Analisis Puisi:
Puisi “Aku Tidak Mengerti” menghadirkan suara lirih seseorang yang terjebak di antara pemahaman formal tentang dunia modern dan ketidakmengertian eksistensial terhadap makna hidup itu sendiri. Abrar Yusra menyusun puisi ini dengan narasi reflektif yang panjang, repetitif, dan kontemplatif, sehingga pembaca diajak masuk ke dalam ruang kesadaran yang sepi dan gamang.
Tema
Tema utama puisi ini adalah keterasingan dan kegagalan memahami makna hidup secara utuh. Puisi ini juga menyentuh tema kritik terhadap modernitas, identitas, serta kesepian manusia di tengah sistem sosial yang tertata rapi namun dingin.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang merasa “mengerti” berbagai simbol dunia modern: merek, kantor, surat resmi, seragam, paspor, hotel, hingga institusi hukum dan kekerasan negara. Namun, pemahaman tersebut bersifat mekanis dan dangkal. Di tengah semua itu, penyair justru mengalami kesepian yang mendalam ketika berada di Pantai Kuala Trengganu, menyaksikan jejak-jejak manusia yang perlahan lenyap ditelan waktu dan alam.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini menegaskan ironi: semakin banyak hal yang “dimengerti” secara administratif dan simbolik, semakin besar ruang ketidakmengertian terhadap diri sendiri dan makna keberadaan. Jejak nelayan, sepatu, longdress, dan mobil sedan adalah simbol aktivitas manusia yang berlapis-lapis, namun semuanya bermuara pada kesepian yang sama. Ketidakmengertian di akhir puisi menandakan penerimaan akan keterbatasan manusia dalam memahami hidup sepenuhnya.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi terasa sunyi, melankolis, dan reflektif. Pantai, senja, dan bau garam memperkuat kesan kesendirian yang lembab dan menetap, seolah kesepian menjadi ruang batin yang tak terelakkan.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat yang dapat ditangkap adalah kesadaran bahwa pemahaman teknis dan simbolik tentang dunia tidak selalu berbanding lurus dengan pemahaman makna hidup. Puisi ini mengajak pembaca untuk rendah hati terhadap keterbatasan nalar dan berani mengakui ketidakmengertian sebagai bagian dari kemanusiaan.
Puisi “Aku Tidak Mengerti” adalah puisi reflektif yang kuat dan jujur. Abrar Yusra tidak menawarkan jawaban, melainkan mengajak pembaca tinggal sejenak dalam ketidakpastian dan kesepian, seraya menyadari bahwa mungkin memang ada hal-hal yang takkan pernah sepenuhnya dimengerti.
Puisi: Aku Tidak Mengerti
Karya: Abrar Yusra
Biodata Abrar Yusra:
- Abrar Yusra lahir pada tanggal 28 Maret 1943 di Lawang Matur, Agam, Sumatra Barat.
- Abrar Yusra meninggal dunia pada tanggal 28 Agustus 2015 di Bogor, Jawa Barat (pada umur 72 tahun).