Puisi: Rencana Pernikahan (Karya Susy Ayu)

Puisi "Rencana Pernikahan" mengeksplorasi kompleksitas identitas, sejarah, dan ketidakpastian masa depan. Dengan mengkritik gagasan pernikahan dan ...
Rencana Pernikahan

ini fotoku, demikian pesanmu
selalu kau kirim dengan koordinat tempatnya
di sini orang Polandia membuka kebun-kebun teh yang pertama, katamu suatu hari
atau lain hari, ini danau kawah terbesar dan tertua

atau, kalau kamu lurus mengikuti kelokan ini
kamu akan sampai ke ujung Jalan Sutra

atau, ketukan semacam ini cuma ada di sini
bahkan orang-orang Arab sudah tidak pernah memainkannya lagi

atau, kain tenun di sini sudah dirampas semua ke negeri Belanda
orang-orang cuma bisa mengingat samar-samar
kain yang pernah dibuat nenek mereka

sejumlah tempat dan orang berseliweran
kisah-kisah memenuhi inboxku
semua siap kuhapus, sebab apa gunanya
kita cuma sejenis protozoa yang tak punya masa lalu

sebab orang menghapus ingatan kita
seperti ikan koki menghapus ingatannya
agar ia merasa lapang dalam akuarium

hanya satu pesan yang tak kuhapus:
maukah kamu menikah denganku, kalau aku pulang?
satu-satunya pesan yang aku tahu jawabannya
tidak, sebab pernikahan bukankah hanya untuk mereka
yang mampu menarik garis dari masa lalu ke masa depan?

sebab pernikahan hanya layak
bila kita punya gagasan mengenai keabadian,
siapa kita, dari mana, ada dimana, kemana kelak?
bila tidak, mari kita bercinta saja
beranak pinak, membuat partai politik sesekali
dan mengigau tentang nusantara

kamu berlebihan, serangmu
ya, aku berlebihan
aku mabuk sejarah dan breaking news
sementara kamu mabuk tuak dan memaki kolonialisme
di sebuah kota yang dibangun para pemetik tembakau
dan telah memakmurkan Eropa selama sejumlah abad

aku mabuk dan kangen kamu
tapi kita cacat
kita tidak bisa menikah
kita tidak bisa membayangkan sebuah keluarga
kita tidak akan mengajarkan apa-apa pada anak-anak kita
kita cuma ikan koki yang tak berkesadaran
dipajang di etalase pasar global
mau kamu begitu?

kami batalkan rencana menikah
karena patah hati, ia memutuskan jadi penulis laporan perjalanan
untuk orang-orang yang gandrung pada pariwisata
dan selalu ingin menjadi turis di kampung sendiri

15 Desember 2011

Sumber: KARTINI 2012 (2012)

Analisis Puisi:

Puisi "Rencana Pernikahan" menciptakan narasi yang kompleks dan bercabang, membahas berbagai tema seperti identitas, sejarah, cinta, dan ketidakpastian masa depan.

Kompleksitas Identitas: Puisi ini dibuka dengan pesan yang berisi sejumlah tempat dan koordinat, menciptakan gambaran tentang keberagaman dan kompleksitas identitas. Identitas menjadi sesuatu yang tak tetap dan dapat hilang atau terhapus.

Sejarah dan Identitas: Ada ungkapan nostalgia dan kehilangan terkait dengan sejarah. Penyair merenungkan tempat-tempat dan kejadian sejarah yang seakan-akan terhapus atau dilupakan, menyoroti pengaruh kolonialisme dan kehilangan warisan budaya.

Ketidakpastian Masa Depan: Penyair mengeksplorasi ketidakpastian mengenai masa depan dengan merenungkan rencana pernikahan. Pernikahan dihubungkan dengan gagasan keabadian dan kemampuan untuk menarik garis dari masa lalu ke masa depan.

Kritik terhadap Pernikahan: Puisi mengkritik gagasan pernikahan sebagai sesuatu yang hanya layak bagi mereka yang memiliki gagasan keabadian. Pernikahan dianggap tidak sesuai bagi mereka yang tidak bisa membayangkan keluarga atau mengajarkan sesuatu pada anak-anak mereka.

Ketidakmampuan Membayangkan Masa Depan: Penyair mengakui ketidakmampuannya untuk membayangkan masa depan bersama, menekankan cacat dan ketidakmampuan kita untuk membentuk keluarga atau memberikan pengajaran pada generasi berikutnya.

Ketidakpastian dan Patah Hati: Puisi mencapai puncaknya dengan pembatalan rencana pernikahan dan keterlibatan patah hati. Penyair memilih jalur penulis laporan perjalanan untuk menyembunyikan rasa sakitnya dan berfokus pada pariwisata.

Puisi "Rencana Pernikahan" mengeksplorasi kompleksitas identitas, sejarah, dan ketidakpastian masa depan. Dengan mengkritik gagasan pernikahan dan menunjukkan kebingungan identitas, Susy Ayu mengajak pembaca untuk merenung tentang makna kehidupan dan hubungan dalam konteks globalisasi dan ketidakpastian zaman sekarang.

Susy Ayu
Puisi: Rencana Pernikahan
Karya: Susy Ayu

Biodata Susy Ayu:
  • Susy Ayu lahir pada tanggal 14 Juni 1972 di Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.