Puisi: Membaca Wajah Cinta (Karya Dimas Arika Mihardja) Membaca Wajah Cinta Kueja segala wajah kata sifat lewat tabiat Kueja segala wajah kata benda lewat berhala Kueja segala wajah kata kerja lewa…
Puisi: Salam Jeumpa, Ibu (Karya Dimas Arika Mihardja) Salam Jeumpa, Ibu Sayap kataku sepagi ini kembali melangit di Serambi Mekah. Mekarlah kerinduan yang rindang …
Puisi: Kwatrin Mei Menuju Danau Ning Ati (Karya Dimas Arika Mihardja) Kwatrin Mei Menuju Danau Ning Ati (1) "Pa, ini tanggal satu, kan?" bisik ibu nurani sembari kecup pipi pa…
Puisi: Kidung Rembang Petang (Karya Dimas Arika Mihardja) Kidung Rembang Petang Seiring lagu rindu kuketuk pintu hatimu, ibu telah lama aku berjalan menembus kabut di matamu mengurai mbako susur yang melin…
Puisi: Melayarkan Impian (Karya Dimas Arika Mihardja) Melayarkan Impian Sebelum layar terkembang dan gelombang menggulung buritan tiang layar, kain terpal pelampung lekat di lambung peta dan a…
Puisi: Sajak yang Mengajak (Karya Dimas Arika Mihardja) Sajak yang Mengajak Malam ini engkau menjelma sajak Yang mengajak berbincang tentang ada dan tiada Di antara ruang begitu maya; aku selalu p…
Puisi: Munajat Sayap (Karya Dimas Arika Mihardja) Munajat Sayap Sayap yang memikat tumbuhlah di tubuhku lewat kepaknya ingin kunikmati sayatan dan pahatan isyarat langit Sayap, bawala…
Puisi: Lukisan Senja (Karya Dimas Arika Mihardja) Lukisan Senja Langit putih ialah kanvas, seperti terkelupas. Aku mencium nafas pada awan yang isyaratkan huja…
Puisi: Lanskap Senja di Kota Tua (Karya Dimas Arika Mihardja) Lanskap Senja di Kota Tua Kata-kata mengarus dan berpusar mengalirkan silhuet dan lanskap hidup penuh warna: Mata berkaca-kaca. Terasa …
Puisi: Jalan Berliku Menujumu (Karya Dimas Arika Mihardja) Jalan Berliku Menujumu (1) (: Fitri) Inilah jalan yang mesti ditelisik, sayang sebuah jalan berliku menuju rumah-Mu rumah kehangatan yang t…
Puisi: Silhuet (Karya Dimas Arika Mihardja) Silhuet ( : lanskap senja ) Kata-kata mengarus dan berpusar mengalirkan silhuet dan lanskap hidup penuh w…
Puisi: Ekstase, Malam Hujan (Karya Dimas Arika Mihardja) Ekstase, Malam Hujan Gerimiskan lagi pada bumi yang tengadah. Pasrah menyerahkan diri lewat gelinjang jemari …
Puisi: Ranjang Ibu (Karya Dimas Arika Mihardja) Ranjang Ibu (: Balai Sidang Senayan) Ranjang ibu semakin memanjang dan mengejang, anak pertama, nurani, si…