Puisi Dimas Arika Mihardja

Puisi: Jogja, Kota Kataku (Karya Dimas Arika Mihardja)

Jogja, Kota Kataku Jogja, kota kataku tiap saat kubaca-baca tempat jiwa mengembara pusara makna dan alamat d…

Puisi: Pesan Singkat (Karya Dimas Arika Mihardja)

Pesan Singkat (1) Lihat pohon-pohon hayat relief ayat-ayat terpahat embun basuh daun tapi, pori-pori dahan dan rantingmu penuh daki: bers…

Puisi: Kado Ulang Tahun (Karya Dimas Arika Mihardja)

Kado Ulang Tahun (Buat Korrie Layun Rampan) (17 Agustus ialah hari kelahiran hari kemerdekaan menghirup kehid…

Puisi: Candi Muaro Jambi (Karya Dimas Arika Mihardja)

Candi Muaro Jambi Aku dengar keluh batu-batu runtuh berpeluh. tak ada arca atau stupa hanya ilalang bergoyang terpanggang matahari sebuah s…

Puisi: Jogja, Kembali Pulang (Karya Dimas Arika Mihardja)

Jogja, Kembali Pulang ( : teringat sosok Si Mbok ) Pulang kampung orang-orang berselimut sarung langit me…

Puisi: Menari di Atas Lidah Api (Karya Dimas Arika Mihardja)

Menari di Atas Lidah Api ( bagi jejak Kartini ) Bagi jejak Kartini, kini, di sini di bumi yang semakin menua…

Puisi: Dekap Aku, Kekasihku (Karya Dimas Arika Mihardja)

Dekap Aku, Kekasihku Dekap aku dan jangan lepaskan hiruk-pikuk jalanan menjajakan daging dalam deru nafas terengah. Aku tak mau daging yang h…

Puisi: Serenada Rumah Cinta (Karya Dimas Arika Mihardja)

Serenada Rumah Cinta Telah kubangun sebuah rumah di dalam dada: tersusun dari batu-batu rindu, desir pasir waktu, semen kesetiaan pada ruang tamu …

Puisi: Aku Memanggil Namamu, Ibu (Karya Dimas Arika Mihardja)

Aku Memanggil Namamu, Ibu Setiap debur rindu, aku memanggil namamu dengan gigil bahasa kalbu: Ibu Bagaimana bisa aku, bagaimana bisa aku mengub…

Puisi: Menguak Mimpi (Karya Dimas Arika Mihardja)

Menguak Mimpi (1) Engkau datang serupa bayang mengeram dalam tilam kelam kelambu tidur-jagaku lalu angin nyeret rahasia-Mu Engkaulah …

Puisi: Pasar Angso Duo (Karya Dimas Arika Mihardja)

Pasar Angso Duo Harga cabe naik harga diri turun turun naik sampan merapat di Tanggo Rajo. Agustus…

Puisi: Aku Ingin Kembali Jadi Mempelai (Karya Dimas Arika Mihardja)

Aku Ingin Kembali Jadi Mempelai Marhaban ya ramadhan izinkan aku kembali menjadi mempelai duduk di singgasan…

Puisi: Lebaran (Karya Dimas Arika Mihardja)

Lebaran Rendang dihidang hati dicincang airmata berlinang. 1993/1913 H Analisis Puisi : Puisi "Lebara…

Puisi: Tahajud Ilalang (Karya Dimas Arika Mihardja)

Tahajud Ilalang (: Lanskap 99 Nama) Setiap pagi dan petang, ilalang bergoyang Inna sholati wanusuki... Rak…

Puisi: Metamorfosis (Karya Dimas Arika Mihardja)

Metamorfosis Kubawa buku, tapi bukan wahyu wajah waktu terlukis sebagai grafiti pada dinding imaji Serupa burung, aku merenung orang-or…

Puisi: Di Dada, Waktu (Karya Dimas Arika Mihardja)

Di Dada, Waktu Di dada, waktu tumbuh menyemak dan jejak sajak lupa kau simak. Ia meriwayatkan semesta, merekam aneka kejadian. Di dada,…

Puisi: Wajah Ibu (Karya Dimas Arika Mihardja)

Wajah Ibu Pepohon rindang daun adalah engkau, ibu tak lelah mengairi dan mengalirkan embun di musim kemarau engkaulah, wajah yang bu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.