Puisi Dimas Arika Mihardja

Puisi: Riak dan Ombak Batanghari (Karya Dimas Arika Mihardja)

Riak dan Ombak Batanghari Ada masanya engkau bicara kecipak riak atau teriak ombak dalam sajak semuanya sali…

Puisi: Serenada Cinta (Karya Dimas Arika Mihardja)

Serenada Cinta (: spesial untukmu dan untuk-Mu) Senja tiba-tiba berkabut, kusebut nama-Mu dalam hening rantin…

Puisi: Pasar Angso Duo (Karya Dimas Arika Mihardja)

Pasar Angso Duo Harga cabe naik harga diri turun turun naik sampan merapat di Tanggo Rajo. Agustus…

Puisi: Wajah Ibu (Karya Dimas Arika Mihardja)

Wajah Ibu Pepohon rindang daun adalah engkau, ibu tak lelah mengairi dan mengalirkan embun di musim kemarau engkaulah, wajah yang bu…

Puisi: Ritus Senja (Karya Dimas Arika Mihardja)

Ritus Senja ( : mantra bunga ) Senja bersuci mengunci diri sendiri Bulan berenang di ranjang,  terlent…

Puisi: Qasidah Cinta Semata (Karya Dimas Arika Mihardja)

Qasidah Cinta Semata Kulidahkan bahasa sajadah bagi sang guru batinku Aku datang mendekap mesjid menguntai wirid Sajadah basah airmat…

Puisi: Dzikir (Karya Dimas Arika Mihardja)

Dzikir Kueja makna kata-Nya penuh damba Sia-sia sembunyikan airmata Duka di hadapan-Nya Maha Sempu…

Puisi: Masjid Agung Al-Falah (Karya Dimas Arika Mihardja)

Masjid Agung Al-Falah Sebuah rumah putih tak letih menunggumu menumpahkan rindu. Masihkah engkau berlalu ket…

Puisi: Jogja, Kota Kataku (Karya Dimas Arika Mihardja)

Jogja, Kota Kataku Jogja, kota kataku tiap saat kubaca-baca tempat jiwa mengembara pusara makna dan alamat d…

Puisi: Pesan Singkat (Karya Dimas Arika Mihardja)

Pesan Singkat (1) Lihat pohon-pohon hayat relief ayat-ayat terpahat embun basuh daun tapi, pori-pori dahan dan rantingmu penuh daki: bers…

Puisi: Candi Muaro Jambi (Karya Dimas Arika Mihardja)

Candi Muaro Jambi Aku dengar keluh batu-batu runtuh berpeluh. tak ada arca atau stupa hanya ilalang bergoyang terpanggang matahari sebuah s…

Puisi: Jogja, Kembali Pulang (Karya Dimas Arika Mihardja)

Jogja, Kembali Pulang ( : teringat sosok Si Mbok ) Pulang kampung orang-orang berselimut sarung langit me…

Puisi: Menari di Atas Lidah Api (Karya Dimas Arika Mihardja)

Menari di Atas Lidah Api ( bagi jejak Kartini ) Bagi jejak Kartini, kini, di sini di bumi yang semakin menua…

Puisi: Dekap Aku, Kekasihku (Karya Dimas Arika Mihardja)

Dekap Aku, Kekasihku Dekap aku dan jangan lepaskan hiruk-pikuk jalanan menjajakan daging dalam deru nafas terengah. Aku tak mau daging yang h…

Puisi: Serenada Rumah Cinta (Karya Dimas Arika Mihardja)

Serenada Rumah Cinta Telah kubangun sebuah rumah di dalam dada: tersusun dari batu-batu rindu, desir pasir waktu, semen kesetiaan pada ruang tamu …

Puisi: Aku Memanggil Namamu, Ibu (Karya Dimas Arika Mihardja)

Aku Memanggil Namamu, Ibu Setiap debur rindu, aku memanggil namamu dengan gigil bahasa kalbu: Ibu Bagaimana bisa aku, bagaimana bisa aku mengub…

Puisi: Menguak Mimpi (Karya Dimas Arika Mihardja)

Menguak Mimpi (1) Engkau datang serupa bayang mengeram dalam tilam kelam kelambu tidur-jagaku lalu angin nyeret rahasia-Mu Engkaulah …
© Sepenuhnya. All rights reserved.