Puisi “Pulang Kerja” karya Bob Anwar menghadirkan potret jujur tentang kegamangan batin manusia modern, khususnya mereka yang hidup dalam ritme kerja profesional tetapi menyimpan kegelisahan tentang jati diri dan cita-cita. Dengan bahasa sederhana dan narasi yang dekat dengan pengalaman sehari-hari, puisi ini menjadi refleksi personal sekaligus sosial.
Tema
Tema utama puisi ini adalah pertentangan antara jati diri batin dan identitas sosial. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema cita-cita yang ditinggalkan, kepura-puraan di ruang publik, serta proses bertahan hidup di dunia kerja.
Puisi ini bercerita tentang seorang "saya" yang pulang kerja dengan senyuman yang hanya tersisa di foto profil—sebuah simbol citra yang ditampilkan kepada dunia. Ia menyadari bahwa hidup yang kini dijalani justru adalah hidup yang dulu ia tolak.
"Saya" mengenang mimpi-mimpinya yang sederhana namun bermakna, termasuk keinginan untuk menulis dan menghasilkan sesuatu yang bisa dinikmati banyak orang. Kini, ia hidup di tengah dunia digital, di mana kebohongan tampak cantik dan mendapat banyak “suka”, sementara ia sendiri memesan kopi mahal dengan terpaksa.
Di luar, ia tampil profesional; di dalam, ia masih anak kecil yang takut mengecewakan doa ibu. Pertanyaan tentang cita-cita menyadarkannya bahwa cita-cita sering kali ditinggalkan karena takut tersesat. Ia pun mencoba meyakinkan diri bahwa kariernya “sedang tumbuh”, seperti pohon dari benih yang salah, yang terus tumbuh demi membuktikan dirinya bukan masalah.
Makna tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah kritik terhadap budaya pencitraan dan standar kesuksesan semu. Foto profil, layar gawai, dan kopi mahal menjadi simbol bagaimana manusia dipaksa tampak bahagia dan berhasil, meski batinnya kosong atau ragu.
Puisi ini juga menyiratkan bahwa banyak orang menjalani hidup yang tidak mereka pilih sepenuhnya, melainkan hidup yang diterima karena tuntutan, ketakutan, dan harapan orang lain.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi terasa melankolis, reflektif, dan jujur. Ada kesedihan yang tidak meledak-ledak, tetapi mengendap sebagai kesadaran yang tenang dan getir.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat yang dapat ditarik dari puisi ini adalah ajakan untuk berani berdamai dengan pilihan hidup dan jujur pada diri sendiri. Puisi ini juga mengingatkan bahwa pertumbuhan tidak selalu berangkat dari benih yang ideal, tetapi usaha untuk terus bertahan pun memiliki nilai.
Selain itu, puisi ini menyampaikan pesan bahwa ketakutan akan kegagalan sering membuat manusia meninggalkan cita-citanya sendiri.
Puisi “Pulang Kerja” karya Bob Anwar adalah potret reflektif tentang manusia yang berusaha bertahan di antara tuntutan sosial dan kejujuran batin. Dengan bahasa yang sederhana namun tajam, puisi ini mengajak pembaca menengok kembali cita-cita yang pernah ditinggalkan, sekaligus memahami bahwa pertumbuhan hidup sering kali lahir dari pilihan yang tidak sempurna.