Puisi: Gelas (Karya Kamilia Salsabila) Gelas Kau tak mungkin memperbaiki gelas orang lain ketika gelasmu sendiri masih retak Kau tak mungkin membersihkan gelas orang lain ketika gelasmu se…
Puisi: Istana Dongeng (Karya Kamilia Salsabila) Istana Dongeng Satu per satu kisah dituturkan Dari pangeran yang jatuh hati kepada pelayan Hingga pencuri yang menarik perhatian tuan putri Alih-alih…
Puisi: Tiara (Karya Kamilia Salsabila) Tiara Mereka bilang ia hanyalah perempuan biasa Tanpa ikrar, tanpa sanjungan Akan tetapi mereka tak pernah tahu Tak ada yang lebih hebat dari seorang…
Puisi: Jeda (Karya Kamilia Salsabila) Jeda Pada hakikatnya setiap yang berkepanjangan perlu jeda Lantaran itu tanda koma terselip di kalimat panjang Sebab berkat jeda fragmen berserak ber…
Puisi: Angin (Karya Kamilia Salsabila) Angin Teruntuk angin yang berhembus menyusuri aliran sungai Kutitipkan doa berbalut harap agar kau dinaungi sukacita sejati Teruntuk angin yang berhe…
Puisi: Potret Imaji (Karya Kamilia Salsabila) Potret Imaji Sewaktu kemilau cahaya berganti peran dengan hamparan gelap Sementara sepi berangsur merayap ke dalam rengkuhan Ruang benak pun mulai me…
Puisi: Buku (Karya Kamilia Salsabila) Buku Kau membaca halaman ke 10 dari 100 halaman dan mengakui telah menyukai buku ini Kau membaca halaman ke 30 dari 100 halaman dan menyatakan telah …
Puisi: Rambu Kekosongan (Karya Kamilia Salsabila) Rambu Kekosongan Jalanan tak lengang sewaktu kita berjalan berdampingan Swalayan tetap benderang selagi kita duduk bersama Sepatah dua patah kata uca…
Puisi: Harapan (Karya Kamilia Salsabila) Harapan Hujan dapat turun saat mentari bersinar terik Gurun panas dapat membeku saat di malam hari Begitulah kuasa Sang Pencipta Alam Semesta Lalu, k…
Puisi: Mendung (Karya Kamilia Salsabila) Mendung Awan berkumpul membangun citra keabuan Itulah mendung di langit yang disadari semua orang Adapun mendung di hati, siapa yang tahu? Banjarmasi…
Puisi: Kepadamu (Karya Kamilia Salsabila) Kepadamu Kukumpulkan kepingan lara membentuk aksara Namun darahku di atas pena takkan terlihat Sebab kau hanya paham manakala namamu dipanggil Banjar…
Puisi: Diam (Karya Kamilia Salsabila) Diam Sudah sampaikah kepadamu? Bahwa diam bukanlah tanda persetujuan Sudah sampaikah kepadamu? Bahwa diam bukanlah tanda penerimaan Sudah sampaikah k…
Puisi: Ironi (Karya Kamilia Salsabila) Ironi Atas nama keramahan, mereka dengan mudahnya berkata lembut kepada orang asing Atas nama kemuliaan, mereka dengan mudahnya berlaku sopan kepada …
Puisi: Bunga (Karya Kamilia Salsabila) Bunga Bunga yang baru dibelinya itu disiram setiap hari Tak lupa juga ia beri pupuk agar semakin bersemi Tanpa menunggu waktu lama, bunga itu tumbuh …
Puisi: Sua (Karya Kamilia Salsabila) Sua Demi penghargaan rasa batin, ajak aku ketika tatapan beradu untuk saling berbincang Demi perayaan suka cita, ajak aku ketika sunyi tak terasa jik…
Puisi: Aku, Kau, dan Secangkir Kopi (Karya Kamilia Salsabila) Aku, Kau, dan Secangkir Kopi Ketika Sirius memayungi bumi dengan pendarnya Pandangan kita saling bertaut bersama esensi yang selaras Kau mulai menyer…
Puisi: Babak Kehidupan (Karya Kamilia Salsabila) Babak Kehidupan Bagaskara berlindung di balik jendela berdebu Penyangga waktu berdetak di sudut dinding usang Cita dan angan membuncah minta dijelmak…
Puisi: Karma (Karya Kamilia Salsabila) Karma Bisik-bisik sayup terdengar Menggemakan realitas tanpa nurani Tergelak di atas derita insan lain Hingga menimbulkan murka sang semesta Sebuah …