Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Babak Kehidupan (Karya Kamilia Salsabila)

Puisi "Babak Kehidupan" karya Kamilia Salsabila menghadirkan potret reflektif tentang proses manusia

Babak Kehidupan

Bagaskara berlindung di balik jendela berdebu
Penyangga waktu berdetak di sudut dinding usang
Cita dan angan membuncah minta dijelmakan
Tanpa menggubris helaan napas selaku perwujudan jemu
Kendati demikian,
Relung yang lapang tetap diupayakan
Sebab langkah berpijak adalah keniscayaan
Inilah lintasan insan beranjak dari tubuh seorang anak

Banjarmasin, 10 Januari 2026

Analisis Puisi:

Puisi "Babak Kehidupan" karya Kamilia Salsabila menghadirkan potret reflektif tentang proses manusia bertumbuh dan bergerak dari satu fase kehidupan ke fase berikutnya. Melalui pilihan diksi yang puitis dan simbolik, puisi ini menggambarkan perjalanan batin seorang insan yang perlahan meninggalkan masa kanak-kanak menuju tahap kedewasaan, dengan segala pergulatan harapan, kelelahan, dan keniscayaan untuk melangkah.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perjalanan hidup dan proses pendewasaan manusia. Penyair menyoroti fase transisi yang tak terelakkan, di mana seseorang harus meninggalkan kenyamanan masa lalu dan mulai menghadapi tuntutan kehidupan secara sadar.

Puisi ini bercerita tentang seorang insan—disimbolkan melalui citra “anak”—yang berada di ambang perubahan hidup. Ia menyimpan cita-cita dan angan-angan besar, namun juga merasakan kejenuhan, kelelahan, serta tekanan waktu. Meski demikian, tokoh liris tetap berupaya membuka “relung yang lapang” sebagai ruang harapan untuk melangkah ke depan.

Makna tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini menegaskan bahwa kehidupan adalah lintasan yang harus dijalani, bukan sesuatu yang bisa dihindari. Waktu terus bergerak, mimpi terus mendesak untuk diwujudkan, dan manusia tidak memiliki pilihan selain melangkah. Puisi ini juga menyiratkan bahwa proses tumbuh dewasa sering kali terjadi tanpa menunggu kesiapan emosional sepenuhnya.

Suasana dalam puisi

Suasana yang terasa dalam puisi ini cenderung kontemplatif dan reflektif, dengan nuansa sendu yang halus. Ada perasaan jenuh dan lelah, tetapi tidak jatuh pada keputusasaan, sebab tetap disertai tekad untuk bergerak maju.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah bahwa setiap manusia harus menerima proses hidup apa adanya. Keletihan dan kejenuhan adalah bagian dari perjalanan, namun tidak boleh menghentikan langkah. Kehidupan menuntut keberanian untuk terus berpijak dan beranjak, meskipun masa lalu masih membayangi.

Puisi "Babak Kehidupan" adalah puisi yang kuat dalam menggambarkan fase transisi manusia. Kamilia Salsabila berhasil meramu pengalaman universal tentang tumbuh dewasa menjadi larik-larik yang padat makna, lembut, namun tetap tegas dalam menyuarakan keniscayaan hidup.

Kamilia Salsabila
Puisi: Babak Kehidupan
Karya: Kamilia Salsabila

Biodata Kamilia Salsabila:
  • Kamilia Salsabila, lahir pada tahun 2002, mulai tertarik menulis puisi semenjak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.
© Sepenuhnya. All rights reserved.