Puisi Dimas Arika Mihardja

Puisi: Tahajud Ulang Kenangan (Karya Dimas Arika Mihardja)

Tahajud Ulang Kenangan Embun basuh daun terasa ada unggun merimbun Sementara genangan kenangan bersama-Mu …

Puisi: Silaturahmi (Karya Dimas Arika Mihardja)

Silaturahmi Sekian kali kukunjungi makam-makam peradaban di altar persembahan kita sama merasa asing oleh derap-waktu dan tahu jalan yang d…

Puisi: Rendezvous, Pada Sebuah Pantai (Karya Dimas Arika Mihardja)

Rendezvous: Pada Sebuah Pantai Dik, lihatkah riak dan ombak itu? Itulah gemuruh dadaku memandangmu Bang, lihatkah lidah ombak itu? Itulah…

Puisi: Sketsa Rumah Tua (Karya Dimas Arika Mihardja)

Sketsa Rumah Tua (: Hazim Amir) Sebuah rumah tua Tak lelah meriwayatkan diri Angin senja hinggap di daun j…

Puisi: Di Kaki Gunung (Karya Dimas Arika Mihardja)

Di Kaki Gunung Di antara celah dan lembah lorong-lorong goa membuka pintu waktu 'masuklah, jangan ragu&qu…

Puisi: Usai Pertemuan (Karya Dimas Arika Mihardja)

Usai Pertemuan Apakah yang kalian lipat usai pertemuan? Ya genang kenangan saat dada kita saling merapat, merapal…

Puisi: Jarak, Saat Menjauh (Karya Dimas Arika Mihardja)

Jarak, Saat Menjauh Tentu saja aku meluka! Masih kuhafal harum parfum di leher jenjang saat ayat tiba-tiba menyaya…

Puisi: Tiga Bait bagi Ibu Bumi (Karya Dimas Arika Mihardja)

Tiga Bait bagi Ibu Bumi Ibu, ah, ibu bumi berabad-abad engkau mengandung akar pohon menampung air mata duka lalu mengalirkannya …

Puisi: Restorasi Puisi (Karya Dimas Arika Mihardja)

Restorasi Puisi (: Goenawan, Sapardi, Subagio) Asmaradana, kabarkan pada pariksit senja bangkit dan menara ada…

Puisi: Di Punggung Bukit (Karya Dimas Arika Mihardja)

Di Punggung Bukit Duduk di atas undakan peradaban bukit-bukit tersaput kabut hanya punggungmu bergaris meriwayatkan gerimis. Panorama ala…

Puisi: Pada Tirai yang Melambai (Karya Dimas Arika Mihardja)

Pada Tirai yang Melambai Pada tirai yang melambai terasa ada badai. lalu mayat-mayat terkulai pucat-pasi. tiada suara tawa atau canda. di sin…

Puisi: Sajak Ibu Pertiwi (Karya Dimas Arika Mihardja)

Sajak Ibu Pertiwi "Kulihat ibu pertiwi Sedang berduka hati ...." Dadanya diguncang gempa Hatinya d…

Puisi: Upacara Gerimis (Karya Dimas Arika Mihardja)

Upacara Gerimis Pasukan hujan berbaris pandang matanya mengiris nurani mikrofon tegak di atas kehampaan me…

Puisi: Seraut Wajah (Karya Dimas Arika Mihardja)

Seraut Wajah Seraut wajah, tengadah ke langit. Matanya ialah kejora Bibirnya rekah delima Suaranya de…

Puisi: Kaligrafi, Hari Ini (Karya Dimas Arika Mihardja)

Kaligrafi, Hari Ini Seluas hati, hari ini aku tenggelamkan diri di kedalaman kaligrafi. Memahat huruf menjadi …

Puisi: Lilin bagi Sahabat (Karya Dimas Arika Mihardja)

Lilin bagi Sahabat ( : D. Kemalawati , Helvy Tiana Rosa, Ardi Nugroho ) Aku tak tahu persis berapa nyala lili…

Puisi: Jerit di Lahan Sawit (Karya Dimas Arika Mihardja)

Jerit di Lahan Sawit Barisan pohon kelapa sawit hanyalah kisah orang alit yang terlilit dan terjepit termangu dalam baris-baris gurit yang …
© Sepenuhnya. All rights reserved.