Ajakan Akhir Tahun
Kawan, mari kerja!
Keruntuhan makin menjalar,
dan kawan-kawan sama kesasar.
Di medan malam nyalakan siang,
di medan cahaya padamkan bahaya.
Bikinlah viviseksi dari dalam diri:
yang tak berjiwa sayatlah,
yang berhayat tumbuhkan.
Teropong itu alam manusia:
bakteri jahat alahkan
dan zat yang baik tanamkan!
Sebarkan bagai lelaki, suburkan bagai wanita.
Otot bagus jangan lemah, darah merah jangan musnah.
Berkali-kali hantaman jatuh
antara godam dan landasan,
hanya begitu bangsamu tumbuh
dan hidup punya alasan!
Jakarta, 26 November 1952
Analisis Puisi:
Puisi "Ajakan Akhir Tahun" karya Trisno Soemardjo merupakan puisi seruan yang lantang dan penuh energi. Dengan gaya retoris dan diksi yang tegas, puisi ini hadir sebagai ajakan refleksi sekaligus tindakan kolektif di tengah situasi sosial yang digambarkan sedang mengalami keruntuhan dan kehilangan arah.
Tema
Tema utama puisi ini adalah ajakan untuk bekerja, berbenah, dan membangun kembali diri serta bangsa. Puisi menekankan pentingnya kesadaran dan kerja nyata sebagai respons atas krisis.
Puisi ini bercerita tentang seruan kepada “kawan” agar tidak pasrah menghadapi keruntuhan. Penyair mengajak pembaca menyalakan harapan di tengah kegelapan, membersihkan diri dari hal-hal yang merusak, dan menumbuhkan nilai-nilai yang menghidupkan demi pertumbuhan bangsa.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa pembangunan bangsa harus dimulai dari pembenahan diri manusia itu sendiri. Viviseksi dari dalam diri melambangkan introspeksi yang keras dan jujur. Hantaman antara godam dan landasan menyiratkan bahwa proses pertumbuhan menuntut kerja berat, disiplin, dan keberanian menghadapi benturan.
Suasana dalam puisi
Suasana puisi terasa bergairah, penuh semangat, dan heroik. Nada ajakan yang berulang menciptakan dorongan psikologis agar pembaca ikut tergerak untuk bertindak.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Puisi ini menyampaikan pesan bahwa krisis tidak dapat dihadapi dengan keluh kesah semata, melainkan dengan kerja, keberanian, dan keteguhan moral. Hanya melalui usaha berulang dan kesadaran kolektif, kehidupan dan bangsa dapat menemukan kembali alasannya untuk tumbuh.
Puisi "Ajakan Akhir Tahun" adalah puisi yang menempatkan sastra sebagai alat pembangkit kesadaran. Trisno Soemardjo menyampaikan bahwa perubahan—baik pribadi maupun kolektif—hanya mungkin terjadi melalui kerja keras, keberanian menilai diri sendiri, dan kesediaan untuk terus menempa kehidupan agar memiliki alasan untuk tumbuh dan bermakna.
Puisi: Ajakan Akhir Tahun
Karya: Trisno Soemardjo
Biodata Trisno Soemardjo:
- Trisno Soemardjo (dieja Trisno Sumarjo) lahir pada tanggal 6 Desember 1916 di Surabaya.
- Trisno Sumardjo meninggal dunia pada tanggal 21 April 1969 (pada usia 52 tahun) di Jakarta.
- Trisno Sumardjo adalah salah satu Sastrawan Angkatan 1945.
