Puisi: Guru Honorer (Karya Bob Anwar) Guru Honorer saya mengajarkan revolusi sementara pemberontakan terjadi dalam diri di kantong kerja surat lamaran menunggu di meja kerja, buku-buku me…
Puisi: Demi Senin (Karya Bob Anwar) Demi Senin pagi datang seperti tamu tak diundang alarm merampas mimpi tak tuntas di ruang antara bangun dan belum bangun secangkir kopi menunggu dise…
Puisi: Akhir Bulan (Karya Bob Anwar) Akhir Bulan saya sedang belajar berteman dengan angka nol seperti belajar mencintai seseorang yang pergi di dompet di rekening di kalender sepi adala…
Puisi: Pulang Kerja (Karya Bob Anwar) Pulang Kerja saya pulang dengan senyuman tertinggal di foto profil bagaimana menjelaskan pada diri sendiri bahwa hidup yang saya jalani adalah hidup …
Puisi: Hari Puisi Nasional (Karya Bob Anwar) Hari Puisi Nasional saya pernah diajari puisi di bangku sekolah, guru saya bicara tentang metafora seperti presiden pidato pertumbuhan ekonomi nilai …
Puisi: Kerja Sepanjang Usia (Karya Bob Anwar) Kerja Sepanjang Usia mendoakanmu adalah pekerjaan seumur hidup yang tak tercatat dalam buku ekonomi di halaman 17 Neruda saya simpan undanganmu bekas…
Puisi: Sore di Balkon (Karya Bob Anwar) Sore di Balkon sore ini saya di balkon menyaksikan dunia terus berputar tanpa puisi yang tersisa dari penyair muda itu hanya kartu nama dan nomor rek…
Puisi: Masa Depan dari Dasar Sumur (Karya Bob Anwar) Masa Depan dari Dasar Sumur saya bayangkan masa depan seperti seseorang melihat langit dari dasar sumur sempit, jauh, sunyi cahaya yang tak bisa saya…
Puisi: Nama Jalan (Karya Bob Anwar) Nama Jalan di peta kota tak ada nama saya seperti ayah yang pergi sebelum menjelaskan cara bertahan hidup tanda tangan, kata mereka adalah cara memin…
Puisi: Sejarah (Karya Bob Anwar) Sejarah kita semua tahu tentang kantor-kantor dan nama-nama tentang uang rakyat yang menguap seperti genangan kita diam saja membiarkan berita mengal…