Puisi: Ayahanda (Karya Bahrum Rangkuti) Ayahanda Pada hari-hari ini terasa ayah hadir lagi Kulihat engkau seperempat abad lalu dalam engah terakhir memetik janji dari Apul, agar Kab…
Puisi: Larut Malam Suara Sebuah Truk (Karya Taufiq Ismail) 1946: Larut Malam Suara Sebuah Truk Sebuah Lasykar truk Masuk kota Salatiga Mereka menyanyikan lagu 'Sudah Bebas Negeri Kita…
Puisi: Asu (Karya Joko Pinurbo) Asu Di jalan kecil menuju kuburan Ayah di atas bukit saya berpapasan dengan anjing besar yang melaju dari arah yang saya tuju. Matanya mer…
Puisi: Ibuku Dehulu (Karya Amir Hamzah) Ibuku Dehulu Ibuku dehulu marah padaku diam ia tiada berkata aku pun lalu merajuk pilu tiada peduli apa terjadi. Matanya terus mengawa…
Puisi: Doa dalam Lagu (Karya Taufiq Ismail) Doa dalam Lagu Ibuku karena engkau merahimiku Merendalah tenteram karena besarlah anakmu Ayahku karena engk…
Puisi: Wasiat Seorang Ayah (Karya Saini KM) Wasiat Seorang Ayah Kereta impian, jembatan bianglala, kemanakah kami telah dibawanya? Orang-orang tidur yang tak tahu diri bergulat berebut awan dal…
Puisi: Buat H.J. dan P.G. (Karya Goenawan Mohamad) Buat H.J. dan P.G. Seperti sebuah makam yang tenang: dua leli paskah disematkan pada mawar hitam. Seperti kelebat jam yang datang: kup…
Puisi: Ayah dan Burung-Burung (Karya Raudal Tanjung Banua) Ayah dan Burung-Burung Aku terbayang ayah yang melangkah di pematang sawah kenangan. Sesekali langkahnya tertegu…
Puisi: Untukmu (Karya Ita Fatia) Untukmu Pada tangis buncahmu, kasih ibu memelukmu Pada kisah manjamu, halus tangan ibu mengusapmu Pada semua pintamu, jerih payah ayah mendampingimu …
Puisi: Aku, Ayah dan Empat Roda (Karya Iin Indrawati) Aku, Ayah dan Empat Roda di atas tumpukan harapan kukemas tidurku yang pulas mengelilingi jalan sesak dihimpit raga kesombongan mataku mendung kata a…
Puisi: Menunggu Ayah (Karya Hanna Fransisca) Menunggu Ayah Kecipir tumbuh di pagar, belimbing manis di tangan gadis. Langit sore turun di dahan, pohon manggis memanggil angin. Ada capung bersaya…
Puisi: Ayah (Karya D. Zawawi Imron) Ayah pagi dan angin mengelus mulus hatiku kota Rogojampi tersingkap, merdanta hati ayah sendirian di sana dan terpaksa lantaran di dusun ini kemarau …
Puisi: Sajak Berbingkai (Karya Ulfatin Ch.) Sajak Berbingkai Ayah Untukmu kutulis sajak berbingkai daun dan bunga. Di atas meja kutempatkan ia agar dapat kaupandang saat datang bulan bercahaya.…
Puisi: Sebuah Kamar (Karya Chairil Anwar) Sebuah Kamar Sebuah jendela menyerahkan kamar ini pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam mau lebih banyak tahu. "Sudah lima anak ber…
Puisi: Ayahku Diambil Penguasa (Karya Shinta Miranda) Ayahku Diambil Penguasa Penguasa yang berkuasa Mengambil ayah dari bunda Mengambil ayah dari ketiga anak perempuannya Di malam buta Menutup kedua mat…