menjadikan dirinya rumah bagi ayah rumah yang sekelilingnya dipagari rumah yang diubah-ubah ayah warna dinding…

Puisi: Ayahanda (Karya Bahrum Rangkuti)

Ayahanda Pada hari-hari ini terasa ayah hadir lagi Kulihat engkau seperempat abad lalu dalam engah terakhir memetik janji dari Apul, agar Kab…

Puisi: Larut Malam Suara Sebuah Truk (Karya Taufiq Ismail)

1946: Larut Malam Suara Sebuah Truk Sebuah Lasykar truk Masuk kota Salatiga Mereka menyanyikan  lagu 'Sudah Bebas Negeri Kita…

Puisi: Asu (Karya Joko Pinurbo)

Asu Di jalan kecil menuju kuburan Ayah di atas bukit saya berpapasan dengan anjing besar yang melaju dari arah yang saya tuju. Matanya mer…

Puisi: Ibuku Dehulu (Karya Amir Hamzah)

Ibuku Dehulu Ibuku dehulu marah padaku diam ia tiada berkata aku pun lalu merajuk pilu tiada peduli apa terjadi. Matanya terus mengawa…

Puisi: Doa dalam Lagu (Karya Taufiq Ismail)

Doa dalam Lagu Ibuku karena engkau merahimiku Merendalah tenteram karena besarlah anakmu Ayahku karena engk…

Puisi: Wasiat Seorang Ayah (Karya Saini KM)

Wasiat Seorang Ayah Kereta impian, jembatan bianglala, kemanakah kami telah dibawanya? Orang-orang tidur yang tak tahu diri bergulat berebut awan dal…

Puisi: Buat H.J. dan P.G. (Karya Goenawan Mohamad)

Buat H.J. dan P.G. Seperti sebuah makam yang tenang: dua leli paskah disematkan pada mawar hitam. Seperti kelebat jam yang datang: kup…
© Sepenuhnya. All rights reserved.