Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Gamang (Karya Mustiar AR)

Puisi "Gamang" karya Mustiar AR bercerita tentang seseorang yang berada dalam situasi malam yang “semakin rapuh”. Malam tidak hanya berfungsi ...
Gamang

Malam semakin rapuh
Mendekap hayal
Aku.

Jln. Pocut Baren, 2018

Analisis Puisi:

Puisi "Gamang" karya Mustiar AR merupakan puisi sangat singkat, namun justru di situlah kekuatannya. Dengan hanya tiga larik, penyair menghadirkan suasana batin yang rapuh dan sunyi. Diksi yang digunakan sederhana, tetapi sarat makna, seolah mengajak pembaca masuk ke ruang kesadaran yang sempit, gelap, dan penuh keraguan.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kegamangan batin dan kerapuhan eksistensial. Puisi ini menyinggung kondisi jiwa yang tidak mantap, terombang-ambing antara kenyataan dan hayalan, terutama dalam kesunyian malam.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang berada dalam situasi malam yang “semakin rapuh”. Malam tidak hanya berfungsi sebagai latar waktu, tetapi juga sebagai ruang psikologis. Dalam kerapuhan itu, penyair justru “mendekap hayal”, seolah berlindung atau terjebak dalam imajinasi dan pikiran-pikiran yang tidak pasti. Penutup dengan kata “Aku.” menegaskan kesendirian dan keterpusatan pada diri.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini mengarah pada kondisi manusia yang diliputi keraguan dan ketidakpastian. Malam yang rapuh dapat dimaknai sebagai runtuhnya ketenangan, keyakinan, atau pegangan hidup. Hayal yang didekap bisa menjadi pelarian, tetapi sekaligus tanda bahwa penyair belum menemukan pijakan nyata. Puisi ini menyiratkan kegelisahan eksistensial yang sunyi dan personal.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi terasa sunyi, muram, dan gamang. Tidak ada konflik yang meledak, melainkan kegelisahan yang mengendap dan mengisolasi penyair dalam kesendirian batin.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat atau pesan yang disampaikan puisi ini dapat ditafsirkan sebagai ajakan untuk menyadari kerapuhan diri. Puisi ini mengingatkan bahwa kegamangan adalah bagian dari pengalaman manusia, terutama ketika berhadapan dengan kesunyian dan pikiran sendiri.

Puisi "Gamang" adalah puisi mini yang padat makna. Mustiar AR menunjukkan bahwa dengan kata-kata yang sangat terbatas, kegelisahan dan kerapuhan manusia dapat dihadirkan secara tajam dan mengendap lama dalam kesadaran pembaca.

Mustiar AR
Puisi: Gamang
Karya: Mustiar AR
© Sepenuhnya. All rights reserved.