Puisi: Buku (Karya Kamilia Salsabila) Buku Kau membaca halaman ke 10 dari 100 halaman dan mengakui telah menyukai buku ini Kau membaca halaman ke 30 dari 100 halaman dan menyatakan telah …
Puisi: Rambu Kekosongan (Karya Kamilia Salsabila) Rambu Kekosongan Jalanan tak lengang sewaktu kita berjalan berdampingan Swalayan tetap benderang selagi kita duduk bersama Sepatah dua patah kata uca…
Puisi: Harapan (Karya Kamilia Salsabila) Harapan Hujan dapat turun saat mentari bersinar terik Gurun panas dapat membeku saat di malam hari Begitulah kuasa Sang Pencipta Alam Semesta Lalu, k…
Puisi: Mendung (Karya Kamilia Salsabila) Mendung Awan berkumpul membangun citra keabuan Itulah mendung di langit yang disadari semua orang Adapun mendung di hati, siapa yang tahu? Banjarmasi…
Puisi: Kepadamu (Karya Kamilia Salsabila) Kepadamu Kukumpulkan kepingan lara membentuk aksara Namun darahku di atas pena takkan terlihat Sebab kau hanya paham manakala namamu dipanggil Banjar…
Puisi: Diam (Karya Kamilia Salsabila) Diam Sudah sampaikah kepadamu? Bahwa diam bukanlah tanda persetujuan Sudah sampaikah kepadamu? Bahwa diam bukanlah tanda penerimaan Sudah sampaikah k…
Puisi: Ironi (Karya Kamilia Salsabila) Ironi Atas nama keramahan, mereka dengan mudahnya berkata lembut kepada orang asing Atas nama kemuliaan, mereka dengan mudahnya berlaku sopan kepada …
Puisi: Bunga (Karya Kamilia Salsabila) Bunga Bunga yang baru dibelinya itu disiram setiap hari Tak lupa juga ia beri pupuk agar semakin bersemi Tanpa menunggu waktu lama, bunga itu tumbuh …
Puisi: Sua (Karya Kamilia Salsabila) Sua Demi penghargaan rasa batin, ajak aku ketika tatapan beradu untuk saling berbincang Demi perayaan suka cita, ajak aku ketika sunyi tak terasa jik…
Puisi: Aku, Kau, dan Secangkir Kopi (Karya Kamilia Salsabila) Aku, Kau, dan Secangkir Kopi Ketika Sirius memayungi bumi dengan pendarnya Pandangan kita saling bertaut bersama esensi yang selaras Kau mulai menyer…
Puisi: Babak Kehidupan (Karya Kamilia Salsabila) Babak Kehidupan Bagaskara berlindung di balik jendela berdebu Penyangga waktu berdetak di sudut dinding usang Cita dan angan membuncah minta dijelmak…
Puisi: Karma (Karya Kamilia Salsabila) Karma Bisik-bisik sayup terdengar Menggemakan realitas tanpa nurani Tergelak di atas derita insan lain Hingga menimbulkan murka sang semesta Sebuah …