Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Melayarkan Impian (Karya Dimas Arika Mihardja)

Puisi “Melayarkan Impian” karya Dimas Arika Mihardja menghadirkan metafora perjalanan laut sebagai gambaran proses hidup manusia dalam mengejar ...
Melayarkan Impian

Sebelum layar terkembang dan gelombang menggulung buritan
tiang layar, kain terpal
pelampung lekat di lambung
peta dan arah tujuan pendayung sampan
berita cuaca sinyal dan mercusuar
siap sebagai bekal perjalanan.

Saat perahu melaju dan gelombang menghadang
kita saling pandang di batas ada dan tiada
menafsirkan sebuah pergumulan diam-diam
mengikrarkan janji keabadian

Laut, gemuruh jiwa mencinta
mengirama dalam ayunan gelombang
menggemakan aneka suara tembang
hingga pada akhirnya perahu rapat di dermaga
berbatu karang.

9 Maret 2011

Analisis Puisi:

Puisi “Melayarkan Impian” karya Dimas Arika Mihardja menghadirkan metafora perjalanan laut sebagai gambaran proses hidup manusia dalam mengejar impian. Dengan diksi yang tenang dan simbol-simbol kelautan yang kuat, puisi ini mengajak pembaca merenungi persiapan, pergulatan, serta tujuan akhir dari sebuah perjalanan batin maupun kehidupan bersama.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perjalanan hidup dan perjuangan meraih impian, yang dijalani dengan kesiapan, kesadaran, dan komitmen bersama.

Puisi ini bercerita tentang sebuah perjalanan perahu sebelum dan sesudah berlayar. Pada bagian awal, penyair menampilkan detail persiapan: layar, pelampung, peta, arah tujuan, hingga mercusuar. Semua itu menjadi bekal penting sebelum menghadapi gelombang.

Ketika perahu mulai melaju, perjalanan tidak lagi mudah. Gelombang menghadang, dan di sanalah muncul momen saling pandang “di batas ada dan tiada”, sebuah fase reflektif yang menandai pergumulan batin dan kesadaran akan risiko perjalanan. Pada akhirnya, perahu merapat di dermaga berbatu karang, menandakan sampainya perjalanan pada tujuan, meski tidak tanpa luka dan kerasnya kenyataan.

Makna tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini menunjukkan bahwa impian tidak hanya soal tujuan, tetapi juga kesiapan mental dan kebersamaan dalam proses menjalaninya. Perahu dapat dibaca sebagai simbol kehidupan atau relasi, sementara laut melambangkan dunia yang luas, tak terduga, dan penuh tantangan.

Puisi ini juga menyiratkan bahwa janji dan komitmen sering kali diuji bukan saat awal perjalanan, melainkan ketika gelombang menghadang dan ketidakpastian muncul.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi terasa kontemplatif dan tenang, namun perlahan berubah menjadi reflektif dan emosional ketika perjalanan memasuki fase pergulatan, sebelum akhirnya mencapai keteduhan yang matang di bagian akhir.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah bahwa setiap impian memerlukan persiapan, keberanian menghadapi rintangan, dan kesetiaan pada janji yang telah diikrarkan. Selain itu, perjalanan hidup akan selalu berakhir pada pelabuhan tertentu, dan kedewasaan terletak pada cara manusia menjalaninya.

Puisi “Melayarkan Impian” karya Dimas Arika Mihardja adalah refleksi puitik tentang hidup sebagai perjalanan panjang yang menuntut kesiapan, keberanian, dan kesetiaan. Melalui metafora laut dan perahu, puisi ini mengingatkan bahwa impian tidak sekadar dilayarkan, tetapi juga harus dijaga hingga akhirnya berlabuh, meski dermaga yang dituju tak selalu ramah.

"Puisi Dimas Arika Mihardja"
Puisi: Melayarkan Impian
Karya: Dimas Arika Mihardja
© Sepenuhnya. All rights reserved.